Pada tanggal 21 Maret 2012 bertempat di Aula Bappeda Sleman, diselenggarakan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) RKPD Tahun 2012. Musrenbang dilaksanakan selama 2 hari yakni 21 Maret 2012 hingga  22 Maret 2012. Hadir dalam acara ini, Bupati Sleman, Sekda Sleman, Assek, Kepala SKPD, Sekretaris Sekda Provinsi DIY dan Kepala Bappeda Kab/Kota di Provinsi DIY,  Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman serta Ketua Komisi DPRD Kabupaten Sleman, Muspida Kabupaten Sleman, Kepala Bappeda Propinsi DIY, Sekretaris Daerah, para Assisten Sekda, para Kepala Dinas/Badan/Kantor dan Camat se-Kabupaten Sleman, Staf Ahli Bupati Sleman, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota di wilayah Propinsi DIY dan wilayah perbatasan dengan Propinsi Jawa Tengah serta utusan dari LSM, LPM Perguruan Tinggi, organisasi sosial/kemasyarakatan.

 

Dalam laporan penyelenggaraannya, Kepala Bappeda Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes mengemukakan bahwa maksud penyelenggaraan Musrenbang ini adalah untuk mengoptimalkan proses perencanaan pembangunan guna mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Sedangkan tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan guna penyempurnaan rancangan RKPD yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah, serta rencana kerja yang pendanaannya berasal dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN. Materi yang dibahas dalam Musrenbang ini adalah rancangan RKPD 2012 beserta lampirannya. Adapun tema dan prioritas pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2013 ini adalah “Penanggulangan kemiskinan melalui penguatan ekonomi  masyarakat yang didukung oleh kualitas kesehatan, pedidikan dan  infrastruktur wilayah serta pelayanan birokrasi yang optiomal”.

 

Lebih lanjut drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes mengatakan bahwa prioritas pembangunan 2013 adalah : Peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk penciptaan lapangan kerja; Penanggulangan kemiskinan; Peningkatan tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik; Menjaga kualitas kesehatan; Menjaga kualitas pendidikan; Peningkatan kualitas sarana prasarana publik; Menjaga stabilitas ketahanan pangan; Menjaga kulitas sumber daya alam dan lingkungan hidup; Pengelolaan bencana dan percepatan pemulihan pasca bencana; Menjaga stabilitas kemanan dan ketertiban; dan Peningkatan kesetaraan gender dalam pembangunan.

 

Pelaksanaan Musrenbang dibagi menjadi beberapa tahap, yakni :

1.    Pembukaan yang didalamnya terdapat agenda acara :

a.    Laporan Kepala Bappeda Kabupaten Sleman

b.    Pengarahan dari Bappeda Propinsi DIY,

c.    Pengarahan Bupati Sleman sekaligus membuka Musrenbang.

2.    Sidang Pleno I yang dihadiri oleh Bupati Sleman, dipimpin oleh Asekda bidang pembangunan dengan acara :

a.    Paparan Kepala Bappeda Sleman tentang rancangan RKPD tahun 2013,

b.    Paparan Ketua DPRD Sleman tentang pokok-pokok pikiran DPRD  terhadap perencanaan pembangunan tahun 2013,

c.    Paparan kepala DPKAD Kabupaten Sleman tentang prediksi kemampuan keuangan daerah tahun 2013, dilanjutkan diskusi dan tanggapan dari peserta Musrebang.

d.    Paparan Ketua Kelompok tentang rumusan rencana program/kegiatan tahun 2013, hasil sinkronisasi Renca SKPD dengan prioritas usulan program/kegiatan kecamatan, dipimpin oleh Assekda Bidang Pemerintahan.

3.    Sidang Kelompok

Pada sidang kelompok, peserta dibagi menjadi 4 kelompok, meliputi

  • Klp. Misi I : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.

Pimpinan Sidang : Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi

  • Klp. Misi II dan V : Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat dan meningkatkan pemberdayaan dan peran perempuan di segala bidang.

Pimpinan Sidang : Kepala Bidang Sosial Budaya

  • Klp. Misi III : Meningkatkan kemandirian ekonomi, pemberdayaan ekonomi rakyat dan penanggulangan kemiskinan.

Pimpinan Sidang : Kepala Bidang Ekonomi

  • Klp. Misi IV : Memantapkan pengelolaan prasarana dan sarana SDA dan LH.

Pimpinan Sidang : Kepala Bidang Perkotaan

  1. Sidang Pleno II
  • Pemaparan hasil pembahasan materi dalam siding klompok oleh Sekretaris Bappeda..

Moderator : Assekda Bidang Administrasi

  • Penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Musrenbang RKPD.

 

Hasil yang diharapkan dari Musrenbang Kabupaten Sleman kali ini adalah :

a.   Penyempurnaan Rancangan RKPD Tahun 2013.

b.   Penyempurnaan Rancangan Renja SKPD Tahun 2013, yang berisi prioritas kegiatan SKPD yang dipilah menurut sumber pendanaan dari APBD Kabupaten, APBD Propinsi dan APBN.

 

Sedangkan dalam paparan pengarahannya, Kepala Bappeda Provinsi DIY, yang diwakili oleh Sekretaris Bappeda Propinsi DIY, Ir. Sangidu Umar, MT, perencanaan pembangunan  daerah merupakan salah satu tahapan proses integrasi yang paling pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini berkaitan dengan tujuan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat. Melalui musrenbang ini diharapkan akan tercipta kesamaan pandangan dan memadukan  strategi, kebijakan dan kegiatan prioritas sehingga benar-benar terbentuk perencanaan yang berkualitas guna menciptakan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut Ir. Sangidu Umar, MT, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka Sleman dihadapkan pada tantangan untuk  tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi  yang cukup tinggi dibdaningkan kabupaten lain diwilayah Proponsi DIY dengan tetap meningkatkan upaya penanggulangan kemiskinan dan fokus pada pengurangan pengangguran.

 

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan yang tepat waktu, sesuai dengan siklus perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan ini diharapkan dapat menjadi pendorong terselenggaranya proses  penganggaran tahun 2013 dengan tepat waktu. Melalui musrenbang  ini diharapkan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan dilingkungan Pemkab Sleman untuk  berrembug bersama memformulasikan rencana pembangunan tahun 2013.  Perencanaan pembangunan  2013 yang sesuai dengan kebutuhan, permasalahan, potensi aspirasi masyarakat serta mampu mewujudkan masyakat Sleman yang lebih sejahtera lahir dan bathin berdaya saing dan berkeadilan gender di tahun 2015. Permasalahan utama dalam mewujudkan misi tersebut adalah masih terdapat 16,5 %  atau 50.603 KK yang miskin dan pengangguran sebanyak 7,61%. Oleh karena itu dalam perencanaan pembanguna ntahun 2013 ini harus dibingkai dalam sebuah kesamaan agenda yakni tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan secara bersama-sama.

 

Adapun strategi untuk tahun 2013 adalah sebagai berikut :

  • Efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan program dan kegiatan agar sasaranpembangunan tercapai;
  • Eliminasi kegiatan-kegiatan asesoris (yang tidak jelas sasarannya dan agar lebih menajamkan pada pencapaiannya)
  • Pemerataan kegiatan pembangunan ke wilayah (dengan adanya pagu indikatif kecamatan /PIK)
  • Keselarasan dokumen perencanaan (substandi dan ketersediannya)

 

Hasil dari pelaksanaan sidang pleno II  adalah sebagai berikut :

 

Ø  Misi 1

–          Perlunya perbaikan metode penertiban anak jalanan dan Gepeng

–          Perlunya peningkatan disiplin dan kinerja PNS

–          Peningkatan frekuensi kegiatan penertiban penyakit masyarakat, FKUB dan FKDM

–          Peningkatan keterpaduan bottom up planning dari eksekutif dan legislatif

–          Pengendalian perpanjangan batas usia pensiun

 

Ø  Misi 2 dan 5

–          Peningkatan dukungan terhadap forum-forum yang lintas sektoral (misal TKPK, forum anak dll)

–          Peningkatan fasilitasi akta gratis bagi korban bencana alam dan KK miskin

–          Revitalisasi BLK

 

Ø  Misi 3

–          Peningkatan kemudahan perijinan pembangunan hotel dan usaha kepariwisataan

–          Peningkatan pemantauan jaminan keselamatan kerja bagi pekerja di perusahaan

–          Peningkatan koordinasi pemanfaatan kesempatan pelatihan oleh balai besar transmigrasi

–          Pemenuhan penyertaan modal sesuai Perda

 

Ø  Misi 4

–          Perlunya penajaman prioritas kegiatan hasil musrenbang kecamatan sesuai dengan permasalahan

–          Perlaksanaan rehab rekon Pasca erupsi Merapi yang bersumber dari BNPB agar dikoordinasikan dengan stake holder misalnya kegiatan festival anak Merapi dikoordinasikan dengan lembaga perlindungan anak

–          Pemerintah Kabupaten agar memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di wilayah perbatasan

–          Pembangunan sarana dan prasarana publik agar mengacu pada rencana tata ruang

–          Perlunya koordinasi lebih lanjut dalam pembangunan sarana prasarana yang masuk di Kartamantul. * * *