BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA GELAR SEMINAR MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PENANGGGULANGAN KEMISKINAN DI KABUPATEN SLEMAN TAHUN ANGGARAN 2011

Bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sleman pada hari Kamis, tanggal 3 Januari 2013 diselenggarakan Seminar Monitoring dan Evaluasi Program Penangggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Sleman Tahun Anggaran 2011. Seminar ini diikuti oleh Pimpinan SKPD di lingkungan Kabupaten Sleman serta semua Camat. Adapun para penyaji materi adalah Dr. Hempri Suyatna S.Sos, M.Si  dari Jurusan Ilmu Sosiatri Fisipol UGM. Adapun sebagai pembahas yakni Dra. Ambar Teguh Sulistyani Msi dari Prodi Manajemen Kebijakan Publik  Fisipol UGM.

Dalam sambutannya Kepala Bappeda Kabupaten Sleman drg. Intriati Yudatiningsih M.Kes. menyampaikan bahwa hasil evaluasi penanggulangan kemiskinan yang akan dipaparkan Pak Hempri ini ditujukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh ketepatan kegiatan baik dari sisi metode, penerima manfaat, maupun dari sisi efektivitasnya yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN. Langkah yang telah ditempuh oleh Pemkab Sleman dalam mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan Intervensi SKPD untuk diminta mengarahkan kegiatan yang belum tepat sasaran agar diupayakan untuk tepat sasaran. Selain itu Pemkab Sleman juga melakukan revitalisasi tim penanggulangan kemiskinan hingga tingkat dusun. Untuk memotivasi penanggulangan kemiskinan di Sleman,  TKPKD Kabupaten Sleman mengadakan penilaian terhadap tim penanggulangan kemiskinan guna memperebutkan TPK Award dengan tiga nominasi untuk setiap tingkatkan baik di kecamatan, desa dan dusun. Award ini bukan tujuan akhir tetapi merupakan media untuk memotivasi TPK dalam melaksanakan kegiatannya.

Lebih lanjut drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menyampaikan bahwa setiap tahun kita melaksanakan monitoring dan evaluasi penanggulangan kemiskinan. Hasil evaluasi untuk tahun 2010 yang lalu ada sekitar 30 % prorgam kegiatan yang tepat sasaran dan tepat metode. Ternyata untuk tahun 2011 ini ketepatannya meningkat, yakni mencapai 60 %. Peningkatan tersebut merupakan hasil dari intervensi yang dilakukan oleh Pemkab Sleman. Setelah paparan ini apabila dirasa kegiatan-kegiatan yang belum tetap sasaran dapat diupayakan tepat sasaran dengan melibatkan TPK.  Selain itu juga dimohon bapak Camat untuk dapat mengkoordinir TPK-TPK yang ada di wilayah kerjanya sehingga bisa berperan lebih optimal.

Sementara itu dalam paparannya Hempri Suyatna mengemukakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman. Selain itu juga untuk memperoleh bahan masukan bagi program penanggulangan  kemiskinan di Kabupaten Sleman di masa mendatang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui :

  • Survey (penerima manfaat di 17 kecamatan)
  • Wawancara Mendalam (Pemerintah Kecamatan di 17 Kecamatan, Pemerintah desa di 86 desa, PIC program penanggulangan kemiskinan, pelaksana kegiatan, pendamping, lembaga mitra).
  • Observasi/Pengamatan
  • Dokumentasi
  • FGD dengan penerima manfaat

Sedangkan metode pengambilan sampel dilakukan

  • 30 responden penerima manfaat di masing-masing kecamatan (Mengacu batas minimal responden)
  • Responden dipilih secara proporsional sesuai dengan jumlah populasi/penerima manfaat masing-masing program penanggulangan kemiskinan. (Metode pengambilan sampel distratifikasi/stratified random sampling)

Lebih lanjut Hempri Suyatna dalam kesimpulannya memamparkankan bahwa sebagian besar program penanggulangan kemiskinan baik dari APBD Kabupaten, Propinsi maupun ABPN ternyata masuk dalam kategori tepat sasaran dan tepat metode. Secara terinci kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut :

 

  1. 21 Kegiatan utama penanggulangan kemiskinan dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Sleman

–          15 kegiatan    àTepat sasaran, tepat metode

–          2 kegiatan      à Tepat sasaran, tidak tepat metode

–          3 Kegiatan      à Tepat metode, tidak tepat sasaran

–          1 kegiatan      à Tidak tepat metode, tidak tepat sasaran

 

  1. 12 Kegiatan pendukung penanggulangan kemiskinan dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Sleman

–          5 kegiatan      à Tepat sasaran, tepat metode

–          4 kegiatan      à Tepat sasaran, tidak tepat metode

–          2 kegiatan      à Tepat metode, tidak tepat sasaran

–          1 Kegiatan      à Tidak tepat metode, tidak tepat sasaran

 

  1. 3 Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan dengan sumber dana dari APBD Provinsi DIY

–          1 kegiatan      à Tepat sasaran, tepat metode

–          2 kegiatan      à Tepat metode, tidak tepat sasaran

 

  1. 14 Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan dengan sumber dana dari APBN

–          9 Kegiatan      à Tepat sasaran, tepat metode

–          2 kegiatan      à Tepat sasaran, tidak tepat metode

–          2 kegiatan      à Tepat metode, tidak tepat sasaran

–         1 kegiatan      à Tidak tepat metode, tidak tepat sasaran

 

Sementara itu dalam pembahasannya Dra. Ambar Teguh Sulistyani Msi memberikan saran dan catatan bahwa data yang dipergunakan sebaiknya menggunakan data antar waktu. Catatan lainnya yang diberikan oleh pembahas adalah dalam grafik hendaknya dicantumkan juga prosentase rerata, tertinggi dan terendah, sehingga mempermudah dalam pembacaannya. * * *

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of