BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

BAPPEDA ADAKAN FGD INDIKATOR DESA MENUJU SEJAHTERA

Dalam rangka penyusunan indikator desa menuju sejahtera, Bappeda Kabupaten Sleman menyelenggarakan Foccused Discussion Group (FGD). FGD ini diselenggarakan dua kali yakni,  pada hari Kamis tanggal 26 Juli 2012 dan pada hari Selasa tanggal 31 Juli 2012 bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sleman. FGD ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh desa serta seluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman. Mengingat banyaknya peserta, serta demi optimalisasi  hasil,  maka FGD diselenggarakan dua periode. Pada FGD  periode pertama tanggal 26 Juli 2012 dihadiri oleh 47 desa yang berada diwilayah kecamatan Prambanan, Kalasan, Berbah, Pakem, Ngemplak, Cangkringan, Ngaglik, Turi dan kecamatan Tempel. Sedangkan pada FGD periode kedua yang diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2012 diikuti oleh 39 desa yang berada diwilayah Kecamatan  Depok, Sleman, Mlati, Gamping, Seyegan, Godean, Moyudan dakn Kecamatan Minggir.  Acara ini dibuka oleh Kepala Bappeda Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes. Selain dari desa dan kecamatan, turut hadir perwakilan dari SKPD dilingkungan  Pemkab Sleman. Sedangkan nara sumber dalam FGD ini Dr. Jamhari dan Dr. Subejo dari UGM.

Dalam sambutan pengarahannya drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menyampaikan bahwa sesuai visi yang tertuang dalam RPJMD, untuk dapat menuju sejahtera tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggungjawab perangkat desa. Untuk melihat tingkat kesejahteraan sangat diperlukan adanya penyusunan indikator. Selain itu dengan adanya indikator ini akan mempermudah aparat pemerintah dalam mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sudah barang tentu dalam menentukan acuan ini tidak mudah, sehingga perlu mengajak perguruan tinggi dalam menentukan indikatornya. Dengan adanya acuan atau indikator tersebut nantinya setiap desa dapat secara rutin mengukur kondisi desa masing-masing. Guna merealisasikan hal tersebut maka sangat diperlukan adanya basis data. Untuk mendapatkan basis data inilah kita melakukan FGD ini.

Lebih lanjut drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes  mengatakan bahwa merealisasikan visi menuju masyarakat yang lebih sejahtera salah satu ukurannya adalah IPM atau Indeks Pembangunan Manusia. IPM Kabupaten Sleman pada tahun 2011 mencapai  78,2. Pada tahun 2015 diharapkan IPM Kabupaten Sleman mencapai 80, syukur bisa lebih dari 80. Untuk mencapai IPM 80, kita perlu indikator desa menuju sejahtera guna lebih memfokuskan program dan kegiatan pembangunan. Indikator pokok desa sejahtera tersbut adalah pendidikan kesehatan dan perekonomian. Sedangkan indikator penunjangnya adalah sosial, perumahan dan lingkungan. Inilah yang akan menjadi pedoman bagi  Pemkab Sleman dalam menuju desa sejahtera.

Dengan adanya indikator tersebut setiap ada kegiatan atau program dapat kita arahkan pada pencapaiannya desa sejahtera. Demikian juga dengan adanya program KKN bisa diarahkan untuk pencapaian indikator pokok dan penunjang desa sejahtera. Harapannya kegiatan yang dilakukan, baik itu oleh pemerintah desa, pemkab, perguruan tinggi serta pihak-pihak lain ada benang merahnya menuju masyarakat sejahtera. Berkenaan dengan hal tersebut kami persilahkan untuk berdikusi dan memberikan masukan dalam penyusunan basisi data ini.

Sementara itu dalam paparannya hasil survey lapangan Dr. Jamhari mengatakan bahwa data yang telah dihimpun dari desa di 9 kecamatan ternyata masih banyak yang belum  lengkap. Desa yang telah mengisi kuesioner yang dibagikan secara lengkap baru satu desa, yakni Pendowoharjo. Guna mendapatkan gambaran yang lebih lengkap desa-desa yang telah diberi kuesioner diharapkan dalam waktu dua minggu kedepan dapat melengkapinya. * * *

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of