BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Forum Konsultasi Publik menuju Bangkitnya Ekonomi serta Pulihnya Kondisi Sosial Masyarat Sleman Tahun 2022

Dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, Bappeda Kabupaten Sleman menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Kamis (14/01) lalu. Kegiatan FKP yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait pembangunan di Kabupaten Sleman ini, diselenggarakan secara daring selaras dengan penerapan protokol kesehatan guna menekan risiko persebaran Covid-19. Acara ini menghadirkan narasumber Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan, S.Ag, M.H., Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Drs. Kunto Riyadi, M.P.P.M., serta Kepala Bappeda Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan, Danang Setiadi, S.I.P, M.T..

Sebelum sesi paparan narasumber, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si dalam sambutan serta arahan tentang kebijakan Pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2022 menekankan pentingnya tiga hal dalam rangka kesuksesan pembangunan di Kabupaten Sleman yaitu: 1) merencanakan sesuai kebutuhan dan berkesinambungan dengan pembangunan tahun 2021; 2) tepat sasaran, output maupun outcome sampai pada kelompok sasaran di masyarakat; 3) efisien, yakni tepat dalam menghitung kebutuhan yang direncanakan serta tepat dalam menentukan harga barang dan jasa. Selain itu, pengendalian maupun pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan perlu di dorong peranannya sehingga pembangunan yang sesuai rencana dapat terwujud. Masih di dalam sambutan serta arahan kebijakan pembangunan Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya menambahkan bahwa salah satu kunci sukses pembangunan adalah adanya sikap ikhlas dan berkomitmen yang dilandasi oleh kekuatan spiritual/keyakinan agama oleh setiap individu dalam melaksanakan perannya di dalam proses pembangunan. 

Sebagai pemapar pertama, Arif Kurniawan menyampaikan rangkuman Pokok-Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Sleman yang merupakan himpunan aspirasi masyarakat, yang sebelumnya telah dibahas bersama Perangkat Daerah maupun hasil kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung. Disadari bahwa rumusan usulan program dan kegiatan oleh anggota DPRD akan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seiring dengan permasalahan yang khas kapanewon di tiap-tiap daerah pemilihan. Meskipun demikian, harapannya proses penganggaran dapat terwujud secara adil di tiap-tiap kapanewon dan tidak timbul kesenjangan. Melihat kondisi Kabupaten Sleman di masa pandemi ini, target pendapatan tahun 2022 diprediksi belum akan meningkat secara signifikan setelah mengalami penurunan realisasi pendapatan di tahun 2020. Oleh karena itu, dengan keterbatasan yang ada, alokasi pendanaan perlu diprioritaskan terhadap beberapa indikator seperti kesejahteraan rakyat/kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, olah raga, kebudayaan, lingkungan hidup, serta layanan publik. Pokok-pokok pikiran Anggota DPRD juga dapat dimanfaatkan sebagai jalan keluar saat usulan program/kegiatan terbentur kewenangan, yang pada akhirnya dapat menekan kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Sementara itu, dalam paparan rancangan awal RKDPD tahun 2022, Kunto Riyadi menyampaikan trend pencapaian pembangunan menurut beberapa indikator muai dari demografi, ekonomi, sosial, dan sumber daya alam selama lima tahun ke belakang. Dalam paparan terungkap bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada hampir seluruh sektor sehingga diperlukan penyesuaian target antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, penduduk miskin, serta indeks gini. Pada kesempatan yang sama, Kunto Riyadi menyampaikan bahwa indikasi prioritas pembangunan tahun 2012 adalah kesejahteraan masyarakat, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, infrastruktur, lingkungan hidup, serta pelayanan publik, sehingga pada akhirnya tema pembangunan tahun 2022 “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman” dapat terwujud.

Sesi ini diakhiri dengan paparan Arah Kebijakan Pembangunan DIY tahun 2022 oleh Danang Setiadi meliputi capaian pembangunan DIY tahun 2020, penyusunan dokumen perencanaan daerah tahun 2022, arah kebijakan nasional, tema dan kebijakan pembangunan DIY tahun 2022, dana keistimewaan, serta penutup. Berdasarkan pada pertimbangan dokumen RPJMD DIY 2017-2022 dan diselaraskan dengan alternatif tema RKP tahun 2022, maka alternatif tema pembangunan DIY tahun 2022 adalah “Pengembangan SDM Unggull dan Sektor Strategis untuk Pemulihan Sosial Ekonomi.” Sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan bagi kabupaten/kota di DIY adalah Dana Keistimewaan, kebijakannya adalah mengarahkan penggunaan danais untuk mendukung pemulihan ekonomi di daerah melalui program pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam penyelenggaraan urusan Keistimewaan DIY khusunya dukungan terhadap home industry serta pemulihan sektor pariwisata DIY. Terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan RKPD tahun 2022 antara lain: 1) menyusun substansi perencanaan dengan mempertimbangkan dampak pandemi Covid-19; 2) hasil pengendalian dan evaluasi harus menjadi salah satu acuan dalam menyusun kebijakan perencanaan pembangunan; 3) memberikan perhatian lebih dan memprioritaskan pembangunan di daerah yang capaian indikator makronya masih relatif rendah; dan 4) penyesuaian dan penajaman indikator kinerja.

Acara FKP ini selanjutnya diakhiri sesi tanya jawab yang dipandu oleh Kepala Bidang Data dan Perencanaan Bappeda Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, S.STP, M.Si, secara interaktif menjaring pertanyaan, tanggapan, maupun masukan terhadap perencanaan pembangunan tahun 2022 dari seluruh peserta baik secara langsung maupun secara tertulis. Beberapa masukan telah disampaikan oleh PPDI Kabupaten Sleman, Dewan Pendidikan Kabupaten Sleman, IRE Yogyakarta, Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas, LPPM UNY, IMA (Indonesia Marketing Association) Chapter Sleman, Pusat Studi Wanita UGM, Dekranasda Kabupaten Sleman, Forkom UMKM Seyegan, Kapanewon Seyegan, dan Forum Anak Kabupaten Sleman. (***Bob/Bidang Data dan Perencanaan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of