BAPPEDA SELENGGARAKAN FOCUS GROUP DISCUSSION EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN BIDANG PEREKONOMIAN

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Focus Group Disccussion (FGD) Evaluasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi Kabupaten Sleman Tahun 2018 mengenai Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Penanaman Modal, pada hari Kamis (24/5) di ruang Pangripta Bappeda Sleman. Acara FGD ini diikuti oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan, Kepala BPS Kab. Sleman, FORPI, HIMKI, IWAPI, Kepala Bappeda Kab.Sleman, Kabag. Perekonomian, Dinas terkait yang ada dilingkungan Kabupaten Sleman.

Berlangsung dari pukul 09.00 WIB. FGD diisi oleh tiga narasumber yaitu Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Drs. Pustopo, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman dan Ajunandir, SE,MM, Kepala Bidang Penanaman Modal mewakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Sleman yang masing-masing memaparkan mengenai capaian pembangunan bidang perdagangan dan perindustrian tahun 2016-2017, capaian pembangunan bidang koperasi dan UKM tahun 2016-2017 dan capaian pembangunan bidang penanaman modal tahun 2016-2017.

FGD ini dibuka oleh Drs. Kunto Riyadi, MPPM selaku Kepala Bappedda Kabupaten Sleman dalam sambutannya mengemukakan bahwa ada tiga prioritas/tematik dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman yaitu kemiskinan, daya saing ekonomi lokal dan ketimpangan wilayah maupun pendapatan. Sektor perindustrian dan perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah dan penanaman modal merupakan pendukung pencapaian ketiga prioritas tersebut. Dikatakan pula bahwa evaluasi pembangunan ini diharapkan dapat memberikan umpan balik untuk perbaikan perencanaan tahun-tahun berikutnya.

Hadir sebagai pembahas dalam FGD ini adalah Dr. Sri Suharsih, SE. M.Si dan Ahmad Syari’udin, SE, M.Si, Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Yogyakarta.

Setelah pemaparan dari ketiga narasumber diatas dilanjutkan dengan diskusi, yang hasilnya antara lain perlunya sinkronisasi dengan perangkat daerah terkait dengan stake holder dan perlunya evaluasi atas pencapaian pada tahun kedua pencapaian RPJMD dibanding target akhir tahun RPJMD pada tahun 2021.

* * * (Bidang Perekonomian)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *