BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA SELENGGARAKAN FGD INVENTARISASI KEBUTUHAN INOVASI TEKNOLOGI

Bertempat di Aula Bappeda Sleman, hari Rabu, tanggal 16 April 2014 diselenggarakan Foccus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Kebutuhan Inovasi Teknologi  untuk produk padi, salak pondoh, kambing PE dan bambu. Acara FGD ini diikuti oleh petugas penyuluh lapangan (PPL), Penyuluh Organisme Penganggu Tanaman (POPT), petani, gapoktan, kelompok pembudidaya salak, pengrajin, asosiasi pedagang, Dinas Perindagkop, Kantor Lingkungan Hidup serta dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman. Adapun yang bertindak sebagai nara sumber DR. Ir. Lestari Rahayu W, M.P dan Ir Harsoyo, M. Ext.Ed dari Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta.

Dalam acara pembukaan, Kepala Subbidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Sleman, Sri Nurhidayah, S.Si, MT menyempaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tahapan dalam pembangunan SIDA (Sistem Inovasi Daerah). Mengingat dalam SIDA tersebut, Kabupaten Sleman telah menetapkan 4 (empat)  produk unggulan Sleman yakni padi, salak pondoh, kambing PE dan bambu. Sri Nurhidayah, S.Si, MT menambahkan bahwa kebradaan SIDA pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui inovasi. Selama ini masing-masing pihak, seperti perguruan tinggi, petugas penyuluh pertanian, petani, serta warga masyarakat lainnya mengembangkan inovasi secara sendiri-sendiri dan terpisah-pisah. Berkenaan dengan hal tersebut melalui SIDA, inovasi-inovasi yang dilakukan oleh berbagai pihak tersebut diharapkan dapat  di kumpulkan, diinventarisir, kemudian dikomunikasikan serta diaplikasikan ke pengguna atau masyarakat, selanjutnya akan ketemu cluster pada masing-masing produk.

Sementara itu dalam paparannya DR. Ir. Lestari Rahayu W, M.P menyampaikan bahwa tujuan inovasi di bidang pertanian adalah untuk mewujudkan pertanian yang kreatif guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraam petani. Dengan meningkatnya kesejahteraan petani maka lahan pertanian yang ada di Sleman ini tetap dapat dipertahankan keberadaannya dan tidak mudah beralih fungsi. Melalui FGD ini diharapkan dari para pelaku usaha pertanian dapat memberikan masukan dan saran guna menyempurnakan pembangunan SIDA. Oleh karena itu DR. Ir. Lestari Rahayu W, M.P mengharapkan agar kuesioner yang sudah dibagikan diisi dengan betul.

Lebih lanjut DR. Ir. Lestari Rahayu W, M.P menyampaikan bahwa pada FGD selanjutnya akan dilakukan dengan melibatkan inovator-inovator untuk melihat apakah inovasi yang sudah dilakukan sesuai atau belum dengan kebutuhan para pelaku pengembangan pertanian. (Sekret) *  *  *

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of