Pada hari Kamis, tanggal 29 Maret  2019 bertempat di Ruang Merapi, Prima SR Hotel & Convention Jl. Magelang KM 11 Yogyakarta,  Bappeda Sleman menyelenggarakan Musrenbang RKPD tahun 2019 Kabupaten. Musrenbang RKPD tahun 2019 ini sebanyak kurang lebih  200 orang dari PD dilingkungan Pemkab Sleman, organisasi kemasyarakatan, perwakilan organisasi profesi dan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Sleman.

Dalam laporan penyelengaraan Musrenbang RKPD tahun 2019, Sekretaris Bappeda Sleman Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg  mengatakan bahwa maksud diselenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Sedangkan yang menjadi tujuan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mendapatkan masukan dan pengayaan substansi  guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Pemerintah DIY dan APBN Tahun 2019 serta Dana Keistimewaan Tahun 2020. Adapun materi dalam Musrenbang Kabupaten ini adalah rancangan RKPD Tahun 2019 Kabupaten Sleman serta penjabaran rencana program dan kegiatan per Perangkat Daerah (PD) tahun 2019.

Lebih lanjut Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg   menegaskan bahwa hasil Musrenbang Kabupaten adalah penyempurnaan Rancangan RKPD Tahun 2019 menjadi rancangan akhir RKPD Tahun 2019 yang berisi usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD Kabupaten dan usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBD Pemerintah DIY dan usulan program/kegiatan yang akan dibiayai oleh APBN. Rancangan akhir RKPD tersebut setelah disahkan dengan Peraturan Bupati akan digunakan perangkat daerah guna menyempurnakan Rancangan Renja Perangkat Daerah menjadi Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun pada saat memberikan sambutan pembukaan pelaksanaan Musrenbang menyampaikan bahwa  penyelenggaraan Musrenbang yang tepat waktu sesuai dengan siklus perencanaan pembangunan, saya harapkan dapat menjadi pendorong terselenggaranya proses penganggaran tahun berikutnya yang juga tepat waktu. melalui forum Musrenbang ini, diharapkan adanya keterlibatan dan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan di lingkungan Kabupaten Sleman, untuk  berembug bersama, memformulasikan rencana pembangunan yang lebih berkualitas lagi. Perencanaan yang benar-benar sesuai kebutuhan, menjawab berbagai permasalahan, pemanfaatan potensi wilayah secara berkelanjutan, dan mampu mewujudkan masyarakat Sleman yang lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan mampu mengejawantahkan Sleman sebagai kabupaten  cerdas pada tahun 2021.

Lebih lanjut Sri Muslimatun mengatakan pembangunan yang baik adalah sebuah proses pembangunan yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan berbagai aspek peningkatan kualitas capaian indikator pembangunan yang menjadi goals bersama. Dari 10 indikator pembangunan Sleman, sudah banyak yang capaian indikatornya telah melampaui target yang telah ditetapkan seperti angka menurunnya tingkat pengangguran; menurunnya KK miskin; angka capaian IPM; angka rasio gini; Indeks Kepuasan Masyarakat; tidak adanya konflik Sara; dan juga opini BPK dengan target WTP.

Walaupun demikian masih terdapat beberapa indikator yang perlu mendapat perhatian bersama untuk lebih didorong lagi, hingga capaiannya dapat lebih maksimal dan dapat melampaui target yang telah ditetapkan. Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2016 sampai dengan 2017 belum dapat tumbuh seperti yang diharapkan yaitu tetap pada angka 5.25%; nilai tukar petani juga belum mencapai target bahkan mengalami penurunan dari tahun 2016 yang lalu; dan capaian predikat LAKIP juga belum mampu mendapat predikat A.

Untuk mengejar capaian yang belum maksimal diperlukan peneguhan komitmen bersama, kerja keras, dan sinergitas seluruh perangkat daerah untuk mengatasi handicap yang ada pada indikator Pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani , dan juga capaian predikat LAKIP.

Sri Muslimatun menyampaikan juga bahwa untuk menjawab tantangan tahun 2019 dalam kerangka pencapaian visi pada tahun 2021, terdapat 3 isu strategis yang perlu diberikan formulasi penyelesaiannya yaitu isu Kemiskinan; Indeks Gini; dan Akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Sedangkan terkait arah kebijakan ekonomi tahun 2019, Kabupaten Sleman harus dapat meningkatkan comparative advantage atau keunggulan komparatifnya baik dalam hal SDM, infrastruktur, ekonomi, dan juga iklim investasi yang kondusif di wilayah Sleman.

Semantara itu Kepala Bappeda DIY dalam arahannya yang disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana Prasarana, Drs. Munarta, MM menyampaikan bahwa tema pembangunan DIY pada tahun 2019 adalah Pemerataan Pembangunan Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Yang Berkeadilan. Dengan mainstreaming kemiskinan, disparitas, optimalisasi kawasan selatan dan kesejahteraan warga. Pembangunan yang Merata dimaksudkan selaras dan lestari untuk mengurangi ketimpangan wilayah. Dengan fokus pada Pemberdayaan SDM baik kualitas maupun derajat ekonomi masyarakatnya dan pada infrastruktur layanan dasar yang pendukung pertumbuhan ekonomi. Adapun yang menjadi prioritas pembangunan DIY pada tahun 2019 meliputi :

  1. Mengatasi ketimpangan wilayah
  2. Mengatasi kemiskinan dan ketimpangan pendapatan
  3. Tindak lanjut/antisipasi pembangunan new yogyakarta international airport
  4. Dukungan pembiayaan pembangunan melalui peran swasta

Seusai pembukaan dan sidang pleno I dilanjutkan dengan diskusi kelompok sesuai dengan tematiknya. Diskusi tematik kemiskinan dilaksanakan diruang Merapi, sedangkan diskusi kelompok tematik peningkatan daya saing ekonomi lokal dilaksanakan di ruang Merbabu. Adapun untuk diskusi kelompok tematik ketimpangan wilayah dan pendapatan dilaksanakan diruang Semeru.

Setelah selesai sidang kelompok, acara dilanjutkan dengan penanda tanganan berita acara yang dilakukan oleh perwakilan dari peserta Musrenbang * * * (Sekretariat)