Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Focus Group Disccussion (FGD) Penyusunan Perencanan Pembangunan Pertanian, pada hari Rabu (4/7) di ruang Sinom Bappeda Sleman. Acara FGD ini diikuti oleh Instansi terkait diantaranya Dinas PMD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PUP dan Kawasan Permukiman, Dinas LH, Dinas Koperasi UKM, Dinas Pariwisata, BKAD, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Penyuluh Pertanian, Gapoktan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sleman dan Bappeda.

Berlangsung dari pukul 09.00 WIB, FGD ini dibuka oleh Aisyah Inayati Suryani,SE, M.Si selaku Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Kabupaten Sleman dan sebagai narasumber yaitu Heru Saptono, S.TP, MM, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, yang memaparkan tentang Perencanaan Pembangunan Pertanian, Pangan Dan Perikanan Kabupaten Sleman Pada Perubahan 2019 dan 2020.

Pada kesempatan Ini hadir sebagai narasumber akademisi adalah Dr. Ir. Lestari Rahayu W, MP dan Ir. Ignatius Hardaningsih, M.Si, Akademisi dari Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. Diantaranya membahas tentang isu strategis mengenai tingginya peluang pasar komoditas organik dan pangan sehat, panjangnya rantai pasar komoditas pangan, harga komoditas pertanian yang fluktuatif, peluang pasar bagi pembudidaya lele, ikan nila,komoditas kopi dan hortikultura yang tinggi. Upaya branding beras di sleman dengan jejaring pasar, baik secara umum maupun khusus (ASN) sesuai roadmap Sleman smart city 2019, dimana beras Sleman sudah masuk ke pasar berjejaring. Balai Penyuluhan sebagai Center of Education di harapkan mampu meningkatkan kapasitas penyuluh maupun petani dalam upaya transfer teknologi dan mampu menjawab permasalahan yang dihadapi petani. Setelah pemaparan dan pembahasan dari nara sumber diatas dilanjutkan dengan diskusi.

* * * (Bidang Perekonomian)