BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Expose Penelitian Terapan: Inovasi Berkelanjutan untuk Pengembangan Desa Wisata yang lebih baik

Bappeda Kabupaten Sleman, pada Kamis (5/11) lalu melaksanakan Seminar Ekspose Hasil Penelitian secara daring sebagai tindak lanjut dari Lomba Penelitian Terapan dengan tema Pengembangan Kelembagaan Desa Wisata berbasis Ekonomi serta Keanekaragaman Produk Agroindustri.

Seminar expose hasil penelitian terapan ini dibuka oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Drs. Kunto Riyadi, MPPM. Dalam sambutannya, Kepala Bappeda memiliki harapan agar hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti dapat ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah terkait sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembangunan di Kabupaten Sleman.

Proses seleksi proposal dari lomba penelitian terapan telah dilaksanakan pada tahun 2019 dengan jumlah proposal penelitian yang masuk sebanyak 78 judul. Proposal yang masuk kemudian dilakukan seleksi oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sleman yang kemudian memperoleh empat proposal penelitian yang didanai. Keempat proposal yang didanai tersebut antara lain:

  1. Pengembangan Konsep Desain Desa Wisata di Kabupaten Sleman Berdasarkan Preferensi dan Kebutuhan Generasi Milenial, Tim peneliti dari UAJY;
  2. Augmented Reality sebagai Smart Tourism Guide Kabupaten Sleman Berdasarkan Geolokasi (Studi kasus: Desa Pandowoharjo, Tim peneliti dari AMIKOM;
  3. Pengembangan Desa Wisata Hidroponik dengan Pemanfaatan Barang Bekas di Dusun Sumberan, Desa Candibinangun Pakem, Tim peneliti dari INSTIPER;
  4. Penguatan Ekonomi Kreatif Desa Wisata melalui Peran Pemuda dalam Inovasi Produk Tenun Lokal, Tim peneliti dari UGM.

Pada seminar expose ini keempat tim peneliti melakukan paparan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Presentasi hasil penelitian dipimpin oleh moderator yang sekaligus merupakan Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sleman Ir. Sutrisno, MES.

Saat sesi diskusi disepakati bahwa bonus demografi di Indonesia merupakan potensi yang sangat besar untuk mengembangkan Industri Pariwisata. Besarnya penduduk Indonesia yang berusia muda juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Daearah Kabupaten Sleman untuk dapat menarik minat kunjungan wisata ke Sleman. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan peningkatan fasilitas produk maupun tempat wisata, harga yang terjangkau, kebersihan, kerjasama antar tempat wisata, serta promosi yang dapat menjangkau segment penduduk berusia muda tersebut. Selain itu, menjaga budaya agar tetap lestari dan terjaga keasliannya sekaligus mengenalkan kepada generasi muda saat ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi semua pemangku kepentingan. Ibarat kebudayaan adalah sebuah permata yang sangat berharga yang harus dijaga, namun akan lebih terlihat keelokannya bila permata tersebut dipakai dan digunakan. (*** Bidang Litbangdal)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of