Perhitungan IPM dilakukan suatu wilayah untuk mengetahui kualitas hidup masyarakat serta mengetahui efektivitas program kerja instansi terkait. Dengan mengetahui IPM maka dapat dilakukan perbaikan terhadap bidang yang lemah di suatu wilayah. Kajian Mapping Desa Sejahtera ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan tiap desa di Kabupaten Sleman, mengetahui karakteristik kesejahteraan tiap desa se Kabupaten Sleman dan memperoleh data dasar guna pembinaan desa sejahtera selanjutnya.

Kegiatan Mapping Desa Sejahtera yang dilaksanakan tahun 2012 meliputi pengumpulan informasi berbagai indikator kesejahteraan dari 86 desa di Kabupaten Sleman, pemilahan data berdasarkan Indikator Pokok meliputi : Pendidikan, Kesehatan, Perekonomian, dan Indikator Penunjang meliputi Sosial, Lingkungan Fisik dan Keamanan

Indikator nasional dalam IPM meliputi rata.-rata lama sekolah dan angka melek huruf (pendidikan), angka harapan hidup (kesehatan) dan rata-rata pengeluaran per kapita riil (ekonomi). Indikator nasional ini akan ditambahkan dengan bukan indikator nasional (non utama).

Tabel 1

Bobot Indikator Variabel Desa yang Menuju Sejahtera

Jenis Simulasi

Bobot Indikator Total
Pendidikan Kesehatan Ekonomi Penunjang
Simulasi 1 30 30 30 10 100

Konsep Pembangunan Manusia yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan peringkat kinerja pembangunan manusia pada skala 0-100 dengan kategori

Tabel 2

Kategorisasi Berdasarkan Nilai IPM

Kategori Nilai IPM
Tinggi >80
Menengah Atas 66,0 – 79,9
Menengah Bawah 50,0 – 65,9
Rendah < 50,0

Sumber : Zuthaifah (2012)

 

Hasil perhitungan IPM tiap desa menunjukkan bahwa masih terdapat banyak desa yang berada di bawah IPM Sleman namun ada pula desa yang memiliki nilai IPM di atas nilai IPM Sleman. Desa yang memiliki nilai IPM di bawah Sleman perlu memperoleh perhatian lebih terutama pada bidang yang masih lemah. Pembangunan pada desa-desa tersebut difokuskan pada bidang yang masih lemah. Pembangunan tersebut harus merupakan hasil sinergi antara instansi daerah, swasta dan perguruan tinggi. Sedangkan desa yang sudah memiliki IPM tinggi juga perlu terus melakukan perbaikan pada bidang yang masih lemah. Tabel 3 menyajikan klasifikasi desa menurut nilai IPM. Pengkategorian dilakukan dengan dasar sesuai kategorisasi IPM nasional.

Tabel 3

Klasifikasi Desa Menurut Nilai IPM

 

Kategori Nama Desa Jumlah desa
Tinggi Wukirsari, Argomulyo, Glagaharjo, Kepuharjo, Caturtunggal, Condongcatur, Sidorejo, Sidoagung, Sidoarum, Sendangarum, Sendangrejo, Sendangsari, Sinduadi, Sumberarum, Purwobinangun, Candibinangun, Pakembinangun, Margoluwih, Margokaton, Margodadi, Margomulyo, Pandowoharjo, Tridadi, Margorejo, Banyurejo, Lumbungrejo, Donokerto, Bangunkerto, Trihanggo, Banyuraden 30
Menengah Atas Sendangtirto, Tegaltirto, Kalitirto, Umbulharjo, Maguwoharjo, Sidoluhur, Sidomulyo, Sidomoyo, Purwomartani, Tirtomartani, Tamanmartani, Sendangagung, Sendangmulyo, Tirtoadi, Sendangadi, Sumberadi, Sumbersari, Sumberrahayu, Sumberagung, Sariharjo, Sinduharjo, Minomartani, Sardonoharjo, Donoharjo, Wedomartani, Umbulmartani, Widodomartani, Sindumartani, Harjobinangun, Hargobinangun, Sumberharjo, Wukirharjo, Gayamharjo, Sambirejo, Madurejo, Bokoharjo, Margoagung, Caturharjo, Triharjo, Trimulyo, Mororejo, Sumberrejo, Tambakrejo, Girikerto, Wonokerto, Balecatur, Ambarketawang, Nogotirto 48
Menengah Bawah Jogotirto, Sidokarto, Selomartani, Tlogoadi, Sukoharjo, Bimomartani, Pondokrejo, Merdikorejo 8
Rendah Tidak ada 0

 

Peningkatan nilai IPM di Kabupaten Sleman dapat dilakukan dengan melakukan pembenahan terhadap kekurangan di wilayah desa tertentu, baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun ekonomi. Langkah perbaikan dalam bidang pendidikan antara lain peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan angka melek huruf baik dengan program kejar paket maupun beasiswa untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Langkah perbaikan bidang kesehatan antara lain peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, penyediaan makanan tambahan untuk bayi & balita guna mencegah gizi buruk dan kematian bayi & balita serta peningkatan peran serta pasangan usia subur mengikuti KB. Langkah perbaikan bidang perekonomian antara lain penciptaan lapangan kerja dalam rangka mengurangi penduduk miskin dan peningkatan pendapatan per kapita. Untuk perbaikan sistem database IPM di tingkat desa maka Bappeda dan Pemda Sleman perlu membuat standar variabel sesuai dengan perhitungan IPM tingkat nasional melalui kordinasi di tingkat desa dimana pengurusan database IPM dilaksanakan oleh satu bidang. Langkah selanjutnya adalah bekerjasama dengan pihak lain misal KKN Tematik yang diselenggarakan Perguruan Tinggi. Langkah lain yang perlu dilakukan adalah mengadakan lomba untuk kelengkapan database selaras dengan data yang dipakai dalam analisis. (Bid. Dalev)