Pembangunan Kawasan Perdesaan bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi, dan/atau pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana, program, dan kegiatan para pihak pada kawasan yang ditetapkan, sejalan dengan amanat Undang – Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, pada tahun 2015 melalui pendamping manajemen kawasan perdesaan memberikan fasilitasi penyelenggaraan perencanaan, penetapan lokasi dan penyusunan rencana pembangunan kawasan perdesaan (RPKP)    bagi 73 kab/kota yang dilanjutkan dengan penetapan oleh bupati/walikota.   Dari 73 kab/kota yang mendapatkan fasilitasi RPKP sejumlah 53 kabupaten mendapatkan pendampingan kawasan perdesaan berupa bantuan tenaga “pendamping kawasan perdesaan” dan Kabupaten Sleman merupakan salah satunya kabupaten yang menerima pendampingan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Pendampingan kawasan perdesaan kepada masyarakat dimaksudkan untuk memfasilitasi, mensinergikan berbagai kepentingan, sumber daya anggaran, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia desa kedalam pembangunan kawasan partisipatif dalam mensejahterakan masyarakat di kawasan yang ditetapkan.

Penetapan kawasan perdesaan merupakan bagian dari Kabupaten/Kota yang terdiri dari beberapa desa yg berbatasan yang memiliki kesamaan dan/atau keterkaitan masalah atau potensi pengembangan dalam satu wilayah perencanaan yang terpadu. Penetapan Lokasi Kawasan Perdesaan di Kabupaten Sleman meliputi 5 desa yakni Kecamatan Minggir (Desa Sendangmulyo, Desa Sendangarum), Kecamatan Moyudan (Desa Sumberarum, dan Desa Sumberagung) serta Kecamatan Godean (Desa Sidorejo).

Sebagai tindak lanjut dari penetapan kawasan perdesaan Kabupaten Sleman maka bertempat di Pendopo Kecamatan Moyudan pada tanggal 14 November 2016 dilaksanakan Workshop Kerjasama Antar Desa dalam Perencanaan Pengembangan Kawasan Perdesaan di dalam Kawasan Strategis Kabupaten. Workshop yang difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Sleman sebagai Sekretariat BKPRD Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, dan dihadiri oleh perwakilan aparat dan masyarakat desa dari 5 desa terpilih.

Forum koordinasi ini menghasilkan kesepakatan berupa penandatangan antar kepala desa tentang kesediaan melakukan kerjasama antar desa terpilih untuk melaksanakan pengembangan kawasan perdesaan oleh 5 (lima) desa yakni Desa Sidorejo, Desa Sendangmulyo, Desa Sumberarum, Desa Sendangarum serta Desa Sumberagung. * * *(Bidang Fisik dan Prasarana)