BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA SLEMAN SELENGGARAKAN FOCCUSED DISCUSSION GROUP (FGD) KEBUTUHAN IPTEK INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM/UKM)

Bertempat di Aula Bappeda Sleman, pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2012 diselenggarakan Foccused Discussion Group (FGD) Kebutuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri dan Usaha Kecil Menengah (IKM/UKM).  Acara FGD ini diikuti oleh 4 perguruan tinggi yaitu UGM, UII, Atma Jaya dan UNY serta 25 IKM/UKM di wilayah Kabupaten Sleman yang terdiri dari industri teknologi tepat guna, industri kerajinan, industri makanan serta industri kimia dan bangunan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Dra Suci Iriani Iriani Sinuraya, M.Si, MBA, MM mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan fasilitasi dari Pemkab Sleman untuk membantu dalam mengindentifikasi kebutuhan Iptek dalam mengembangkan IKM/UKM. Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku IKM/UKM dalam mengidentifikasi Iptek apa yang dibutuhkan dalam mengoptimalkan usaha yang dikelolanya. Lebih lanjut Dra Suci Iriani Iriani Sinuraya, M.Si, MBA, Mmmengemukakan bahwa pada forum ini akan diselenggarakan diskusi kelompok, sehingga para pelaku IKM/UK bisa berdisuksi secara langsung dengan para pakar dari perguruan tinggi tentang permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha, terutama permasalahan yang berkaitan dengan teknlologi dan bukannya masalah permodalan. Diharapkan melalui pertemuan ini u\paya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan oleh IKM/UKM dapat direalisasikan. Pertemuan dan diskusi ini diharapkan akan menghasilkan daya saing produk IKM/UKM.  Bertindak sebagai moderator dalam acara ini adalah adalah Prof Ir Prasasto Satmiko, M.Dev, Ph.D dari Universitas Atma Jaya.  Adapun materi mengenai tujuan kegiatan kegiatan FGD ini disampaikan oleh Riyanto P.hd UII, penjelasan kuesioner FGD akan disampaikan oleh Yusril  Yusuf, S.Si M.Si, M. Eng, D.Eng dari UGM.  Selain itu hadir sebagai nara sumber dalam diskusi kelompok, Dr. Amos Setiadi, ST, MT dari Universitas Atma Jaya Thomikul Huda, M.Sc dari UII, Dr. Siti Hamidah, M.Pd dari UNY, Dr. drh. Ihkram Widiyono dari UGM.

Dalam paparannya mengenai tujuan dari FGD ini, Riyanto, Ph.D mengemukakan bahwa sekarang ini kita tidak mengacu kepada resource atau sumber daya alam lagi tetapi pada abad 21 ini  sudah mengacu kepada knowledge based society atau masyarakat yang berbasis ilmu pengetahuan. Yaitu bahwa apabila kita berusaha atau melakukan sesuatu itu harus ada dasar ilmu pengetahunannya. Jadi sudah tidak jamannya lagi mengandalkan sumber daya alam yang melimpah. Tetapi saat ini sudah ditekankan pada knowledge atau pengetahuan yang mengarah pada inovasi atau penermuan baru. Oleh karen itu para pelaku IKM/UKM diajak oleh Riyanto Ph.D untuk jangan berpikir pada hal-hal yang biasa, tetapi berupaya untuk berfikir inovatif dan mulai mengaplikasikan iptek dalam menjalankan usahanya. Pelaku usaha IKM/UKM harus memiliki keunggulan kompetitif.

Lebih lanjuta Riyanto Ph.D mengungkapan bahwa setiap perguruan tinggi di Sleman memiliki  beberapa inovasi. Namun pada saat ini sebagai inovator, perguruan tinggi tidak memiliki hubungan sama sekali dengan pelaku usaha. Jadi hubungannya terputus. Oleh karena itu seharusnya ada transfer iptek antara perguruan tinggi dengan para pelaku usaha termasuk IKM/UKM. Karena itu forum ini menjadi sangat penting.  Karena melalui forum ini pihak perguruan tinggi dapat bertemu dengan para pelaku usaha untuk mentransfer iptek yang dimiliki perguruan tinggi ataupun hal-hal yang baru yang menjadi kebutuhan pelaku usaha. Kemitraan seperti ini antara litbang pemerintah dalam hal ini Bappeda dengan perguruan tinggi dan masyarakat pelaku usaha akan bertemu dan memikirkan aplikasi iptek pada IKM/UKM sehingga kualitas dan kuantitasnya dapat meningkat.

Adapun hasil dari FGD tersebut diantaranya meliputi :

  1. Pelatihan desain batik khas Sleman
  2. Teknologi meja desain, agar fleksibel dengan berbagai jenis kain
  3. Teknologi yang mampu memperpanjang masa simpan olahan coklat
  4. Desain kemasan
  5. Kesulitan dalam menemukan kemasan aluminium foil tebal dan plastik tebal
  6. Peningkatan  kualitas bakpia telo
  7. Permasalahan pemasaran dan penguasaan teknologi informasi
  8. Analisis gizi makanan olahan
  9. Kebutuhan oven atau alat pengering
  10.  Kebutuhan pengolah limbah batik
  11. Kebutuhan pengolah limbah  bambu (bau)
  12. Teknologi pengolah batu bata ringan
  13. Teknologi penggantian tanah liat dengna semen
  14. Efisiensi energi
  15. Pembentukan jejaring sesama IKM/UKM. * * *

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of