BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Ekonomi Kreatif: Solusi Pemulihan Ekonomi dan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman

Ekonomi kreatif menjadi sektor baru yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah saat ini, terutama dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. UU ini menjadi harapan baru bagi berkembangnya 17 sub sektor ekonomi kreatif khususnya dalam bidang seni dan budaya dalam berkreasi serta menguatkan perannya dalam pertumbuhan ekonomi. Kabupaten Sleman dengan serius menangkap peluang tersebut dan diawali oleh Bupati Sleman periode 2016-2021 dengan membentuk Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Sleman di tahun 2019. Sejalan dengan visi dan misi Bupati Sleman terpilih tahun 2021-2024 yang secara khusus menginginkan adanya pembangunan perekonomian yang kreatif dan inovatif, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman mengadakan Focused Group Discussion Perencanaan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Sleman pada tanggal 25 Maret 2021 yang bertempat di Aula Pangripta Bappeda. Acara ini mengundang narasumber Bapak Dr. Ing. Gregorius Wuryanto, M.Arch selaku anggota Komite Ekonomi Kreatif dan Koordinator ICCN Provinsi DIY dan Bapak Farhat Fikriyan, S.T selaku Sekretaris Jenderal Jogja Creative Society dan pelaku usaha kreatif. Turut hadir dalam diskusi dari Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, Bagian Perekonomi Setda, serta Akademisi dari Universitas Sanata Dharma.

Diskusi ini pada dasarnya bertujuan untuk memantapkan arah sekaligus merumuskan perbaikan dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif di Sleman, yang nantinya juga menjadi bahan masukan bagi perumusan RPJMD Kabupaten Sleman untuk periode 2021-2026. Diskusi menghasilkan beberapa rumusan diantaranya: perlunya sinergi dan kolaborasi Hexa Helix antara akademisi, sektor bisnis, media, komunitas, pemerintah, dan adanya lembaga keuangan sebagai penyempurna; perlu segera dirumuskannya Peraturan Daerah yang mengatur tentang Ekonomi Kreatif; perlunya penguatan peran KEK melalui penyediaan anggaran di daerah; mendesaknya re-organisasi dan revitalisasi susunan dan peran keanggotaan dari KEK; serta perlu segera diaktifkannya kemitraan strategis lintas stakeholder.

Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman diyakini akan memberikan efek multiplier seperti di antaranya pertumbuhan pada sektor terkait, tumbuhnya permintaan tenaga kerja, dan tumbuhnya permintaan barang baik di dalam maupun antar daerah. Pengembangan beberapa produk unggulan seperti salak, bambu, dan batik perlu digiatkan kembali dengan menerapkan sentuhan kreativitas dan invoasi seperti pada kualitas kemasan, jenis olahan, maupun menyinergikannya dengan 17 sektor ekonomi kreatif seperti animasi, seni pertunjukan, dan film. “Perlu adanya sinergi, pemikiran, dan strategi kompetitif mengenai konsep ekonomi kreatif, mengingat pada dasarnya ekonomi kreatif membidik value khusus yang dapat mendongkrak PAD serta berkembangnya sektor-sektor lainnya” ungkap Gregorius ketika memberikan kesimpulan akhir dalam diskusi. (***SIG/Bidang Perekonomian)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of