Kabupaten Sleman merupakan salah satu kabupaten/kota yang menjadi uji coba menuju kabupaten/kota layak anak di Indonesia.   Berdasarkan verifikasi   pemerintah pusat yang berdasarkan  pada data-data yang dilaporkan oleh Pemkab Sleman, Kabupaten Sleman masuk 13 (tiga belas) besar dari  89 kabupaten/Kota se Indonesia.

Selanjutnya dari ke 13 besar Kabupaten/Kota tersebut dilakukan verifikasi langsung ke lapangan. Tim dari pusat telah melakukan verifikasi lapangan di Kabupaten Sleman pada tanggal 14 Juni 2011 Berdasarkan verifikasi langsung yang dilakukan, Tim verifikasi  cukup puas melihat kondisi riil dilapangan. Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Sleman, Drs. Pranama, M.Si mengungkapkan bahwa berdasarkan pantuan langsung dilapangan, terutama di Puskesmas Seyegan  menunjukkan bahwa Sleman sudah memiliki  puskesmas yang memiliki ruang ibu menyusui, memiliki puskesmas yang ada area bermain unutk anak-anak, kemudian di puskesmas ada psikolog remajanya yang stand by dan siap diajak berkonsultasi.

Selain itu berdasarkan pantauan di KUA  Seyegan ternyata anak-anak dibawah 18 tahun yang  melakukan pernikahan dini ternyata sangat rendah sekali. Belum tentu  dalam kurun waktu satu tahun ada pernikahan dini. Di Seyegan dalam 3 tahun hanya ditemukan 1 pernikahan dini.  Dengan kata lain pernikahan dini di Sleman ini sangat rendah sekali. Realita ini menjadi point tersendiri bagi Sleman di mata tim verifikasi.  Selanjutnya verifikasi juga dilakukan di SMK Seyegan.  Drs. Pranama, M.Si menambahkan bahwa berdasarkan data, di SMK Seyegan ini siswa miskinnya cukup banyak. Dari 700 lebih siswa di SMK Seyegan, yang  tergolong siswa miskin sebanyak 204 siswa yang memperoleh jaminan pendidikan. Dari siswa miskin tersebut sebanyak 29 % diantaranya menduduki rangking atas rata-rata ujian nasional di Kabupaten Sleman. Ini merupakan hal yang sangat membanggakan dan menjadi nilai tambah tersendiri bagi Sleman dalam merealisasikan Kabupaten Layak Anak. Dalam kegiatan verifikasi ini tim dari Pusat berkesempatan untuk berdialog secara langsung dengan siswa miskin, serta melihat pengolahan limbah di sekolah.

Drs. Pranama, M.Si mengemukakan bahwa dari 4 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY yang diverifikasi, ternyata Sleman tidak kalah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya. Namun demikian Drs. Pranama, M.Si  menegaskan bahwa Pemkab Sleman harus segera melakukan langkah-langkah integrasi dan membuat regulasi-regulasi yang berkaitan dengan Kabupaten layak anak.

Lebih lanjut Drs. Pranama, M.Si menuturkan bahwa berdasarkan  sampel dilapangan dan diskusi dengan para stakeholder ternyata di Sleman ini sudah banyak fasilitas publik yang ternyata sudah memenuhi standar layak anak. Salah satunya adalah  bukaan pintu di gedung fasilitas publik, seperti sekolah, kantor kecamatan, puskesmas  sudah membuka kearah luar. Apabila terjadi bencana bukaan pintu kearah keluar ternyata mempermudah dan memperlancar kegiatan evakuasi atau penyelamatan diri, dibandingkan pintu yang membuka kearah dalam. Dengan kondisi tersebut membuk-tikan bahwa Kabupaten Sleman telah siap menjadi Kabupaten Layak Anak. * * *