BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA GELAR SEMINAR LAPORAN HASIL KAJIAN DANA BERGULIR SEBAGAI BAGIAN UPAYA PENANGGGULANGAN KEMISKINAN

Bertempat di Aula Bappeda Klabuaten Sleman pada hari Rabu, tanggal 21 November 2012 diselenggarakan Seminar Laporan Hasil Kajian Dana Bergulir Sebagai Bagian Upaya Penangggulangan Kemiskinan.  Seminar ini diikuti oleh tim pembina dan tim teknis TKPKD Kab Sleman,  SKPD yang  terkait dengan dana perguliran, semua Camat, LSM serta tokoh masyarakat. Adapun para penyaji materi adalah Drs. Saptopo, M.Si dan Asih Marini W. M.Si dari Fisipol UPN, pembahas ada dua orang yakni Dra. Ambar Teguh Sulistyani Msi dari Prodi Manajemen Kebijakan Publik  Fisipol UGM dan  staf ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. H. Dwi Supriyatno, MS

Dalam laporan penyelenggaraan kegiatan seminar ini Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Drs. Pranama M.Si mengatakan bahwa latar belakang penyelenggaraan kajian ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi program penanggulangan kesmiskinan pada tahun  2011 telah ditemukan adanya banyak sekali dana yang dikucurkan dalam rangka penanggulangan kemiskinan, baik yang berupa penguatan modal maupun pemberian alat untuk usaha ekonomi produktif yang kini tersimpan di masyarakat dalam jumlah yang cukup besar  dan cukup banyak. Dana tersebut bersumber pada dana APBN maupun yang bersumber APBD  Propinsi maupun APBD Kabupaten yang  nilainya mencapai ratusan milyar rupiah  atau sekitar Rp 225 milyar lebih. Dan jika  dihitung sejak sekitar 10 tahun silam  yang saat ini telah banyak memberikan manfaat ditengah-tengah masyarakat. Dalam rekoemendasi tersebut Pemkab Sleman menyampaikan bahwa perlu dilakukan inventarisasi secara lebih rinci guna mengetahui keberadaan dana-dana tersebut, berapa jumlahnya, disimpan oleh siapa dan bagaimana perkembangannya.  Hal ini sangat penting karena apabila dana-dana tersebut jika dikelola dengan baik, maka akan lebih efektif dalam penanggulangan kemiskinan dimasa-masa mendatang.

Hasil yang diharapkan dari seminar ini adalah yang pertama tersusunnya dokumen akhir sebagai upaya penanggulangan kemsikinan  yang dapat digunakan  sebagai bahan pengambilan kebijakan penanggulangan kesmikinan dimasa-masa yang akan datang. Kedua  dapat mengetahui dana-dana perguliran yang ada di masyarakat yang saat ini berapa jumlahnya, berapa perkembangannya dan kedepannya akan dikelola seperti apa  itu akan bisa kita  ketahui. Ketiga adalah pengelolaan dana bergulir dimasyarakat secara lebih efektif sehingga dana-dana tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. H. Dwi Supriyatno, MS mengatakan bahwa   penyelengaraan seminar dana bergulir sebagai upaya penanganan masalah kemiskinan di Sleman merupakan langkah yang sangat strategis bagi kita untuk mengevaluasi berbagai program dan upaya dalam penanganan kemiskinan. Terlebih lagi upaya penanganan kemiskinan di Sleman ini belum menunjukkan progres yang cukup berarti.  Pada pendataan tahun 2011 terdapat 50.603 KK miskin dari 305.376 KK di Kabupaten Sleman atau 16,57%, sedangkan pada tahun 2012 ini menurun menjadi 15,92% dari 312.089 KK yang ada di Sleman. Mari kita bersungguh-sungguh mencermati berbagai hal terutama 10 program yang  belum menjadi kendali atau kontrol dari Kantor penananam dan penyertaan modal P3M Sleman. Pengendalian atau kontrol tersebut diperlukan agar tidak kowar atau terbelengkalai.

Selain itu salah satu tantangan lainnya adalah masih tingginya angka pengangguran di Sleman. Meskipun jumlah pengangguran di Sleman menurun dari tahun lalu, yaitu dari 58.295 menjadi 39.921 namun masih merupakan jumlah yang tertinggi di DIY. Hingga Juni 2012, terdapat 782.377 penduduk dengan usia kerja dan jumlah angkatan kerja sebanyak 524.326 orang. Sedangkan jumlah pengangguran di Sleman yaitu dari 39.921 orang dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 15% SMP sebanyak 21%, SMA/SMK 36% dan 8,5% lulusan diploma dan 8% lulusan S1 sedangkan sisanya 9,8% tidak menyelesaikan pendidikan dasar. Kita tidak bisa menganggap enteng dan menafikan bahwa semakin tingginya jumlah pengangguran tersebut.  Persoalan yang berkaitan dengan kemiskinan tidak berdiri sendiri, demikian pula dengan pengelolaannya.

Jika kita cermati maka sebenarnya penanganan kemiskinan yang dilaksanakan pada masing-masing instansi pemerintah masih belum maksimal, belum seluruhnya  terintegrasi dan terpadu. Masih terdapat sekat-sekat penggarapan yang melihatnya dari  output sektoral, padahal masalah kemiskinan bukan masalah keterbatasan akses pada satu sektor saja. Kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat yang diakibatkan ketidak-kemampuannya dalam mengakses berbagai hal dan sifatnya kompleks. * * *

 

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
adminibu yani Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
ibu yani
Guest
ibu yani

mau nanya bagaimana caranya supaya dapat.dana bergulir.harus menghubungi kemana