BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BERSAMA MENJAGA KONDISI PRASARANA SARANA WILAYAH PERBATASAN DALAM MASA DAN PASCA PANDEMI COVID-19

Pelaksanaan beberapa kegiatan terpaksa ditunda dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19, termasuk salah satunya penanganan jalan perbatasan. Penanganan jalan perbatasan adalah urusan multisektor yang merupakan singgungan kewenangan antar pemerintah daerah, maka dari itu memerlukan koordinasi yang intensif antar Pemerintah daerah. Kepentingan koordinasi yang intensif tersebut merupakan salah satu alasan dibentuknya Sekretariat Bersama Kartamantul (Yogyakarta Sleman Bantul). Dalam wadah Sekber Kartamantul Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah  Kabupaten Sleman, dan Pemerintah  Kabupaten Bantul dapat melakukan  koordinasi sebagai upaya memecahkan masalah bersama di daerah perbatasan.

Berpijak dari kepentingan penanganan jalan perbatasan, Sekretariat Bersama KARTAMANTUL mengadakan Rapat Koordinasi Penanganan Ruas Jalan Kerjasama di Perbatasan dalam Masa Covid-19 pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020. Agenda yang dibahas adalah seputar dampak Covid-19 terhadap penanganan jalan yang telah dilaksanakan tahun 2020 beserta rencana penanganan tahun 2021. Nasa Ujiarto selaku Manager Ofice  Sekber KARTAMANTUL mengemukakan bahwa  kegiatan tersebut didasari Perjanjian Kerjasama  antara Pemerintah Kabupaten Bantul, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kota Yogyakarta No. 89/PK/Bt/2019, No. 102/PK.KDH/A/2019, No. 73/PERJ.YK/XII/2019 tentang Penyelenggaraan  Prasarana  dan  Sarana Jalan di Wilayah Perbatasan, pada  keadaan force majeure salah satunya dikarenakan oleh wabah penyakit.

Sebagai anggota Sekber KARTAMANTUL, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman merencanakan lima lokasi penanganan jalan perbatasan pada tahun 2020 dan tiga lokasi pada tahun 2021. Ruas jalan yang rencananya akan ditangani pada  tahun 2020 adalah  ruas jalan  Moyudan-Goser, Blendung-Gesikan, Tlogolor-Tlogokidul, Gampingkidul-Karangnongko, dan Papringan-Sapen. Sedangkan pada tahun 2021, Kabupaten Sleman merencanakan  penanganan  jalan meliputi lokasi ruas jalan Moyudan-Goser, ruas jalan Depok-Watulangkah, dan ruas jalan Dadapan-Gandu.

Namun demikian, dengan adanya pandemi Covid-19 mendorong berbagai pihak untuk melakukan refocusing anggaran dan merencanakan kembali rencana kegiatan yang telah disusun sebelumnya sebagai respon terhadap penanganan Covid-19. Beberapa rencana penanganan jalan perbatasan ditangguhkan. Ruas jalan yang kondisinya dianggap masih layak, yaitu ruas jalan Tlogolor-Tlogokidul, ruas jalan Gampingkidul-Karangnongko, ruas jalan Depok-Watulangkah, dan ruas jalan Dadapan-Gandu ditangguhkan penanganannya.

Dona Saputra Ginting selaku Kepala Bidang Fisik Prasarana menyampaikan bahwa pada tahun 2020, Kabupaten Sleman menunda beberapa penanganan jalan perbatasan, baik dengan peningkatan jalan maupun dengan pemeliharaan berkala. Opsi yang dipilih untuk menangani ruas jalan perbatasan dengan kerusakan ringan sampai sedang adalah dengan kegiatan pemeliharaan rutin. Ruas jalan Blendung-Gesikan yang seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020 diarahkan untuk dilaksanakan pemeliharaan berkala pada tahun 2021. Penanganan ruas  jalan Moyudan-Goser, dikarenakan sudah pernah  dilakukan  penanganan  pada  tahun 2019 dengan  kondisi  kerusakan  ringan, akan dialihkan ke ruas jalan Bendosari-Goser  akan tetapi masih sebatas penanganan bangunan pelengkap jalan (talud) pada sebagian ruasnya.

Merespon kondisi tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul juga menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan penanganan jalan perbatasan di masing-masing wilayah yang terpaksa ditunda, sama halnya dengan Pemerintah Kabupaten Sleman. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of