BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Bappeda Sleman Selenggarakan Forum Lintas Perangkat Daerah untuk Sinergitas Program Renstra PD 2021-2026

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman selenggarakan Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah tahun 2021-2026 di Ruang Rapat Pangripta, pada Kamis (27/05/2021) lalu. Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi, menyampaikan dalam laporannya bahwa proses penyusunan Raperda RPJMD tahun 2021-2026 telah berada pada tahap Forum Lintas Perangkat Daerah yang sedang dilaksanakan saat ini (27/05) hingga satu minggu ke depan (04/06). Saat ini masih perlu dilakukan sinkronisasi antara rancangan RPJMD dan Rencana Strategis (Renstra) dari 25 PD yang ada di Sleman. Forum Lintas Perangkat Daerah ini yang setidaknya dilaksanakan oleh 16 PD yang berkaitan secara langsung dengan tujuan dan sasaran daerah, bertujuan agar terwujud sinergitas pelaksanaan program/kegiatan oleh Perangkat Daerah dalam pencapaian visi dan misi Kabupaten Sleman.

Sementara itu, dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Hardo Kiswoyo menyampaikan bahwa Forum Lintas Perangkat Daerah harus dilakukan dengan benar-benar memperhatikan kebutuhan Sleman saat ini, bukan hanya mengikuti kegiatan dari tahun ke tahun. Dengan adanya perubahan di berbagai sektor, salah satunya adanya pandemi saat ini, tentu perlu dilakukan perencanaan yang bisa sesuai dengan kebutuhan saat ini dan lima tahun ke depan sehingga dokumen yang dihasilkan akan menjadi dokumen perencanaan yang bisa dilakukan dengan baik.

Hari pertama Forum Lintas Perangkat Daerah ini yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, Dona Saputra Ginting, menghadirkan tiga Perangkat Daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR). Kepala DPUPKP, Taufiq Wahyudi menyampaikan bahwa dalam rangka perwujudan sasaran RPJMD, tertuang ke dalam sasaran renstra “meningkatnya kondisi dan cakupan infrastruktur” dengan indikator sasaran peningkatan terhadap akses air minum layak dan aman, peningkatan sumber daya air berkelanjutan untuk ketahanan pangan, serta persentase rumah tangga yang menempati hunian layak dan terjangkau. Sedangkan sasaran lainnya “meningkatnya kondisi dan cakupan infrastruktur yang mendukung pengembangan ekonomi” dengan indikator sasaran persentase jalan, jembatan, dan drainase kewenangan kabupaten dengan kondisi baik serta persentase jumlah desa di Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) yang ditingkatkan infrastrukturnya. “Isu strategis DPUPKP Sleman adalah kegiatan ekonomi masih terpusat (terkonsentrasi) hanya pada wilayah tertentu, seperti jalan, drainase, irigasi, air bersih, air limbah, persampahan, perumahan dan permukiman, prasarana perdaganagan, gedung pemerintah, penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan” tambahnya. 

Sebagai pemapar kedua, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dwianta Sudibya menegaskan bahwa sasaran Dinas Lingkungan Hidup adalah “terkelolanya lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan” dengan indikator Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang terdiri dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU) dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Sampai tahun 2020 IKLH Kabupaten Sleman masih berada pada kategori kurang baik, terutama disebabkan oleh rendahnya nilai IKA dan IKTL. Dalam rangka peningkatan nilai IKA, perlu dilakukan penetapan titik-titik pengamatan air sehingga dapat secara jelas dilakukan upaya pengelolaannya. Selain itu, kolaborasi lintas Perangkat Daerah diperlukan dalam rangka peningkatan nilai IKLH Kabupaten Sleman secara keseluruhan.

Pada kesempatan paparan berikutnya, bertindak sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dwianta Sudibya, menyampaikan bahwa di dalam draft revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sleman, wilayah Sleman akan terbagi menjadi 4 kawasan, yaitu Sleman Timur, Sleman Barat, Sleman Tengah dan Sleman Utara, yang direncanakan seluruhnya tersusun dalam Peraturan Bupati pada tahun 2026. Guna mewujudkan pola dan struktur ruang di Kabupaten Sleman, dukungan OPD lain deiperlukan agar pembangunan wilayah dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Forum ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab serta penandatanganan berita acara kegiatan Forum Lintas Perangkat Daerah. (***BOB/Bidang Fisik dan Prasarana)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x