BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Lintas Perangkat Daerah untuk RKPD tahun 2022 (Hari ke-6: Dinas Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan)

Memasuki hari ke-6 Forum Lintas Perangkat Daerah pada Rabu (10/03) di Ruang Pangripta Bappeda yang dimoderatori oleh Nunuk Hartati, Kepala Bidang Perekonomian Bappeda, menghadirkan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Heru Saptono sebagai pemapar pertama untuk menyampaikan kondisi umum serta program terkait bidang pertanian, pangan dan perikanan. Dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, beberapa program yang didorong antara lain penyediaan prasarana dan sarana pertanian, pemanfaatan ilmu pengetahuna dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pengembangan lumbung pangan desa, pengembangan beras sleman (termasuk sembada merah dan hitam), pengembangan komoditas pertanian bernilai tinggi, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, seta pengembangan minat bertani bagi generasi muda. Senyampang dengan hal tersebut, beberapa inovasi telah digulirkan antara lain Toko Tani Indonesia (TTI) Center, pengembangan pasar lelang, kelembagaan tani, serta Kampung Sibudikucir (Sistem Budidaya Ikan Nila Dengan Sentuhan Teknologi Kincir Air).

Pada kesempatan kedua, Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Suci Iriani Sinuraya memaparkan kondisi pariwisata di Kabupaten Sleman selama beberapa tahun ke belakang serta usulan program pembangunan di tahun 2022. “Selama masa pandemi ini, sejak tahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara, menurun cukup drastis, yang berimbas juga pada penurunan PAD sektor pariwsata (pajak dan retribusi),” ujar Suci Iriani. “Selain itu, kondisi atraksi wisata yang monoton dan cenderung kurang menarik, dan pembatasan kunjungan akibat status Gunungapi Merapi semakin mengurangi jumlah kunjungan wisatawan,” tambahnya. Sampai saat ini, di sekitar wilayah Kabupaten Sleman terdapat beberapa pembangunan yang menjadi tantangan sekaligus peluang pembangunan tahunnn 2022. Terbangunnya Bandara Internasional YIA di Kulon Progo, SDM industri pariwisata belum terbangun merata khusunya destinasi wisata swakelola dengan CBT, strategi komunikasi ke wisatawan tentang keamanan berwisata, serta pembangunan tol Jogja-Solo-Bawen-Cilacap dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiasih pada kesempatan ketiga dalam paparannya menyampaikan kondisi secara umum ketenagakerjaan di Wilayah Sleman. Pandemi Covid-19, berdampak pada tenaga kerja di Kabupaten Sleman, angka pengangguran saat ini tercatat 6,59%, angka yang cukup tinggi dan perlu upaya penanganan. Pengelolaan tenaga kerja di Kabupaten Sleman terdiri atas peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui pemagangan dan pelatihan, pembinaan lembaga pelatihan kerja/LPK, pengembangan informasi pasar kerja, pelaksanaan job fair, perluasan kesempatan kerja, perlindungan tenaga kerja dan peningkatan peran LKS Tripartit, serta program transmigrasi. Sementara itu, kendala yang masih dihadapi bidang ketenagakerjaan antara lain kualifikasi kebutuhan lowongan tidak sesuai dengan minat pencari kerja, domisili pencaker jauh dari lokasi perusahaan, perusahaan membutuhkan proses yang panjang untuk proses penempatan, sampai pada kondisi pencker yang pilih-pilih pekerjaan tanpa disertai kompetensi. Terkait dengan hal tersebut, beberapa inovasi telah disusun terutama untuk meningkatkan pelayan publik yaitu SIMPENAKER (Sistem Pelayanan Tenaga Kerja serta Job Center Sembada (JCS) yaitu pelayanan proses rekruitmen dan penempatan secara rutin. (***BOB/Bidang Data dan Perencanaan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of