BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Lintas Perangkat Daerah untuk RKPD tahun 2022 (Hari ke-3: Dinas Koperasi & UKM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah)

Forum Lintas Perangkat Daerah hari ke-3 pada Jum’at (05/03) di Ruang Pangripta Bappeda, menghadirkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang dipandu oleh Kepala Bidang Perekonomian, Nunuk Hartati. Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Pustopo, mengungkapkan bahwa program maupun kegiatan yang terkait dengan misi ke-3, yaitu membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan kesejahteraan. Adapun permasalahan koperasi dan UKM yang masih dihadapi antara lain persentase koperasi sektor riil masih sedikit dibandingkan dengan koperasi simpan pinjam, penurunan volume usaha koperasi dan menurunnya serapan tenaga kerja, akses pemasaran secara luring terbatas karena pembatasan sosial, serta perubahan pola konsumsi masyarakat akibat pandemi dan daya beli masyarakat yang menurun. Oleh karena itu, strategi pemberdayaan KUKM adalah berupa fasilitasi Koperasi dan UKM, Pembinaan UMKM naik Kelas, Pembentukan Wirausaha Muda, Promosi Produk Daerah, serta Pengentasan Kemiskinan. Sementara itu, inovasi yang telah dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM adalah PLUT KUMKM, SLEMANMART, serta SATU DATA UMKM.

Pada kesempatan kedua, Kepala Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Asih Kushartati menyampaikan bahwa penanggulangan bencana terkait dengan misi ke-5 yaitu meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman dan bencana. Kabupaten Sleman setidaknya terdapat kawasan rawan bencana dengan jenis erupsi G. Merapi, banjir lahar hujan, gempa bumi, tanah longsor, angin ribut/puting beliung, kekeringan, serta non alam (Covid-19), yang berperan besar terhadap meningkatnya risiko bencana. Berdasarkan data BNPB, tercatat bahwa sejak tahun 2015, indeks risiko bencana Kabupaten Sleman mengalami penurunan, hanya saja mengalami stagnasi pada tahun 2019 dan 2020 sejalan dengan terjadinya pandemi Covid-19. Sebagai respon terhadap permasalahan yang dihadapi, usulan program pengelolaan bencana dimaksudkan untuk membangun tatanan masyarakat yang tangguh dalam mengahadapi bencana dengan membentuk desa tangguh bencana dan sekolah siaga bencana, membangun prasarana dan sarana mitigasi bencana, serta menciptakan sistem pembiayaan yang responsif dan antisipatif terhadap bencana. (***BOB/Bidang Data dan Perencanaan Pembangunan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of