Diversifikasi BUMD sebagai Inovasi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Di bidang keuangan, Pemerintah Kabupaten Sleman harus terus meningkatkan persentase kontribusi PAD untuk mencapai kemandirian keuangan daerah dengan melakukan inovasi terkait alternatif peningkatan pendapatan asli daerah melalui diversifikasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal tersebut ditekankan Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, Wakil Bupati Kabupaten Sleman, dalam paparannya pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Kedua RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2016-2021, di Ruang Pangripta Bappeda pada Kamis pagi (28/02/2018). Dalam acara ini, Sri Muslimatun sekaligus memberikan apresiasi kepada tim penyusun yang bekerja hingga di luar jam kerja namun masih dapat terus menjaga ketertiban dan disiplin kerja demi tercapainya kepentingan masyarakat secara lebih luas.

Acara yang dihadiri oleh lebih kurang 175 tamu undangan mewakili stakeholder, diawali dengan laporan Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Drs. Kunto Riyadi, MPPM serta dilanjutkan arahan oleh A.A. Suwantoro, S.Psi, M.Si, Kepala Bidang Pengendalian Bappeda DIY. Dalam arahannya, AA Suwantoro memberikan apresiasi kepada Pemda Sleman atas inisiatif perubahan demi kepentingan masyarakat, sudah menyesuaikan format sesuai dengan Permendagri No. 86 tahun 2017, serta penyesuaian atas target-target yang akan dicapai di akhir tahun perencanaan tahun 2021. Harapannya, perubahan RPJMD ini dapat berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan, tidak hanya meningkatkan kemampuan keuangan daerah. (***Bidang Data dan Perencanaan Pembangunan/JFP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *