Pada saat istirahat sekolah, anak-anak pada usia sekolah dasar dan SMP, acap kali membeli makanan yang dijajakan di depan sekolah.  Berbagai macam makanan dan minuman dapat dengan mudah ditemukan di depan sekolah. Namun sayangnya, makanan yang dijual tersebut masih ada yang menggunakan bahan-bahan yang berbahaya untuk dikonsumsi. Meskipun pemerintah telah berulang kali melakukan penyuluhan dan operasi penggunaan bahan berbahaya pada makanan, namun peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya masih saja marak diperjualbelikan.

Bahan berbahaya yang masih saja digunakan dalam memproduksi makanan jajanan anak antara lain pengawet Formalin, pengenyal (Boraks), Mono Sodium Glutamate (MSG), pemanis buatan seperti Sakarin dan Aspartame, zat pewarna merah (Rhodamine B) dan kuning (Methanil Yellow). Bahan berbahaya tersebut apabila dikonsumsi secara rutin dan melebihi dosis dalam kurun waktu yang lama, sudah barang tentu akan menimbulkan berbagai macam penyakit, mulai dari sakit perut hingga kanker.  Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan disebutkan bahwa :

 ·         Pewarna alami yang diizinkan: Karamel, Beta Karoteen, Klorofil dan Kurkumin. Pewarna yang dilarang: Rhodamin B dan Methanil Yellow.

·         Pemanis buatan yang dizinkan: Siklamat dengan batas maksimum adalah 500 mg — 3 g per kg bahan. Sakarin dengan batas maksimum adalah 50 mg — 300 mg per kg bahan. Bahan siklamat di Amerika sudah DILARANG.

·         Pengawet buatan yang dizinkan dan harus sesuai dosis serta tidak boleh berlebih: Natrium/kalium Benzoat untuk mengawetkan sari buah, minuman ringan, saos berlabel, jeli, manisan dan kecap. Propionat (Asam/Kalium) untuk pengawet roti dan keju olahan. Nitrit (Kalium/ Natrium) pengawet pada daging olahan (sosis, kornet), keju. Sorbat (Garam Kalium/Kalsium) pengawet pada margarine, pekatan sari buah, keju. Sulfit (Garam Kalium/Natrium Bisulfit) pada potongan kentang goreng, udang beku dan pekatan sari nanas.

 Adapun bahan pangan yang berbahaya untuk digunakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan diantaranya  :

 ·         Pengawet berbahaya dan dilarang: Boraks, untuk mengawetkan bakso, mi basah, pisang molen, lemper, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Formalin yang digunakan sebagai bahan pengawet pada tahu dan mie basah yang sebetulnya adalah untuk pengawet mayat dan organ tubuh.

·         Penyedap rasa: antara lain vetsin, mengandung Mono Sodium Glutamate (MSG) yang menghantarkan sinyal-sinyal antar sel otak dan dapat memberikan cita rasa pada makanan.

 Guna menghindari putra-putri kita mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya, maka biasakanlah putra-putri kita untuk membawa bekal makanan dari rumah, yang sudah terjamin kebersihan dan keamanannya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. *  *  *

 

·         Bahan disarikan dari Hasil kajian Keamanan Jajanan  Anak Sekolah yang disusun oleh Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sleman tahun 2011