BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Bersama Memikirkan Masa Depan Pembangunan: Strategi Kota Bontang dan Kabupaten Sleman Membangun Infrastruktur Permukiman

Dalam rangka penguatan konsep dan strategi pembangunan infrastruktur di Kota Bontang, pada hari Rabu (18/03/2020) Bapdan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman mendapat kunjungan tamu dari Pemerintah Kota Bontang. Bertempat di Ruang Kinanthi, rombongan Kota Bontang yang terdiri dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Bontang, Bapelitbang Kota Bontang, Bagian Hukum, serta Fasilitator Pendamping yang seluruhnya berjumlah 6 orang diterima oleh perwakilan Kabupaten Sleman yang terdiri dari Bappeda Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Sleman, dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sleman.

Para tamu diterima oleh Dona Saputra Ginting ST, MES, M.AP selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana serta jajaran Kepala Sub Bidang Fisik dan Prasarana. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala Seksi Perumahan Formal Dinas PUPKP, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPKP serta Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Dinas LH untuk ikut berdiskusi dan bertukar pengalaman.

Tujuan dari kunjungan Pemerintah Kota Bontang pada kesempatan tersebut adalah untuk melakukan konsultasi dan mempelajari sejauh mana Pemerintah Kabupaten Sleman menangani kewilayahan, kerjasama dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang infrastruktur.

Topik yang menjadi perbincangan dalam pertemuan tersebut antara lain tentang penanganan genangan atau banjir. Salah satu permasalahan yang terjadi di Kota Bontang adalah sistem drainase pada jalan nasional yang masih belum tertangani. Pembuatan sumur resapan juga tidak cukup efektif mengingat kondisi tanah Kota Bontang yang mengandung tanah liat sehingga air menjadi sulit meresap dan mengakibatkan genangan. Hal ini berbeda dengan kondisi di Sleman yang tanahnya berpasir. Dalam pembangunan drainase, pembuatan sumur resapan di lakukan setiap 10 meter sehingga genangan tidak bertahan lama.

Selain itu, permasalahan lain yang tak luput disinggung dalam pertemuan ini adalah kepedulian masyarakat dalam sektor infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Sleman memilik skema penyusunan dan pengusulan Rencana Penataan Permukiman (RPP) untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat di bidang infrastruktur permukiman.

Salah satu permasalahan di Kota Bontang adalah kemajemukan masyarakatnya, karena sebagian besar adalah pendatang. Banyak pendatang yang menetap di Bontang mengakibatkan kebutuhan lahan dan tempat yang meningkat. Dengan demikian tumbuhnya permukiman baru akan memicu kebutuhan infrastruktur baru.Diskusi ditutup dengan dengan pembahasan ringan terkait keberlangsungan sosialisasi, edukasi, birokrasi, dan kerja sama di masing-masing daerah. Terjalinnya komunikasi serta diskusi antar pemerintah daerah ini diharapkan dapat menjadi ladang untuk belajar dan menjalin kerja sama di kemudian hari. (*** Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of