Bappeda Sleman selenggarakan FGD Pengembangan Minapadi Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan

Kegiatan pertanian minapadi di Dusun Cibuk Kidul, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman telah dikenal luas yakni sebagai desa yang mengembangkan budidaya ikan di areal persawahan, sehingga banyak tamu dari luar daerah yang ingin berkunjung ke lokasi dan mempelajari proses pertanian minapadi yang dimaksud. Oleh karena itu, upaya-upaya pengembangan perlu terus dikembangkan yang disertai oleh komitmen para stakeholder baik dari pemerintah desa, kelompok tani, kelompok sadar wisata, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta masyarakat itu sendiri. Hal tersebut diungkapkan oleh Nunuk Hartati, SP, M.Ec.Dev, Kepala Bidang Perekonomian, pada acara FGD Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Urusan Perikanan Wisata Minapadi pada Selasa (22/10/19) lalu di Kampung Flory, Plaosan, Tlogoadi, Mlati, Sleman.

Selain membudidayakan padi serta ikan, kegiatan minapadi juga menarik wisatawan untuk berkunjung ke lokasi, sehingga diperlukan pengelolaan tersendiri. Sejalan dengan hal ini, di Desa Margoluwih kini tengah dikembangkan Pokdarwis. Namun, Sri Widodo, Ketua terpilih, masih menyusun AD/ART organisasi serta pembentukan struktur organisasi yang lebih jelas sehingga tujuan-tujuan organisasi dapat tercapai. Selain itu, Pemerintah Desa Margoluwih juga turut berkomitmen dalam pengembangan pertanian minapadi ini melalui perizinan penggunaan tanah pelungguhnya, juga penyiapan sarana pendukung termasuk kesiapan SDM warga sekitar.

Beberapa warga yang tergabung dalam kelompok tani Mina Murakabi, dalam acara FGD ini juga menyampaikan beberapa persoalan seperti terhentinya supply air dari Selokan Mataram pada musim kemarau panjang sehingga mengusulkan pembangunan sumur dan pompa. Selain itu, banyak dari petani kewalahan saat melayani wisatawan sambil bekerja mengelola lahan pertanian minapadi miliknya. Keberadaan pengelola wisata secara tersendiri dirasa akan lebih memudahkan kegiatan bertani padi dan ikan. Menanggapi hal ini, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan akan menindaklanjuti dalam perencanaan kerja OPD, namun kelompok tani diharapkan dapat menyusun proposal yang memuat kebutuhan secara lebih mendetail sehingga upaya tindak lanjut dapat diselenggarakan secara lebih cepat. Terkait pengembangan pariwisata, Dinas Pariwisata tengah membentuk kelembagaan pariwisata (Pokdarwis), usulan lainnya dapat diusulkan melalui Musrenbang di tingkat kecamatan dan menjadi Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM).

“Salah satu kunci keberhasilan upaya pengembangan minapadi dan seringkali terlupakan adalah peran masyarakat sekitar dalam rangka peningkatan permintaan ikan, sehingga mampu menggeliatkan usaha perikanan. Dinas Kesehatan juga memiliki kepentingan dalam hal perbaikan gizi masyarakat terutama generasi mendatang melalui peningkatan konsumsi ikan yang dikenal memiliki kandungan Omega 3,” ungkap Dr.Ir. Ign. Hardaningsih, M.Si, selaku narasumber dari Fakultas Pertanian UGM yang dihadirkan dalam FGD ini. Hardaningsih menambahkan, pengembangan minapadi meliputi dua hal yang berbeda dalam satu areal, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda pula dan dapat dikembangkan ke dalam paket-paket yang terjadwal. Keberadaan sumur sebagai cadangan ketersediaan air juga diperlukan mengingat perilaku ikan memiliki pola berkembang biak di waktu-waktu tertentu, tidak dapat ditunda atau dipercepat. (***PFP/Bidang Perekonomian)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of