BAPPEDA SLEMAN Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511, Telp/Fax 0274-868800, bappeda@slemankab.go.id

Antisipasi Dampak Tol Jogja-Bawen terhadap Infrastruktur di Kabupaten Sleman

Rencana pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang akan menghubungkan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan bagian dari upaya peningkatan aksesibilitas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yakni Kawasan Pariwisata Super Prioritas Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Ruas jalan tol ini  akan menjadi bagian dari sistem jaringan jalan tol Trans Jawa yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Nasional dengan mengintegrasikan kegiatan perekonomian wilayah dan menurunkan biaya transportasi logistik di Pulau Jawa melalui satu jaringan jalan tol yang terintegrasi dan sinergis.

Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang membentang di Kabupaten Sleman, pada seksi 1 dari Kapanewon Mlati hingga Kapanewon Tempel memiliki panjang kurang lebih 7,5 km. Ruas ini akan memiliki  simpang susun yang berada di Jawa Tengah dengan pintu exit/entry direncanakan berada di Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel. Sehingga diperlukan penyesuaian-penyesuaian terhadap infrastruktur di sekitar lokasi tersebut. Selain itu, struktur jalan tol yang akan dibangun terdiri dari dua tipe yakni elevated dan at-grade, menyesuaikan dengan kondisi kawasan yang dilintasi.

Bertempat di Ruang Rapat Dewi Sri 1, Hotel Atrium Yogyakarta, Sendangadi, Mlati, Sleman, pada hari Senin (12/4) telah diselenggarakan Rapat Koordinasi Antisipasi Dampak Tol Yogyakarta-Bawen terhadap Infrastruktur di Sleman, yang dihadiri oleh tim konsultan perencana jalan tol serta seluruh Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Sleman yang berpotensi terdampak dari pembangunan jalan tol.

Beberapa infrastruktur di Kabupaten Sleman akan terdampak oleh aktivitas pembangunan jalan tol yaitu terjadinya perpotongan pada jalan eksisting, saluran dan sungai. Guna mempertahankan konektivitas, aksesibilitas serta pengembangannya di masa mendatang, maka diperlukan solusi atas potensi dampak yang terjadi. Potongan pada jalan eksisting dapat diatasi dengan “mengangkat” jalan eksisting tersebut di atas jalan tol (overpass) atau “menurunkan” jalan eksisting melewati di bawah jalan tol (underpass). Tim konsultan perencana pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, memaparkan bahwa akan ada 17 titik rencana persimpangan tak sebidang  pada seksi 1 ini, dengan 13 titik berada di Kabupaten Sleman dan 4 titik di Kabupaten Magelang.

BAPPEDA Kabupaten Sleman akan berkoordinasi lebih lanjut dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan identifikasi secara mendetail dari 13 titik rencana persimpangan tak sebidang yang memotong infrastruktur jalan di Kabupaten Sleman. Dalam waktu dekat, tim akan segera melakukan survei lapangan pada titik rencana persimpangan tak sebidang tersebut, juga beberapa lokasi titik jaringan utilitas dan infrasturktur yang terdampak berdasarkan hasil dari koordinasi dan survey lapangan. (***JUN/ Bidang Fisik dan Prasarana)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of