BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

FGD Isu Pembangunan Berkelanjutan RDTR Sleman Barat: Saatnya Warga Sleman Barat Jadi Lakon!

Pada hari Kamis, 6 Februari 2020 bertempat di Rumah Makan Genduk Wulan, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) untuk melaksanakan identifikasi isu Pembangunan Berkelanjutan dan arahan/usulan program dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi Kawasan Sleman Barat yang diinisiasi oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman. Acara FGD tersebut dihadiri oleh Perwakilan OPD Kabupaten Sleman, Camat di Kecamatan Sleman Barat dan Kepala Desa di Sleman Barat.

FGD tersebut dibuka oleh Ratna Wahyu M, S.T., M.Eng selaku Kepala Seksi Tata Ruang Wilayah dan Tata Ruang Rinci yang dilanjutkan paparan konsultasi publik penyusunan KLHS Kawasan Sleman Barat Kabupaten Sleman oleh tim tenaga ahli. Dalam paparan tersebut tenaga ahli menyampaikan gambaran umum wilayah Sleman Barat, konsep tata guna lahan di Sleman Barat, tahapan penyusunan KLHS, manfaat KLHS, serta contoh rencana program dan isu-isu dominan setiap kecamatan di Sleman Barat.

Pada sesi FGD, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menanggapi paparan yang berkaitan dengan rencana pembangunan embung di Kecamatan Moyudan yang mampu memberikan dampak berupa manfaat ekonomi yang berimbas bagi perekonomian masyarakat sekitar. Keberadaan embung diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di samping fungsinya untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah setempat. Selanjutnya Arifin selaku Camat Moyudan menanggapi isu terkait dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar dapat dipertimbangkan strategi pengendalian dan pengembangannya sehingga  tidak mengurangi kesejahteraan rakyat terkait dengan pembangunan wilayah. Pembangunan akan berdampak pada lingkungan hidup terutama pada penurunan kuantitas air untuk pertanian. Meskipun di Kecamatan Moyudan sudah terdapat saluran air bersih, namun belum mampu untuk mengairi seluruh kawasan. Camat Moyudan menginginkan strategi pengembangan kawasan Sleman Barat adalah berupa kebijakan yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat. Sementara Camat Seyegan memberi masukan dengan adanya Tol dan New Yogyakarta International Airport diharapkan RDTR di Sleman Barat lebih responsif dan mampu mengakomodir serta mengatasi berbagai isu yang ada di Sleman Barat.

Sesi selanjutnya adalah diskusi bersama dengan OPD undangan. Diskusi dipimpin oleh Andro selaku tim tenaga ahli penyusun RDTR Sleman Barat. Dengan adanya diskusi diharapkan mampu merekap program-program setiap OPD sebagai bahan masukan indikasi program penyusunan RDTR. Dalam sesi tersebut pewakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Kabupaten Sleman, Haryadi Widodo menyampaikan bahwa untuk Sleman Barat termasuk dalam salah satu strategi pengembangan KSCT dengan tema wisata berbasis wisata pertanian. Adapun kecamatan yang di plot sebagai KSCT dengan tematik wisata pertanian terdiri dari Kecamatan Godean, yaitu di Desa Sidorejo dan Sidoluhur, Kecamatan Minggir di Desa Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, Sendangsari dan Sendangagung. Sementara di Kecamatan Moyudan pada wilayah Desa Sumbersari, Sumberagung, Sumberarum, dan Sumberrahayu. Selanjutnya perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman memberi tanggapan terkait dengan fasilitas jaringan irigasi dan drainase yang ada di Sleman Barat. Menanggapi diskusi tentang pembangunan embung, perlu diperhatikan bahwa pembangunan embung memerlukan lahan yang relatif luas sehingga pada umumnya menggunakan tanah kas desa. Penggunaan tanah kas desa tersebut memiliki kendala berkaitan dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 34 Tahun 2017 Tentang Pemanfaatan Tanah Desa.

Sesi terakhir adalah paparan Analisis dan Konsep Pengembangan Penyusunan RDTR Sleman Barat oleh tim tenaga ahli penyusunan RDTR. Dalam paparan tersebut disampaikan kedudukan Rencana Detail Tata Ruang, peran masyarakat dalam Tata Ruang, perbandingan muatan RDTR dan Peraturan Zonasi dengan RTBL, dan proses penyusunan RDTR, posisi Sleman Barat sebagai segitiga emas antara New Yogyakarta International Airport, Borobudur dan Kawasan Perkotaan Yogyakarta, amanat RTRW DIY untuk Sleman Barat, kondisi pertanian, perekonomian dan kependudukan di Sleman Barat, perspektif pengembangan wilayah, dan persebaran lokasi pariwisata. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of