Bappeda Sidoarjo melakukan Studi Tiru Pengelolaan CSR di Sleman

Bappeda Kabupaten Sleman menjadi salah satu tujuan lokasi studi tiru Bappeda Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan peran TJSLP/CSR yang merupakan alternatif pembiayaan terhadap percepatan pembangunan serta sarana dalam membangun inovasi dan komunikasi antara Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya dan juga tanggap bencana serta bidang lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sidoarjo, Ir Agoes Boedi Tjahjono, MT saat memimpin rombongan yang terdiri dari 10 orang personil Bappeda dan 10 orang pengurus Forum CSR, bertempat di Ruang Rapat Sinom Bappeda pada Kamis (04/06/19) pagi.

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Bappeda, Drs Kunto Riyadi, MPPM serta Ketua Forum TJSP Kabupaten Sleman, Muhammad Sigit, SE, M.Si. Dalam sambutannya, Kunto Riyadi menyampaikan bahwa Forum TJSP di Kabupaten Sleman telah memiliki landasan hukum yakni Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan serta Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 Tahun 2018 tentang Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Dokumen peraturan tersebut antara lain mengatur tata tertib forum TJSP, Standar dan Operasional Prosedur (SOP) TJSP, tata cara pemberian penghargaan program TJSP serta penilaian Penghargaan CSR Award.

Maksud dari dibentuknya forum ini adalah sebagai upaya sinergisitas antara Pemerintah Daerah dan Forum CSR dalam pelaksanaan program kegiatan TJSLP/CSR dari masing-masing perusahaan yang ada di lingkungan Kabupaten Sleman. Harapannya, berbagai bantuan dari pihak swasta, baik berupa keuangan maupun fisik dapat bermanfaat secara nyata dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan satu dengan lainnya. Melalui perangkat peraturan yang jelas dan tegas tersebut, diharapkan perusahaan-perusahaan dapat lebih leluasa dalam menyalurkan sebagian keuntungannya sebagai upaya kepedulian terhadap sosial dan lingkungan sekitar, melalui suatu sistem reward and punishment.  (***Bidang Ekonomi/JFP)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of