Bappeda Sleman selenggarakan Seminar Evaluasi Hasil Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2019

Bertempat di RM Muara Kapuas, Sawahan, Pandowoharjo, Sleman, pada Rabu 30 Oktober 2019, Bappeda Kabupaten Sleman melaksanakan Seminar Evaluasi terhadap Hasil Rencana Pembangunan Daerah Tahun 2019, yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Acara menghadirkan Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP sebagai narasumber yang memaparkan pentingnya Kerangka Kerja Logis (KKL) dalam Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan. Prof. Kumorotomo menekankan dalam paparannya bahwa konsistensi logis suatu perencanaan sangat diperlukan, mulai dari pelaksanaan kegiatan, output, outcome sampai pada impact suatu program serta asumsi-asumsi eksternal yang melandasi. Selain itu, KKL juga memudahkan proses pengendalian serta evaluasi.

Kegiatan seminar ini juga menghadirkan Kepala Bidang Pengendalian Bappeda DIY, Kurniawan, S.Sos, SE, M.Ec.Dev.Akt sebagai narasumber dengan materi paparan Best Practice Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam paparannya, Kurniawan menyampaikan bahwa tingkat ketercapaian indikator kinerja utama Pemerintah Kabupaten Sleman adalah 76% (25 indikator tercapai dari 33 indikator). Adapoun indikator yang belum tercapai adalah Indeks Pembangunan Gender, LAKIP, % PAD, nilai rerata ujian sekolah, pertumbuhan ekonomi, gini ratio, nilai ekspor, serta indeks pencemaran air. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman perlu fokus pada hal tersebut dan melaksanakan akselerasi upaya pencapaian target. Selain itu, realisasi keuangan pada TW 3 adalah sebesar 49,67% sementara target pada tahun 2018 adalah 66,75%. Konsekuensinya, pada TW 4 dituntut dapat merealisasikan 40% anggaran (target sesuai realisasi 2018). (***PFP/Bidang Litbangdal)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of