DIBALIK LIKA-LIKU PERENCANAAN: EKSPOSE PERENCANAAN BIDANG FISIK DAN PRASARANA KABUPATEN SLEMAN

Perencanaan pembangunan daerah dituntut untuk selalu dinamis mengikuti kondisi dan isu yang berkembang. Atas dasar pemikiran tersebut, Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA Kabupaten Sleman menyelenggarakan Ekspose Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana “Paparan OPD tentang Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2021 dan Perubahan Tahun 2020” pada hari Rabu, 6 November 2019 di Atrium Hotel and Resort, Yogyakarta.

Acara ini menjadi penting dalam proses perencanaan karena seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil identifikasi isu dan permasalahan pada masing-masing sektor. Dalam merumuskan program dan kegiatan tahun 2021 dan perubahan tahun 2021, tahapan ini dilakukan untuk menentukan urgensi sebuah kegiatan. Hasil identifikasi isu tidak hanya dipaparkan, namun juga menjadi bahan diskusi terbuka bagi seluruh undangan sehingga menghasilkan kesimpulan yang komprehensif.

Ekspose Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana dipandu oleh Malinda Zhara sebagai Master of Ceremony dan Boby Rozano, ST, MMG sebagai moderator, serta Retno Widodo Dwi Pramono, ST, M.Sc, Ph.D. dari MPKD UGM hadir sebagai narasumber perencanaan.  Selain itu, seluruh Kepala OPD beserta jajarannya yang terlibat dalam perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana di Kabupaten Sleman hadir memenuhi undangan. OPD tersebut adalah Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT), dan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman juga turut hadir untuk membuka acara dan memberikan sedikit prolog terkait proses perencanaan ini.

Acara dibuka oleh MC dengan membaca doa dan menyanyikan lagu kebangsaan. Selanjutnya, Drs. Kunto Riyadi, MPPM selaku Kepala BAPPEDA menyampaikan sambutan, sekaligus secara resmi membuka acara Ekspose Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana. Setelah memberikan sedikit pengantar, moderator mengundang Drs. Mardiyana, M.Si selaku Kepala Dinas Perhubungan, Ir. Dwi Anta Sudibya, MT selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Ir. Arip Pramana, MT selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu untuk maju ke panggung sebagai narasumber paparan sesi pertama.

Beberapa isu strategis yang disorot oleh Dishub antara lain adalah rendahnya travel time di perkotaan, meningkatnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, dan kurangnya sarana dan prasarana angkutan penumpang umum.

Dwi Anta Sudibya juga menyampaikan bahwa isu strategis yang tengah dihadapi DLH saat ini  antara lain terkait capaian akses persampahan, capaian akses pengolahan air limbah, target luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan terbatasnya data berbasis spasial urusan Lingkungan Hidup.

Selain itu, regulasi perizinan yang masih tumpang tindih, penerapan Sistem Online Single Submission (OSS) yang perlu disesuaikan dengan aturan daerah, serta kesadaran masyarakat dalam mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang masih rendah merupakan beberapa isu strategis DPMPPT yang dipaparkan oleh Arip Pramana.

Pada sesi kedua, moderator mengundang Muhammad Sugandi, SH, M.Si selaku Kepala DPTR, Ir. R. Sapto Winarno, MT selaku Kepala DPUPKP, dan Retno Widodo Dwi Pramono, ST., M.Sc., Ph.D. selaku ahli dari MPKD UGM. Pada sesi kedua ini Muhammad Sugandi menyampaikan isu-isu di sektor pertanahan dan tata ruang antara lain masih banyaknya tanah desa yang belum bersertifikat, kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib administrasi pertanahan, perlu adanya legalitas pemanfaatan tanah kasultanan yang digunakan oleh pemerintah daerah, dan adanya permasalahan tukar menukar di masa lampau antara tanah desa dengan tanah warga yang sampai saat ini belum bisa terselesaikan.

Isu strategis yang dihadapi DPUPKP antara lain berkembangnya daerah rawan kumuh, belum maksimalnya penyediaan tanaman hijau/taman di TPU, rusaknya sebagian besar DI (Daerah Irigasi), terjadinya pendangkalan di sebagian besar embung dan bendung, serta perlunya infrastruktur penunjang Jogja Outer Ring Road (JORR).

Paparan OPD ditutup dengan kesimpulan program dan kegiatan masing-masing OPD untuk perubahan tahun 2020 maupun usulan tahun 2021.

Setelah seluruh OPD menyampaikan isu dan permasalahannya, Retno Widodo Dwi Pramono menyampaikan feedback berupa temuan umum dalam pencermatan, penjelasan dan penyelarasan definisi, urutan proses perencanaan, serta pengertian dan posisi isu dalam proses pencapaian tujuan/sasaran.

Acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka untuk seluruh undangan yang hadir. Beberapa topik diskusi yang sempat terlontar adalah isu terkait pengendalian infrastruktur perumahan dan rencana pengadaan bus sekolah di Sleman barat dalam rangka mengurangi angka kecelakaan.Keseluruhan rangkaian Ekspose Perencanaan Bidang Fisik dan Prasarana ditutup dengan kesimpulan dari moderator serta makan siang bersama. Dengan adanya acara ini diharapkan proses konsolidasi antar OPD menjadi lebih optimal dalam menentukan arah perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah Kabupaten Sleman. (***Bidang Fispra)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of