BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Cintai Lingkungan untuk Mewujudkan Sleman yang Nyaman – Musrenbang Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman

Untuk mendapatkan usulan berupa saran, pendapat, dan tanggapan terhadap rencana kerja urusan lingkungan hidup di tahun 2021, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman pada tanggal 26 Februari 2020 mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Lingkungan Hidup bertempat di Unit I Pemda Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dwi Anta Sudibya selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai narasumber, dan Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman sebagai penanggap. Turut hadir pula berbagai peserta dari berbagai Forum dan Komunitas Peduli Lingkungan, organisasi non pemerintah yang berkecimpung dalam pengelolaan lingkungan hidup, Sekolah Adhiwiyata, serta Jejaring Pengelola Sampah Mandiri di Kabupaten Sleman. Tujuan dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman adalah menguatkan tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Sleman.

Dalam paparannya, Dwi Anta Sudibya selaku Kepala DLH menyampaikan beberapa capaian target indikator kinerja, yaitu capaian indikator kinerja sasaran peningkatan kelestarian hidup, sasaran peningkatan pelayanan dan penyediaan prasarana dan sarana sanitasi, program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah, program peningkatan pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, program peningkatan pengembangan kinerja pengelolaan persampahan lanjutan, program pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, program peningkatan pengendalian polusi, program perlindungan dan konservasi sumberdaya alam, program peningkatan kualitas dan akses informasi sumberdaya alam dan lingkungan hidup dan program pengelolaan ruang terbuka hijau.

Berdasarkan hasil dari capaian indikator pada setiap program, dapat disimpulkan terjadi kenaikan persentase dari tahun ke tahun. Selain itu juga disampaikan strategi dan arahan kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup yaitu peningkatan kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau, peningkatan kuantitas dan kualitas sarpras pengelolaan air limbah rumah tangga, peningkatan kuantitas dan kualitas sarpras pengelolaan persampahan, peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui pendekatan kearifan lokal dan mengoptimalkan pengawasan dan pembinaan untuk meningkatkan ketaatan penanggungjawab usaha dan kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab beberapa saran pendapat dan tanggapan dilontarkan oleh para peserta, antara lain:

  1. Sri Wahyuningsih dari Komunitas Banyu Bening memberikan pendapat terkait kualitas air di Kabupaten Sleman dan usulan teknologi memanen air untuk diaplikasikan secara lebih optimal.
  2. SMPN 1 Sleman selaku sekolah Adhiwiyata memberikan pendapat agar Program Sekolah Adhiwiyata lebih digencarkan guna meningkatkan pendidikan dan kesadaran lingkungan kepada generasi penerus sejak dini. Sekaligus harapan untuk pemerintah setempat memberikan papan tanda/peringatan yang berkaitan dengan kesadaran lingkungan ataupun peringatan bahaya yang diakibatkan kondisi alam pada tempat-tempat tertentu untuk menanggulangi kejadian kecelakaan kegiatan anak sekolah. Selain itu SMP 1 Sleman meminta reward untu sekolah Adhiwiyata perlu ditambah lagi untuk meningkatkan semangat bagi sekolah menjadi sekolah Adhiwiyata.
  3. Perwakilan Forum Komunitas Sungai Sleman dari sungai Boyong berharap terbitnya Peraturan Daerah yang mengatur aktivitas sempadan sungai agar kegiatan di sempadan sungai lebih ramah lingkungan dan memperhatikan keselamatan masyarakat.
  4. Haryadi dari Koperasi Peternakan Sarono Makmur mengutarakan keluhan bahwa kebijakan dan strategi pengelolaan sampah kurang dipahami masyarakat selain itu pemberian sarana dan prasarana belum terealisasi dengan kebutuhan masyarakat selain itu limbah B3 dan non B3 berserakan di sungai.
  5. Asosiasi KSM Sanitasi Seluruh Indonesia memberikan pendapat perlu diadakannya forum komunitas secara rutin untuk mensinergikan program kerja dan mengakrabkan hubungan antar komunitas perduli lingkungan di Kabupaten Sleman.
  6. Budi selaku pengelola TPS3R mengusulkan agar operator dan pemilah sampah diberikan jaminan kesehatan dan pemantauan kesehatan mengingat pekerjaan memilah sampah mengandung banyak virus dan bakteri yang beresiko terhadap kesehatan.
  7. Purwanto dari Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA) menyampaikan bahwa BORDA siap untuk mendukung pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Sleman. Peningkatan kuantitas dan kualitas air di Sleman harus diperhatikan karena mempengaruhi wilayah di bawahnya.
  8. Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) mengutarakan prokasih diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan juga membangun skema kerja sama dengan komunitas.

Sesi terakhir adalah tanggapan dari Dona Saputra Ginting terkait dengan strategi pemecahan masalah lingkungan yang terjadi, bahwa perlu dicari akar permasalahannya terlebih dahulu agar strategi pemecahan yang tepat sasaran dapat ditemukan. Salah satu permasalahan yang sedang disorot saat ini adalah tentang kualitas air yaitu apa yang menyebabkan rendahnya kualitas air saat ini sehingga perlu kita kaji dan perbaiki bersama. Selain itu penangan sampah perlu mendapatkan perhatian mengingat kondisi TPA Piyungan yang sudah mencapai batas. Sementara itu untuk pengendalian kegiatan di sekitar sempadan sungai, saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman secara bertahap sedang menyusun Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan yang di dalamnya mengatur tentang peraturan zonasi dan pemanfaatan pola ruang kawasan budidaya dan kawasan lindung. Sempadan sungai sebagai kawasan lindung akan diatur pengelolaannya di dalam Perda Rencana Tata Ruang. (***Bidang Fispra)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of