Selama tahun 2009 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Sleman telah berjalan dengan lancar. Adapun perguruan tinggi yang melaksanakan KKN di wilayah Kabupaten Sleman ada 13 PT antara lain: UAD Yogyakarta, STPMD “APMD”, UGM, UNY, IST “AKPRIND” , UKDW, UJB, UPN, Stisipol Kartika Bangsa, ISI , STIKES Surya Global,  UII dan UST Yogyakarta. Lokasi KKN menyebar di 17 Kecamatan dengan jumlah mahasiswa sebanyak  4.317 orang, yang berlangsung mulai bulan Januari 2009 sampai dengan Januari 2010.

Jenis KKN yang dilaksanakan olah masing-masing PT cukup beragam antara lain: KKN Reguler, KKN Alternatif, KKN PPL, KKN Tematik, KKN Mandiri, KKN PPM, KKN Service Learning, dan PBL (Praktek Belajar lapangan).

Kegiatan KKN diharapkan terintegrasi dengan program pembangunan di Kabupaten Sleman, dan program dari Pemda Sleman adalah:

1.       Pemberdayaan potensi  sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti pengolahan sumber alam, holtikultura, perbaikan lingkungan dan sebagainya dengan cara memberikan pelatihan dan penyuluhan tersebut, maka diharapkan dapat memberikan motivasi masyarakat dalam pembangunan daerah .

2.       Pengembangan sumber daya manusia melalui pengembangan pendidikan dan pelatihan dalam bidang sosial, ekonomi, kesejahteraan lingkungan dan pengembangan seni budaya.

3.       Pengembangan ekonomi mikro melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pelatihan manajemen industri rumah tangga dan sebagainya.

 

Program yang telah dilaksanakan oleh PT selama KKN di Kabupaten Sleman adalah sebagai berikut:

1.       Bidang Prasarana Fisik, kegiatannya adalah:

a.       Pembuatan batas jalan dengan pekarangan warga

b.       Pengecatan gardu, pengecatan kursi warga

c.       Pembuatan papan informasi kegiatan dan papan pengumuman

d.       Pengecatan dan pemasangan instalasi lampu sorot pada papan nama desa

e.       Pembuatan plang petunjuk arah dan plang nama/papan usaha masyarakat

2.       Bidang Pendidikan, kegiatannya adalah:

a.       Pelatihan komputer dan bahasa Inggris

b.       Bimbingan belajar

c.       Mengadakan lomba cerdas cermat umum untuk anak sekolah

d.       Sosialisasi PAUD, pelatihan kader serta pembentukan kelompok PAUD

e.       Pembentukan perpustakaan

3.       Bidang Keagamaan, kegiatannya adalah:

a.       TPA

b.       Penyuluhan Hukum-hukum dasar keagamaan dengan cara mengadakan pengajian

c.       Pelatihan ustadz/ustadzah

4.       Bidang Kewirausahaan, kegiatannya adalah:

a.       Pelatihan ketrampilan usaha, misalnya di bidang boga, tata busana, pelatihan otomotif dan sebagainya

b.       Penyuluhan dan pendampingan kelompok usaha industri rumah tangga, misalnya dalam melakukan inovasi produk, pembuatan label dan packaging produk olahan serta pemasarannya

c.       Pelatihan manajemen kewirausahaan

5.       Bidang Kesehatan, kegiatannya adalah:

a.       Penyuluhan kesehatan dan lingkungan

b.       Melakukan penyuluhan kader, misalnya kader jumantik, kader posyandu, kader posyandu lansia, kader bencana dan lain-lain

c.       Membantu program kerja Puskesmas, misalnya gerakan 3 M plus untuk pemberantasan sarang nyamuk, membantu melaksanakan monitoring UKS, kampanye GSI (Gerakan Sayang Ibu)

d.       Pemeriksaan kesehatan

e.       Sosialisasi kesehatan reproduksi untuk remaja

f.        Senam untuk lansia

6.       Bidang Kepemudaan, kegiatannya adalah:

a.       Pendataan golongan darah

b.       Pelatihan manajemen organisasi

7.       Bidang Olah raga, kegiatannya adalah:

a.       Pelatihan dan pembinaan olah raga sepak bola

b.       Pelatihan dan pembinaan seni, baik seni kaligrafi maupun seni tari

8.       Bidang Sosial kemasyarakatan, kegiatannya adalah:

a.       Pemberian informasi pemilu kepada masyarakat serta melakukan pemantauan terhadap proses dan pelaksanaan kegiatan pemilu legislatif, DPD serta pilpres dan wapres tahun 2009

b.       Kerja bakti

9.       Bidang pertanian, perikanan dan peternakan, kegiatannya adalah:

a.       Sosialisasi pembuatan pupuk organik

b.       Pengarahan pembuatan biogas

c.       Pembuatan mesin perontok padi

d.       Penyuluhan tentang tanaman obat keluarga

e.       Pendataan tenak dan pembuatan kelompok ternak

f.        Penyuluhan penyakit hewan

g.       Perbaikan kandang hewan dan sanitasinya

h.       Peningkatan kualitas ternak

10.   Bidang Administrasi desa/dusun, meliputi kegiatan:

a.       Penyusunan dan penataan administrasi pedukuhan

b.       Pendatan penduduk

11.   Bidang  Informasi dan Teknologi (IT)

a.       Sistem instalasi jaringan

b.       Pengenalan program dan design grafis

c.       Pembuatan data base server

d.       Pemasangan fasilitas internet

e.       Penanganan virus komputer

12.   Lain-lain merupakan kegiatan insidentil  antara lain:

a.       Mengadakan perlombaan untuk anak-anak memperingati hari kemerdekaan RI

b.       Kegiatan insidental desa

 

Dalam pelaksanaan KKN, Pemda Sleman menyediakan dana stimulan yang bisa digunakan oleh mahasiswa.  Adapun  rincian dana yang telah dialokasikan kepada mahasiswa KKN adalah seperti di bawah ini:

 

Alokasi bantuan dana KKN  Kabupaten Sleman Tahun 2009

No

Nama PT

Jml kelompok

Besarnya Dana

1 Universitas Ahmad Dahlan 10 Rp     2.300.000,-
2 Universitas Kristen Duta Wacana 8 Rp     4.750.000,-
3 Universitas Islam Indonesia 25 Rp     8.850.000,-
4 Universitas Negeri  yogyakarta 22 Rp     6.250.000,-
5 Universitas Gajah Mada 56 Rp   14.000.000,-
6 STPMD”APMD” 4 Rp     2.050.000,-
Jumlah 125 klp Rp   38.200.000,-

Sumber: Bidang Kesra Setda Kab. Sleman Tahun 2009

 

Sebelum mahasiswa terjun ke lokasi KKN, didahului dengan pembekalan yang diselenggarakan oleh PT  yang bersangkutan dengan materi-materi yang dibutuhkan, salah satunya adalah materi dari Pemda Sleman. Bappeda dalam hal ini mewakili Pemda Sleman menyampaikan pembekalan KKN berupa penyampaian informasi tentang program-program Pemda maupun info-info lain yang dibutuhkan mahasiswa untuk lebih mengenal calon lokasi KKN.

Selain menyediakan stimulan  Pemda Sleman juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan KKN agar dapat diketahui secara langsung kegiatan KKN yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sleman. Pelaksanaan monev telah dilaksanakan antara lain di Kecamatan Depok, Kalasan, Pakem,  Moyudan dan Seyegan.

 

Dalam pelaksanaan KKN masih terdapat kendala-kendala antara lain:

1.      Proses perijinan yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, sebagai contoh perguruan tinggi yang akan menerjunkan mahasiswanya langsung mengajukan surat ijin KKN ke Bappeda, sementara desa atau instansi yang dituju belum diberitahu.

2.      Pengajuan proposal bantuan dana seharusnya diberikan secara kolektif oleh LPM, tetapi masih sering terjadi mahasiswa mengajukan tanpa melalui LPM.

3.      Program KKN kadang-kadang tidak sesuai dengan program dari desa.

4.      SDM aparat desa yang kurang memadai sehingga kurang bisa bersinergi dengan mahasiswa.

5.      Masih ada sikap mahasiswa yang kurang kontrol dalam perilaku misalnya suka minum minuman keras sehingga cukup mengganggu ketertiban masyarakat.

6.      Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 55/Kep/KDH/2003 tentang Ijin KKN, PKL dan Penelitian, telah disebutkan di sana bahwa setelah selesai melaksanakan KKN setiap mahasiswa wajib menyampaikan laporan kegiatan kepada Pemda Sleman, tetapi pada kenyataannya tidak semua mahasiswa KKN memberikan hasil laporannya.

 

Dari seluruh pelaksanaan KKN maka ke depan agar lebih baik perlu ditingkatkan kerja sama antara Pemda dengan pihak Perguruan Tinggi serta meningkatkan sinergi antara mahasiswa, pihak  PT maupun Pemda dan desa yang menerima KKN, sehingga benar-benar terjadi sinergitas yang optima. Adapun  rekomendasi yang perlu untuk ditindak lanjuti pada pelaksanaan KKN di tahun-tahun mendatang adalah sebagai berikut:

1.       Pihak PT perlu mengadakan pendekatan terlebih dahulu kepada desa yang akan dituju sehingga mekanisme perijinan tidak mengalami hambatan.

2.       Dana yang tersedia dari Pemda agar dapat dimanfaatkan  oleh mahasiswa .

3.       Agar program KKN dapat sesuai dengan kebutuhan desa maka sebelum mahasiswa menyusun program perlu diadakan sosialisasi, koordinasi, observasi potensi dan identifikasi permasalahan yang terdapat di lokasi KKN.

4.       Untuk mengurangi perilaku negatif mahasiswa, maka perlu pengawasan dari pihak PT yang bersangkutan.

5.       Agar laporan dapat selesai tepat waktu perlu ada pemberian batas waktu dalam pengumpulan laporan KKN kepada Pemda Sleman. * * *