BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Berdayakan Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Air Minum

Program Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan Padat Karya merupakan salah satu program penyelenggaraan prasarana dan sarana air minum yang dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui keberpihakan pada masyarakat berpenghasilan rendah, keterlibatan masyarakat, inisiatif masyarakat, keswadayaan masyarakat, dan kapasitas masyarakat. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia pada rapat terbatas tentang akselerasi implementasi program infrastruktur tanggal 10 Desember 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat diamanahkan untuk memperbanyak kegiatan padat karya agar menjadi daya ungkit ekonomi nasional. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melaksanakan kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat/kegiatan padat karya yang dilaksanakan di perdesaan maupun perkotaan.

SPAM Perdesaan Padat Karya merupakan salah satu Program Padat Karya Tunai dari Kementerian PUPR dalam bidang pembangunan infrastruktur air minum untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan percepatan penanganan stunting, melalui mekanisme Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor PR.0101-CO/04 perihal Permintaan Penyampaian Usulan Desa Sasaran Program SPAM Perdesaan Padat Karya Tahun Anggaran 2021, bertempat di Ruang Rapat Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, pada Senin (15/2) Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Sleman mengadakan rapat koordinasi usulan dan komitmen melaksanakan Program Padat Karya (Cash for Work) Bidang Air Minum dalam rangka Penanganan Stunting pada Tahun 2021 di Kabupaten Sleman. Dalam pertemuan tersebut dibahas prioritas pelaksanaan untuk SPAM Perdesaan Padat Karya untuk mendukung percepatan stunting. Agar dapat diusulkan sebagai penerima program SPAM Perdesaan Padat Karya, maka lokasi desa/kalurahan harus memenuhi persyaratan di antaranya adalah berada di kawasan perdesaan, belum memiliki program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (PAMSIMAS), dan tidak termasuk daerah layanan air minum PDAM. Selain syarat yang ditentukan dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya, kriteria lain yang disepakati dalam rapat ini adalah kalurahan yang memiliki persentase stunting di atas rata-rata Kabupaten Sleman yaitu sebesar 8%. Dari kriteria tersebut akan dilakukan inventarisasi usulan Kalurahan terpilih dan diproses pengusulannya oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. (***Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of