BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Bupati Sleman Buka Forum Lintas Perangkat Daerah untuk RKPD tahun 2022

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo membuka secara resmi Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sleman tahun 2022 pada hari Rabu (03/03) di Ruang Pangripta Bappeda. Acara yang direncanakan berlangsung pada 03-10 Maret 2021 ini, dihadiri oleh seluruh Perangkat Daerah di Kabupaten Sleman serta Anggota DPRD Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Kustini mengapresiasi pelaksanaan seluruh rangkaian tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dilaksanakan secara tepat waktu walaupun masih dalam kondisi pandemi. Sebagai respon terhadap hal ini pula maka tema RKPD Kabupaten Sleman tahun 2022 adalah “Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masayrakat Sleman.” Melalui Forum Lintas Perangkat Daerah ini, seluruh Perangkat Daerah diharapkan dapat menyusun usulan rencana program secara aspiratif, dan menyesuaikan dengan program prioritas, yang pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat Sleman yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan, dan memiliki jiwa gotong royong.

Forum Lintas Perangkat Daerah pada hari pertama dilanjutkan sesi paparan yang dipandu oleh Nur Fitri Handayani selaku moderator. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pendidikan. Sebagai pemapar pertama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Eka Suryo Prihantoro menyampaikan bahwa dalam rangka perwujudan Kabupaten Cerdas, terdapat tiga pilar utama pengembangan yakni 1) SDM, dana/anggaran, dan tata kelola; 2) infrastruktur digital (internet); dan 3) regulasi dan kelembagaan. Selain itu, terdapat beberapa isu penting antara lain penyediaan Free Wifi Padukuhan (1.212 padukuhan), permohonan free wifi kepada Bupati dari berbagai lembaga masyarakat, kapasitas fiber optik (Puskesmas, RSUD, SMP), keamanan data, pengembangan aplikasi Sleman Dalam Genggaman, Integrasi layanan dan SPBE, integrasi sistem internal, pelimpahan ketugasan humas, PPID Kalurahan, bimbingan teknis, tanda tangan elektronik, layanan pengaduan terintegrasi, serta sistem satu data. “Dalam rangka perwujudan penyediaan Free Wifi Padukuhan, dapat dilaksanakan melalui dua strategi yaitu melalui pemasangan wireless tanpa kabel di 487 padukuhan, serta berlangganan ke service provider (fiber optic) di 725 padukuhan, setidaknya sampai tahun 2024,” ujar Eka. 

Pada kesempatan kedua, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Agung Armawanta memaparkan program strategis terkait, yaitu pengembangan seni, olahraga dan kepemudaan melalui pengembangan daya saing kepemudaan, pengembangan minat olahraga bagi anak, pembinaan dan pengembangan olahraga masyarakat, pengembangan kelas khusus olahraga, pembangunan sarana olahraga di setiap desa, serta memberikan insentif yang memadai bagi pelaku olahraga berprestasi. Agung Armawanta juga menambahkan informasi kegiatan terkait dengan pengembangan potensi kepemudaan yang sudah dilakukan antara lain akomodasi ekspresi pemuda dalam bentuk youth expression (bakat pemuda) dan youth religia (untuk akhlak pemuda), leadership dalam bentuk latihan kepemimpinan, pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pendaatan dan pelatihan calon dan atau wirasuaha muda, pengembangan kepeloporan pemuda dan ekonomi mandiri, serta penguatan dan dukungan kelembagaan pramuka.

Kepala Dinas Pendidikan, Ery Widaryana sebagai pemapar ketiga mengungkapkan program strategis pengelolaan pendidikan antara lain rehabilitasi fasilitas sekolah (ruang  kelas dan utilitas lainnya), pemberian bantuan pendidikan (untuk keluarga miskin dan rentan miskin), peningkatan kompetensi guru (sertifikat pendidik dan pendidikan lanjutan), serta pembinaan karakter siswa (pembiasaan baik dalam upaya pembentukan karakter peserta didik). Berdasarkan Dapodik, kondisi sekolah pada tahun 2020 mengalami penurunan cukup signifikan (ruang kelas SD/SMP kondisi baik di bawah 60%) sehingga perlu rehabilitasi. Selain prasarana, kualitas pendidik juga perlu mendapat perhatian, sehingga diperlukan bantuan biaya pendidikan/beasiswa bagi guru dan KS yang melanjutkan pendidikan D IV/S1/S2 sesuai dengan analisis kebutuhan PTK. Masih dalam kesempatan yang sama, Ery menambahkan bahwa perlu ada persiapan Assessment Kompetensi Minimum, Survei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar dalam rangka merombak cara mengajar guru yang mengedepankan sistem hafalan, dan mengubahnya menjadi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai karakter, melatih belajar siswa dari metode menghafal menjadi memahami konteks belajar dengan pendekatan literasi dan numerasi berdasarkan nilai karakter utama, serta menjadi salah satu pengukuran penguatan pendidikan karakter.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan seluruh peserta Forum Lintas Perangkat Daerah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Arif Kurniawan, menekankan pentingnya kemampuan Perangkat Daerah dalam menerjemahkan visi dan misi Bupati ke dalam renca kerja secara jelas. (***BOB/Bidang Data dan Perencanaan Pembangunan)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of