BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Lintas Perangkat Daerah untuk RKPD tahun 2022 (Hari ke-5: DPMPPT, DPUPKP, serta DLH)

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Sleman, Dona Saputra Ginting, memandu jalannya Forum Lintas Perangkat Daerah hari ke-5 yang menghadirkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT), Retno Susiati sebagai pemapar pertama. Retno menyampaikan bahwa DPMPPT memiliki tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang penanaman modal, dan pelayanan perizinan terpadu satu pintu. Inovasi Pelayanan Perizinan  yang telah dikembangkan antara lain Sistem Perizinan Online, Layanan Dispensasi IMB secara Gratis, Layanan extra time (hari Sabtu), SMS Gateway (sms.slemankab.go.id), Menambah layanan di MPP, Digital Signature, serta Paket izin (IMB dan Pemondokan). Salah satu persoalan di dalam pelayanan publik yang sering dihadapi adalah terganggunya kenyamanan masyarakat dalam pengurusan izin. “Demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat termasuk kenyamanan dalam pengurusan izin, pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik yang menggabungkan beberapa instansi pelayanan langsung kepada masyarakat, perlu didorong realisasinya terlebih lahan sudah siap,” ujarnya pada Selasa (09/03) di Ruang Pangripta Bappeda.

Bertindak sebagai pemapar kedua, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Taupiq Wahyudi menyampaikan bahwa DPUPKP mengampu tiga program strategis yaitu pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan permukiman, serta penyelenggaraan jalan. Penduduk yang terlayani air minum perpipaan, baik melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM), maupun melalui Pengelola Air Minum Desa (Pamdes) dan Program Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas), tercatat sebanyak 352.450 jiwa (32,64%). Sementara untuk penataan kawasan kumuh yang telah tertangani adalah 148,18 Ha atau 91,25%, belum mencapai 100% di tahun 2020 yang salah satu penyebabnya adalah terjadinya pandemi Covid-19. Dalam rangka pemeliharaan jalan, saat ini Kabupaten Sleman telah memiliki Asphalt Mixing Plant, peralatan, serta laboratorium dan unit pengolahan aspal, yang berpotensi dikembangkan menjadi unit bisnis melalui BLUD. Adapun inovasi yang dikembangkan oleh DPUPKP antara lain SIPEPENG (Sistem Informasi Pendataan dan Pengawasan Reklame), SIMPENAN (Sistem Informasi Pendataan Bangunan), E-PAKSI (Sistem Informasi Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi), Sarhunta (Pembangunan Sarana Hunian Pariwisata, Kolaborasi APBN, APBD, dan CSR), Rusunawa Desa (kepemilikan dan pengelolaan rusunawa oleh Pemerintah Desa/BUMDes).

Sebagai pemapar terakhir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dwianta Sudibya mengungkapkan perkembangan kualitas lingkungan hidup yang masih berkisar di angka 50-60 atau kategori kurang baik. Berdasarkan tiga indikator penyusunnya, yaitu Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan, tutupan lahan di Kabupaten Sleman sangat kurang, atau berada pada kategori waspada. Hal ini perlu mendapat perhatian lebih banyak sehingga perlu dikembangkan penyediaan Ruang Terbuka Hijau terutama Publik di wilayah perkotaan. Sementara itu, beberapa inovasi dalam rangka mengatasi persoalan lingkungan hidup telah dikembangkan antara lain pembayaran retribusi sampah secara online, Pasali (Patroli sampah liar), serta Pengelolaan Sampah Mandiri Terpadu (Lampah Berkah). (***BOB/Bidang Data dan Perencanaan Pembangunan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of