BAPPEDA ADAKAN FOCUSSED DISCUSSION GROUP (FGD) KE 2 MINAPOLITAN KECAMATAN NGEMPLAK

Pada hari Kamis, tanggal 22 November 2012  bertempat dirumah makan dan pemancingan Ledok Gebang, Wedomartani diselenggarakan Focussed Discussion Group (FGD) ke dua dengan kelompok petani ikan di Kecamatan Ngemplak. FGD kedua ini merupakan tindak lanjut dari FGD pertama yang diselenggarakan pada tanggal 5 April 2012 ditempat yang sama. Hadir dalam acara ini Camat Ngemplak, Musta`in Aminun, SH, Rita Probowati, ST, MT, Kepala Subbidang Tata Ruang Perdesaan Bappeda Kabupaten Sleman, perwakilan dari   kelompok budidaya ikan di Ngemplak serta Dr. Ir. Triyanto M.Sc , selaku nara sumber.  Focussed Discussion Group (FGD) ini diselenggarakan dalam rangka menyusun masterplan kawasan minapolitan di Kecamatan Ngemplak.

Dalam sambutannya, Rita Probowati, ST, MT mengatakan bahwa FGD ke 2 ini merupakan  paparan hasil FGD pertama. FGD Yang opertama merupakan penjaringan aspirasi dan yan kedua merupakan pembahasan dan paparan hasil. Pada saat ini pemerintah pusat sedang menyusun rencana induk penyusunan master plan seluruh Indonesia. Seharusnya masterplannya dulu baru penyusunan kawasan mina politan. Saat ini Sleman sudah memiliki Perda tentang RTRW yakni No.12 Tahun 2012 yang didalamnya mengamanatkan Kawasan Minapolitan Kabupaten Sleman berada di Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Berbah.

Selain itu kita juga bersyukur bahwa UU Keistimewaan sudah disahkan. Dengan adanya UU Keistimewaan DIY menguatkan keberadaan kawasan minapolitan sebagai bagian dari budaya masyarakat Yogyakarta. Diharapkan dalam laporan masterplan kawasan minapolitan di Ngemplak ini sudah mencakup perkembangan terbaru terkait dengan UU Keistimewaan DIY.

Sementara itu Camat Ngemplak, Musta`in Aminun, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa pertemuan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal bagi kemaslahatan kehidupan masyarakat Ngemplak. Keistimewaan Yogyakarta sudah dikukuhkan dan mendapatkan anggaran khusus untuk menunjukkan keistimewaannya. Dalam hal ini keberadaan kawasan minapolitan sebagai budaya masyarakat.

Ngemplak juga memiliki keistimewaan dibidang perikanan dengan adanya 42 kelompok petani ikan. Hal ini mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Ngemplak. Kesejahteraan di Kecamatan Ngemplak berada di posisi ke 7 se-Kabupaten Sleman. Di Ngemplak masih terdapat 7.700 lebih warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan. sehingga kesejahteraannya perlu ditingkatan. Oleh karena itu perlu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan warga Ngemplak yang masih berada di bawah garis kemininan salah satunya dengan cara pengembangan ekonomi berbasis minapolitan. Seandainya dari 42 kelompok petani ikan itu di masing-masing kelompok ada satu saja anggotanya yang terkategorikan sebagai keluarga miskin, maka itu dapat menjadi salah satu solusi guna meningkatkan kesejahteraan warga Ngemplak. Dengan mengelola secara serius potensi perikanan yang ada di Ngemplak saya yakin akan mampu menuntaskan masalah kemiskinan yang ada di wilayah ini. Obsesi atau cita-cita Kecamatan Ngemplak saat ini adalah menurunkan minimal 1 % angaka memiskinan yang ada. Apabila program minapolitan ini  dapat diaplikasikan secara maksimal di Ngemplak maka kemungkinan warga miskin yang akan meningkat kesejahteraannya tidak hanya 1 % tetapi bisa jauh lebih banyak lagi. Dengan penurunana angka kemiskinan sebesar 1 % saja, maka peringkat kesejahteraan warga Kecamatan Ngemplak akan menduduki peringkat ke 6.

Lebih lanjut Musta`in Aminun, SH menyampaikan bahwa Dukuh diharapkan sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan. Melalui program minapolitan di Kecamatan Ngemplak potensi untuk mengembangkan perikanan di Ngemplak masih sangat terbuka luas.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Ir. Triyanto M.Sc , yang diantaranya menjelaskan bahwa program minapolitan ini merupakan akselerasi atau memeprcepat pengembangan pootensi perikanan di Ngemplak. Peningkatan tersebut bukan sekedar peningkatan jumlah orang atau kelompok yang  melakukan usaha budidaya perikanan tetapi juga terjadi perkembangan dalam diversifikasi usaha minapolitan. Dengan kata lain yang berkembang tidak hanya petani pembudidaya ikannya saja tetapi juga pedgangangya dan pengolah produk perikanan. Kadangkala pelaku usaha perikanan yang paling besar memperoleh keutungan adalah justru dipedagangnya. Sasaran pengembangan kawasan minapolitan : pemberdayaan masyarakat, penguatan dan pengembangan kelembagaaan, pengembangan iklim yang kondusif, dan peningkatan sarpras.

Lebih lanjut Dr. Ir. Triyanto M.Sc menyampaikan bahwa kegiatan perikanan sebetulnmya kegiatan yang menyimpan potensi yang luar biasa apabila dibandingkan dibanding pertanian.  Untuk padi satu hektar produksinya mungkin hanya 6 ton, maka untuk usaha perikanan jumlah produksi ikan sebanyak 6 ton dapat dihasilkan dari satu kolam saja. Wilayah Kecamatan Ngemplak surplus benih, sehingga memiliki potensi untuk pengembangan pembenihan ikan tidak saja diwilayah Kabuapten Sleman, tetapi juga dikawasan DIY. Produksi ikan paling banyak di Kecamatan Ngemplak adalah lele dan nila. * * *

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of