Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Sleman, 2015-2025 merupakan kaji ulang Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Sleman, 2011-2016 yang dilatar-belakangi :

  1. Potensi daya tarik wisata yang dapat menjadi sektor andalan perekonomian rakyat;
  2. Perlunya database pariwisata daerah yang memiliki prospek pengembangan yang berkesinambungan; dan
  3. Perlunyapenguatan secara yuridis dengan mengarahkan terbitnya Perda Kepariwisataan untuk mendukung kontinuitas rencana beserta program yang dirancang. Penyusunan dokumen RIPK menjadi penting karena sektor pariwisata merupakan sektor yang diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesempatan kerja sekaligus memberikan tambahan bagi pendapatan masyarakat.

RIPK merupakan bagian dari perencanaan pembangunan wilayah secara keseluruhan. Tujuan penyusunan RIPK adalah :

  1. Menyusun arah pengembangan serta konsep, kebijakan dan rencana strategis yang akan menjadi dasar pengembangan destinasi Sleman di masa yang akan datang; dan
  2. Menyiapkan arah, strategi dan pola keterpaduan pengembangan destinasi pariwisata Sleman dimasa yang akan datang. Adapun sasarannya adalah tersusunnya pedoman atau arahan pola keterpaduan pengembangan pariwisata dalam format keterpaduan lintas sektor berjangka waktu yang dapat digunakan sebagai acuan bagi pengembangan maupun peningkatan kualitas pariwisata Kabupaten Sleman.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPK) Kabupaten Sleman dijabarkan menjadi dua tahapan, yaitu Tahap I (2015-2020) dan Tahap II (2021-2025) dengan mengembangkan 4 (empat) pilar yang harus dikembangkan secara sinergi dalam industri kepariwisataan, yang meliputi destinasi, industri, kelembagaan, dan pemasaran. Pada tahap I, akan dilakukan:

  1. pengembangan daya tarik wisata untuk meningkatkan daya saing dan akselerasi perkembangan kawasan pariwisata Kabupaten Sleman;
  2. pengembangan atraksi dan fasilitas desa-desa wisata Kabupaten Sleman guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutannya;
  3. pengembangan infrastruktur dan moda transportasi penunjang ke dan dari objek wisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata;
  4. pengembangan sarana penunjang fasilitas wisata di destinasi wisata untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan di objek wisata;
  5. pengembangan kapasitas masyarakat sebagai tuan rumah (host), baik di desa-desa wisata ataupun di sekitar objek wisata;
  6. pengembangan tindakan pelestarian sumber daya wisata dan lingkungan di kawasan wisata dan atau di desa-desa wisata;
  7. penyusunan Kajian Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Daerah sesuai arahan pengembangan yang telah ditetapkan;
  8. pengembangan fasilitasi, regulasi, insentif dan disinsentif untuk pengembangan usaha pariwisata;
  9. pengembangan fasilitasi, regulasi, insentif dan disinsentif untuk pengembangan usaha pariwisata;
  10. pengembangan kemitraan antar para pelaku industri wisata dalam rangka menunjang destinasi Sleman;
  11. pengembangan prosedur dan mekanisme tanggung jawab sosial (corporate social responsible) industri wisata bagi penguatan kapasitas dan lingkungan masyarakat di sekitar objek wisata dan atau desa-desa wisata;
  12. pengembangan standardisasi dan sertifikasi SDM  dan industri di bidang usaha jasa pariwisata mengantisipasi pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015;
  13. penguatan peran Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Sleman dalam melakukan promosi destinasi secara optimal;
  14. pengembangan dan penguatan lembaga pengelola desa wisata, Forkom Desa Wisata  dan penambahan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Sleman;
  15. pengembangan kompetensi sumber daya manusia  terkait dengan Kapasitas dan Ketrampilan pada beberapa asosiasi: Himpunan Pramuwisata, ASITA, PHRI, Saka Pariwisata, Polisi Pariwisata;
  16. pengembangan model pemasaran kepariwisataan guna memperluas pasar, baik wisatawan nusantara atau wisatawan mancanegara;
  17. pengembangan strategi dan materi serta content promosi yang up date, komprehensif dalam bahasa Indonesia dan bahasa asing lainnya;
  18. pengembangan media promosi yang dipergunakan, baik secara elektronik (IT) ataupun non elektronik; dan
  19. pengembangan citra kepariwisataan Sleman sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman dan berdaya saing.

Sedangkan pada tahap II (2021-2025), tujuan yang ingin dicapai adalah :

  1. terwujudnya  Sleman sebagai destinasi yang inovatif, aman, nyaman, dan menarik serta mudah dijangkau ditunjang dengan lingkungan yang terjaga sehingga mampu meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat;
  2. terwujudnya industri pariwisata yang berdaya saing, kredibel, mampu menggerakkan kemitraan usaha, dan bertanggung jawab atas kelestarian dan keseimbangan lingkungan alam dan sosial dan budaya;
  3. terwujudnya organisasi kepariwisataan level pemerintah dan masyarakat (komunitas), regulasi dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien guna mendorong kepariwisataan berkelanjutan; dan
  4. terwujudnya pemasaran yang sinergis, unggul dan bertanggung jawab  untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan.

* * *