Tujuan dari penyusunan Masterplan Pendidikan Menengah di Kabupaten Sleman Tahun 2016 – 2020 adalah :

  1. menyusun rencana induk pendidikan menengah tahun 2016-2020 meliputi: kebijakan dan program-orogram yang relevan dengan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yaitu: standar isi, kompetensi lulusan, pendidik dan kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan.proses;
  2. melakukan identifikasi kondisi dan permasalahan pendidikan di Kabupaten Sleman dalam perspektif 8 standar berkaitan dengan fasilitas pendidikan maupun sistem pendidikan di Kabupaten Sleman;
  3. menganalisis kondisi dan permasalahan di Kabupaten Sleman serta menentukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi;
  4. membuat proyeksi dan prediksi kondisi pendidikan sebagai acuan dalam pelaksanaan sistem pendidikan di Kabupaten Sleman;
  5. menyusun rekomendasi implementasi program pendidikan dalam bentuk rencana jangka pendek dan jangka menengah di Kabupaten Sleman Tahun 2016 – 2020.

Dalam penyusunan Masterplan ini menggunakan metodologi : studi dokumentasi, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD). Studi dokumentasi mencakup sekolah, murid, rombongan belajar, guru, tenaga kependidikan, sarana prasarana, proses belajar mengajar dan lain-lain. Wawancara dilakukan untuk mengungkap pemahaman dari stakeholder pendidikan menengah tentang kebutuhan, penyelenggaraan, tantangan dan harapan terkait dengan perencanaan, dan pengembangan pendidikan menengah. Focus Group Discussion (FGD) merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menginventarisasi masalah, tantangan, dan harapan dari stakeholder terkait dengan perencanaan, penyelenggaraan, dan pengembangan pendidikan di kabupaten sleman.

Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa :

  1. masih terdapat tenaga pendidik dan kependidikan yang belum memenuhi kualifikasi S1 atau DIV ;
  2. masih terdapat tenaga pendidik yang mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dengan tugas pokoknya;
  3. untuk kebutuhan sarana prasarana masih perlu ditingkatkan, masih ada beberapa sekolah yang tidak mempunyai aula ruang untuk pertemuan, tidak memiliki lapangan olahraga, dan lahan untuk parkir, usia bangunan ada yang sudah lebih dari 30 tahun;
  4. manajemen kelembagaan pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk ditingkatkan dalam mendukung jalannya proses belajar mengajar, termasuk di dalamnya manajemen kelembagaan yang berkaitan dengan kurikulum, proses belajar mengajar, kompetensi lulusan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian.

* * *