Evaluasi hasil kajian dilakukan untuk mengukur sejauh mana kajian pembangunan dalam bidang tersebut telah diimplementasikan oleh SKPD terkait sekaligus sebagai masukan bagi rangkaian perencanaan pembangunan periode berikutnya. Topik ini diulas pada seminar evaluasi hasil kajian pembangunan bidang sosial budaya yang dilaksanakan di Warung Makan Pecel Blora Tridadi Sleman pada hari senin 31 Oktober 2016. Mendatangkan tenaga ahli sekaligus narasumber seminar yaitu Tunjung Laksono, SIP, M.Si dan tim dari UMY, seminar ini juga mengundang SKPD, pamong PAUD, TK serta sekolah sebagai peserta dan pembahas utama Asisten II ibu Dra. Suyamsih, MPd/

Tahun 2012-2014 Bidang Sosial Budaya Bappeda telah melaksanakan 7 kajian yaitu : Kajian Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Sleman (2012), Kajian Kebutuhan Sekolah di Kabupaten Sleman Tahun 2013-2017 (2012), Rencana Induk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sleman Tahun 2015-2019 (2013), Masterplan Penanganan Anak Jalanan Kabupaten Sleman (2014), Analisis Kependudukan Kabupaten Sleman (2014), Kajian Kelas Khusus Olah Raga Tingkat SMA di Kabupaten Sleman (2014), Kajian Kelas Khusus Olah Raga Tingkat SMP di Kabupaten Sleman (2014).

Hasil Pelaksanaan Rekomendasi

  • Dari 36 rekomendasi kajian terdapat 44 indikator yang menjadi masukan bagi berbagai SKPD teknis.
  • Terdapat 75% atau sejumlah 33 indikator kajian yg telah tercapai.
  • Terdapat 7% atau 3 indikator tercapai sebagian
  • Terdapat 8 indikator atau 18% indikator kajian yg belum tercapai.
  • Kesimpulannya, sebagian besar rekomendasi telah dijalankan karena tingkat ketercapaian indikator mencapai 75%

Kajian Kebutuhan Tenaga Pendidik & Tenaga Kependidikan

  • Semua rekomendasi telah dijalankan dilihat dari indikator ketercapaian yg mencapai 100%.
  • Keberadaan SK Kepala Dinas No 26/KPTS/2016 & Surat Edaran Gubernur DIY No 814/00511 tanggal 15 Maret 2013 ttg Pengelolaan & Pengangkatan Tenaga honorer memberikan nilai positif bagi pelaksanaan rekomendasi dlm kajian tersebut.
  • Selain itu, faktor jarak waktu antara kajian dg evaluasi yg dilakukan relatif jauh shg memberikan cukup ruang bagi SKPD utk menjalankan rekomendasi

Kajian Kebutuhan Sekolah

  • Sebagian besar Rekomendasi dari Kajian Kebutuhan Sekolah di Kabupaten Sleman Tahun 2013-2017 telah dilaksanakan yg indikatornya mencapai 57%.
  • Bbrp rekomendasi ttg program penataan kembali keberadaan sekolah, identifikasi jurusan SMK di Kecamatan Minggir dan Ngemplak serta rekomendasi pendataan anak usia 7-18 tahun khususnya yg tidak tertampung di sekolah blm terlaksana.
  • Penataan kembali keberadaan sekolah belum dilaksanakan, karena yang menjadi prioritas adalah optimalisasi setiap satuan pendidikan
  • Teridentifikasinya jurusan yang sesuai dengan perencanaan kerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Minggir dan Ngemplak belum terlaksana karena perlu kajian tersendiri agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat

Kajian Rencana Induk PAUD

  • Secara keseluruhan, rekomendasi dlm Kajian Rencana Induk PAUD, telah dapat dilaksanakan dengan tingkat ketercapaian mencapai 90%; tercapai sebagian 5% dan belum tercapai 5%.
  • Yang tercapai sebagian adalah program penghargaan berupa beasiswa; yang belum tercapai adalah kerjasama pendirian PAUD model
  • Penghargaan sudah ada, akan tetapi blm dlm bentuk beasiswa
  • Belum ada kerjasama dengan pihak2 tertentu dalam pendirian PAUD model

Masterplan Penanganan Anak Jalanan

  • Sebagian besar rekomendasi telah dijalankan, terlihat dari tercapainya indikator yg mencapai 60%; tercapai sebagian 20%; tidak tercapai 20%
  • Pembuatan posko baru tercapai sebagian karena aktivitas penjangkauan di titik2 sesuai rekomendasi sudah ada, akan tetapi secara fisik posko blm didirikan, karena 1) tempat mangkal anjal yg berpindah2.
  • Pengaturan arus & traffic light blm terlaksana karena 1) kejadian bersifat sporadis; 2) perlu koordinasi dengan instansi lain (Lantas & Dishub) shg jika tempat tidak pasti akan sulit dlm berkoordinasi

Analisis Kependudukan

  • Sebagian rekomendasi dijalankan, terlihat dari 50% indikator tercapai
  • Sementara 50% indikator tercapai sebagian
  • Tidak ada indikator yg belum tercapai
  • Indikator tersedianya data lengkap akurat dan up to date masih terkendala kesadaran masyarakat yang rendah untuk menyampaikan pembaharuan data setiap kali ada persitiwa kependudukan yang diala

KKO SMA (Kelas Khusus Olahraga Sekolah Menengah Atas)

  • Sebagian besar rekomendasi telah dijalankan di mana indikator yg tercapai tercatat sebesar 67%; sementara 33% belum tercapai
  • Yang belum tercapai adalah pembuatan Rencana Aksi Daerah yg blm mjd prioritas

KKO SMP (Kelas Khusus Olahraga Sekolah Menengah Pertama)

  • Baru sebagian kecil re komendasi yg dijalankan krn tingkat ketercapaian baru mencapai 33%, sementara indikator yg belum tercapai sebesar 67%
  • RAD dan MoU belum menjadi prioritas dalam pengelolaan KKO. *** (Bidang Sosial Pemerintahan)