BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA BESERTA DELEGASI KABUPATEN SLEMAN MENGIKUTI PERTEMUAN THE PROJECT OF CITY CLUSTERS IN SLEMAN DI BORÅS, SWEDIA

Rombongan delegasi Pemerintah Kabupaten Sleman (Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Dinas Sumberdaya Air, Energi, dan Mineral, Dinas Pasar, dan Kantor Lingkungan Hidup) yang dipimpin oleh dr.H. Sunartono, M.Kes dan delegasi Universitas Gadjah Mada pada Hari Sabtu 06 Desember 2014 bertolak menuju Kota Borås, Swedia untuk mengikuti pertemuan tingkat Manajemen dan Koordinator serta Pelatihan di Bidang Persampahan dan Kunjungan Lapanganatas undangan Pemerintah Kota Borås. Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari ini, mulai dari Tanggal 08 s/d 12 Desember 2014, merupakan salah satu bagian dari rangkaian kerjasama The Project of City Clusters in Sleman Regency yang telah terjalin sejak Tahun 2012. Pertemuan antar delegasi ini akan mengevaluasi pelaksanaan kerjasama yang telah berlangsung, target yang telah dicapai, kendala yang dihadapi serta kemungkinan untuk melanjutkan kerjasama.

Foto kegiatanThe Project of City Clusters in Sleman Regency merupakan lanjutan kerjasama dan transfer pengetahuan terkait pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan sasaran kegiatan yaitu diketahuinya bagan aliran sampah dan pembagian clusters/area di Kabupaten Sleman. Proyek ini bertujuan mengidentifikasi sampah sebagai sumber daya dan memberikan dasar keputusan bagi pengambil kebijakan di Kabupaten Sleman untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masa yang akan datang. Sebelumnya, rintisan kerjasama telah dilaksanakan sejak Tahun 2010, saat itu Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kota Borås, Swedia, University College of Borås, serta Universitas Gadjah Mada dalam Kolaborasi dan Pengembangan Teknologi dan Riset Pengolahan Sampah di Pasar Buah Gemah Ripah Gamping sebagai respon terhadap upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Sleman.

Salah satu faktor pendorong kerjasama ini adalah munculnya isu penting di dalam penanganan dan pengelolaan sampah Kabupaten Sleman yang dari tahun ke tahun produksi sampah terus meningkat seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk Kabupaten Sleman. Berdasarkan data, timbulan sampah pada Tahun 2014 terdapat 2.897,29 m3/hari, namun kapasitas pengangkutan sampah menuju ke TPA hanya sebanyak 350,12 m3/hari (10%). Masalah persampahan lainnya adalah masih banyaknya sampah yang dibuang di sungai dan lahan-lahan kosong. Pada akhirnya, penanganan sampah yang tidak tepat dapat berdampak pada  kesehatan masyarakat, pencemaran air, pencemaran tanah dan lain-lain. Di sisi lain, sampah sebenarnya dapat dipandang sebagai sumber daya potensial yang dapat bernilai ekonomis (waste to value).

Hasil evaluasi bersama yang dilaksanakan oleh masing-masing delegasi telah menunjukkan beberapa capaian/temuan antara lain:

Masyarakat telah menetapkan setidaknya dua solusi baru yang sesuai dengan keadaan masyarakat dalam pengumpulan dan pemilahan sampah.
Para pengambil kebijakan di tingkat lokal memiliki dasar untuk pengambilan kebijakan dalam pengelolaan sampah di masa mendatang.
Sampah dipertimbangkan sebagai sumber energi baru terbarukan di Sleman khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Meningkatnya pengetahuan masyarakat terkait dengan dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.
Perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah sebagai produk yang memiliki nilai tambah sebagian besar dapat dicapai.
Pengelolaan persampahan dan lingkungan menjadi salah satu muatan lokal dalam dunia kependidikan sejak TK, SD, SMP, dan SMA.
Sosialisasi 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Pasar sesuai tupoksi masing-masing dalam pengelolaan persampahan.
Seminar-seminar yang dilakukan Boras  Waste Recovery.
Pengaktifan kembali 6 Lokasi Daur Ulang Sampah (LDUS) di Kabupaten Sleman.
Penyusunan Raperda Pengelolaan Persampahan Rumah Tangga dan Sejenis Rumah Tangga.
Berbagai penelitian dan KKN yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Berbagai lomba di bidang lingkungan seperti Lomba Kampung Hijau yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

 

Berdasarkan hasil evaluasi serta pelatihan dan kunjungan lapangan yang dilaksanakan oleh para delegasi maka rencana tindak lanjut atas kerjasama ini antara lain:

Optimalisasi Instalasi Biogas di Pasar Buah Gemah Ripah Gamping dan mengembangkan bio fertilizer hasil dari instalasi biogas tersebut.
Pengembangan LDUS.
Pengembangan Triple Helix di Sleman.
Berbagai lomba di bidang lingkungan seperti Lomba Kampung Hijau yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.
Penyusunan Memorandum of Understanding sebelum kerjasama Para Pihak dilakukan.
Aplikasi kerjasama antar kota ke Swedish International Center for Local Democracy (ICLD).

(Bid. Perdesaan)

 

 

 

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of