Rekompak bekerjasama dengan Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Sleman melaksakan Sosialisasi dan FGD tentang DRI (Disaster Recovery Index) Sektor Sosial di Wilayah Pasca Bencana Erupsi Merapi Tahun 2010 di Atrium Hotel and Resort, Jl. Kebon Agung No. 20, Sendangadi, Mlati, Sleman. Sosialisasi dan FGD dihadiri oleh beberapa Kepala Desa, camat, dan Kepala Perangkat Daerah yang terkait. Tujuan dilaksanakannya sosialisasi dan FGD ini adalah menentukan bobot indikator dalam melakukan survey lapangan dengan untuk mengetahui tingkat kepulihan sosial masyarakat pasca implementasi  kegiatan  Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari berbagai pihak. acara dibuka oleh P. Kunto Riyadi selaku Kepala Bappeda Kabupaten Sleman.

Erupsi Merapi tahun 2010 mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Bencana tersebut selanjutnya ditetapkan sebagai kejadian bencana nasional. Bencana ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan bencana serupa pada lima kejadian sebelumnya, yaitu kejadian pada tahun 1994, 1997, 1998, 2001 dan 2006. Kerusakan yang diakibatkan oleh erupsi gunung merapi berdampak pada sektor permukiman, infrasstruktur, sosial, ekonomi, lintas sektor yang mengakibatkan terganggunya aktivitas dan layanan umum di daerah sekitar gunung merapi

Banyak bantuan yang telah dikucurkan untuk pemulihan dari dampak erupsi merapi tersebut, untuk itu perlu dilaksanakan kajian agar diketahui Efektifitas dan kemajuan sekaligus kekurangan dari program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Paska Bencana. Perlu diukur tingkat kepulihan kehidupan sosial masyarakat paska implementasi program Rehabilitasi dan Rekonstruksi melalui penilaian terhadap indikator pendukung sektor kehidupan sosial masyarakat (Agama, Pendidikan, Kesehatan, Olahraga, Organisasi kepemudaan, Seni dan  Budaya, Modal Sosial). Diperlukan angka Indeks Pemulihan  sektor Sosial yang bisa dipahami oleh umum, yang  indikatornya   sesuai dengan  kehidupan masyarakat. * * * (Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan)