Penduduk merupakan pondasi pembangunan yang memegang peran vital dalam kemajuan daerah. Pembangunan kependudukan selanjutnya bisa digunakan sebagai dasar kebijakan yang mengimbas pada sector lain. Kabupaten Sleman telah berhasil menyusun Grand Desain Pembangunan Kependudukan, dan pada tahun 2016 ini telah diturunkan dalam RAD (Rencana Aksi Daerah) Kependudukan dan diseminarkan pada hari selasa 22 November 2016 di RM Pecel Blora Jalan Dr. Rajimin Pangukan Sleman yang dimotori oleh Subbid Pemerintahan Bidang Sosial Pemerintahan Bappeda. Seminar ini diikuti oleh SKPD yang berkaitan dengan pembangunan kependudukan, serta dari koalisi kependudukan kabupaten Sleman dan BKKBN perwakilan DIY.

Bekerjasama dengan Dr. Agus Joko Pitoyo, MA dan Muhammad Arif Fahrudin Alfana, MSc (UGM) pembangunan kependudukan di Kabupaten Sleman berdasar pada 5 pilar, yaitu pengendalian kuantitas, pembangunan kualitas, pembangunan keluarga, pengarahan mobilitas dan pembangunan database kependudukan.

Isu yang dilontarkan adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk dan masih tingginya pertumbuhan penduduk di kabupaten Sleman. Isu kedua adalah pembangunan dari segi kualitas, terbagi menjadi empat hal yaitu urusan pendidikan, kesehatan, sosial dan tenaga kerja. Isu strategis selanjutnya adalah tentang migrasi dimana naiknya jumlah penduduk diduga dipengaruhi aspek migrasi. Selain itu, aspek migrasi juga menjadi salah satu penyebab distribusi penduduk yang tidak merata di kabupaten Sleman. Selanjutnya isu aspek pembangunan keluarga dan pembangunan database kependudukan.

Dengan adanya Rencana Aksi Daerah ini bisa jadi acuan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan kependudukan selama lima tahun mendatang. * * * (Bidang Sosial Pemerintahan)