Pelaksanaan pembangunan yang baik haruslah dimulai dari perencanaan yang baik pula. Beberapa pendapat pakar pembangunan mengatakan bahwa semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, maka semakin tinggi juga tingkat keberhasilan pembangunan yang dicapai. Musrenbang RKPD pada saat ini  merupakan rangkaian proses perencanaan partisipatif yang dimulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten dan tingkat provinsi serta tingkat nasional. Demikian yang disampaikan Bupati Sleman, Sri Purnomo pada pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Sleman dilaksanakan pada hari Senin tanggal 28 Maret  2016 yang bertempat di Aula Bappeda Sleman.

Penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2017 diikuti oleh 200 orang peserta yang berasal dari Kepala SKPD se kabupaten Sleman, Para Camat, perwakilan dari perguruan tinggi, LSM, perwakilan profesi dan para tokoh masyarakat. Sleman serta dihadiri oleh forum pimpinan daerah, perwakilan Bappeda dari kabupaten/kota se DIY dan daerah perbatasan.

Lebih lanjut Bupati Sleman, Sri Purnomo Perencanaan pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun 2017 diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan yang terjadi ditahun-tahun sebelumnya. Salah satu contoh permasalahan yang masih harus menjadi perhatian kita aadalaah kemiskinan. Berdasarkan data penduduk akhir tahun, jumlah KK miskin di Sleman sebanyak 41.023 KK atau 11,36% dari jumlah KK yang ada. Meski angka kemiskinan terus mengalami penurunan namun hal ini harus terus mendapat perhatian serius sampai Sleman terbebas dari kemiskinan.

Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman tahun 2016 ini mengangkat tema “Memberdayakan Potensi Ekonomi Lokal Menuju Kemandirian Masyarakat Sleman yang Berbudaya”. Saya berharap tema yang diangkat tersebut akan dapat menjawab tantangan pembanguna ke depan yang semakin komplek dengan adaanya pasar bebas.

Masyarakat Ekonomi  Asean (MEA) sudah di depan mata, Saya mengingatkan kepada seluruh peserta Musrenbang untuk dapat bersinergi dalam rangka mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing masyarakat dalam menghadapi pasar bebas. Kualitas SDM serta pengendallian mutu produk harus selalu ditingkatkan agar berdaya saing.

Pemberdayaan potensi ekonomi lokal harus menjadi fokus perhatian pembangunan di Kabupaaten Sleman. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian Sleman. Keberadaan UMKM memiliki hubungan positif dalam program pengurangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja dan memberikan sumbangan terhadap PDRB Sleman. Untuk itu ke depan saya berharap produk-produk UMKM di Sleman semakin banyak yang bisa menembus paasar Internasional.

Sleman kaya akan potensi budaya dan pariwisaata. Desa wisata merupakan salaah satu potensi wisata berbasis masyarakat yang semakin berkembang dan saat ini sudah berjumlah 38 desa wisata yang 1 diantaranya sudah mandiri.. Keberadaan desa wisata di Sleman mempunyai multiflier effect terhadap aktivitas ekonomi, pemabngunan fisik,sosial budaya di masyarakat. Sehingga keberadaan desa wisata memiliki konstribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Berkaitan dengan hal itu saya erharapperhatian terhadap desa wisata lebih ditingkatkan sehingga semakin banyak desa wisata lebih ditingkatkan sehingga semakin banyak desa wisata yaang mandiri.

Sleman selama ini telah banyak meraih prestasi dan penghargaan atas keberhasilan pembangunannya. Prstasi itu diantaranya Sleman berhasil mendapatkan opini WTP 4 kali berturut-turut dan LAKIP Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2015 mendapaat predikat BB. Hal itu tentu tidak terlepas dari peran penting perencanaan. Sistem perencanaan yang dilakukan bertahap diharapkan dapat menampung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu saya berharp dokumen perencanaan pembangunan yang nantinya dihasilkan dapat menjawab apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan menjadi panduan arah pembangunan Sleman selama tahun 2017.

Sementara itu dalam laporan penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2017 Kepala Bappeda Sleman drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2017  ini adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah.

Lebih lanjut Intriati Yudatiningsih mengatakan bahwa Maksud diselenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Tujuan penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten adalah untuk mendapatkan masukan dan pengayaan substansi  guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Pemerintah DIY dan APBN Tahun 2017 serta Dana Keistimewaan Tahun 2018.

Musrenbang  Kabupaten ini disi dengan acara:

1)            Laporan Kepala Bappeda Kabupaten Sleman

2)            Sambutan dan Pengarahan Kebijakan Rancangan RKPD oleh Bupati Sleman sekaligus membuka secara resmi Musrenbang Kabupaten

Sleman Tahun 2016.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno I. Sidang Pleno yang diikuti semua peserta musrenbang yang dipandu oleh Sekretaris Daerah Drs. Iswoyo Hadiwarno. Sidang Pleno I diisi dengan acara:

1)            Paparan Rancangan RKPD DIY Tahun 2017 oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemda DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Statistik Ir. RD Maman Suherman, MP.

2)            Paparan Rancangan RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2017 oleh Kepala Bappeda Sleman

3)            Paparan Aspirasi Kebijakan DPRD terhadap Perencanaan Pembangunan Tahun 2017 oleh Ketua DPRD Kabupaten Sleman

Setelah paparan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanggapan  oleh Peserta Musrenbang Kabupaten

 

Selanjutnya acara deilanjutkan dengan Sidang Kelompok. Pada sidang kelompok, peserta dibagi menjadi 3 kelompok, meliputi:

1. Kelompok Sosial Pemerintahan

Tempat : Aula  Bappeda Sleman

Koordinator           : Asisten Sekda Bidang Pemerintahan

Pendamping          : Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan

Pemateri                : – Kepala Bidang Sosial Pemerintahan

– Kepala Bidang Perencanaan, Statistik dan Litbang

2. Kelompok Sarana dan Prasarana

Tempat                    : RR C Bappeda

Koordinator            : Asisten Sekda Bidang Pembangunan

Pendamping            : Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan

Pemateri                  : Kepala Bidang Fisik dan Prasarana

3. Kelompok Ekonomi

Tempat                    : RR C Bappeda

Koordinator            : Asisten Sekda Bidang Administrasi

Pendamping            : Staf Ahli Bupati Bid Ekonomi

Pemateri                  : Kepala Bidang Ekonomi

Seusai Sidang Pleno I, dilanjutkan Sidang Pleno II yang di hadiri oleh semua peserta sidang kelompok dengan acara Pemaparan hasil pembahasan materi dalam sidang kelompok oleh Ketua Kelompok yang dipandu oleh Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan dilanjutkan diskusi/tanggapan oleh peserta Musrenbang Kabupaten dan diakhiri dengan penandatangan berita acara Musrenbang RKPD Tahun 2016 ini yang diwakili oleh Forum Anak, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Sleman, Paguyuban Dukuh, LSM serta perwakilan dari PKK. Musrenbang RKPD akan ditutup oleh Wakil Bupati Sleman.  (Sekretariat)