Bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sleman pada tanggal 4 Maret 2011, Kepala Bappeda Sleman drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menerima kunjungan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Rombongan mahasiswa Itenas Bandung tersebut dipimpin oleh Ir Achadiat Dristasto, MT dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Itenas Bandung.
Kunjungan rombongan mahasiswa Itenas diterima oleh Kepala Bappeda Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes didampingi oleh Sekretaris Bappeda Sleman, dra. Tri Endah Yitnani, M.Si, dan Kepala Subbidang Tata Ruang Perdesaan Bappeda Rita Probowati, ST, MT. Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Sleman drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih karena telah memilih Bappeda Sleman sebagai tempat untuk lokasi studi dalam rangka perencanaan paska erupsi Merapi. Saat ini penyusunan tataruang di lereng Merapi sedang dalam proses. Kepala Bappeda juga meminta hasil studi kegiatan ini yang nantinya bisa menjadi referensi analisis tentang tataruang di waktu yang akan datang.
Sementara itu pimpinan rombongan Achadiat Dristasto menyatakan terima kasih atas penerimaan oleh Bappeda Sleman sehingga para mahasiswa dari Itenas Bandung dapat melaksanakan praktek perencanaan di Kabupaten Sleman ini. Para mahasiswa yang melakukan praktek perencanaan ini telah duduk di semester 6, yang terbagi menjadi 4 kelompok, yakni perencanaan kota, perencanaan wilayah, perencanaan transportasi dan perencanaan kawasan.  Kebetulan yang untuk perencanaan wilayah dipilih Kabupaten Sleman.
Pada awal kegiatan ini mahasiswa mencoba membahas isu-isu tentang perencanaan. Saat itu informasi yang di dapat memperlihatkan bahwa perencanaan tata ruang menjadi suatu bagian dengan mitigasi bencana. Jadi didalam proses perencanaan ini kita harus melihat bagaimana efek bencana itu ditekan seminimal mungkin dampak dan kerugiannya. Mengingat bagaimanapun  bencana itu tidak dapat di tolak. Kebetulan beberapa waktu yang lalu erupsi Merapi  juga sempat memporak porandakan sebagian wilayah Sleman. Nah disinilah para mahasiswa mencoba belajar bagaimana menyusun tata ruang yang menjadi bagian migitasi bencana di kabupaten Sleman. Sehingga nantinya dalam proses perencanaan kita harus memperhatikan betul potensi bencana yang ada di Kabupaten Sleman. Potensi bencana yang dilihat tidak hanya erupsi Merapi saja, tetapi  juga adanya ancaman bahaya lainnya seperti longsor, banjir, ataupun bahaya-bahaya lainnya. Nah bagaimana dampak dari bencana-bencana tersebut dapat kita tekan seminimal mungkin. Sehingga kerugian yang ditimbulkan seminim mungkin dengan memanfaatkan perencanaan tata ruang yang tepat.
Lebih lanjut Achadiat Dritasto menyampaikan bahwa survey telah dilakukan oleh mahasiswa sejak hari Senin tanggal 28 Maret 2011 hingga 5 Maret 2011.  Diharapkan dengan adanya diskusi dengan Bappeda Sleman maka apabila ada data dan informasi yang belum diperoleh dapat dlengkapi. Setelah data terkumpul semua mahasiswa akan melakukan analisis dan penyusunan rencana selama satu semester sehingga mahasiswa akan melakukan proses perencanaan secara utuh dan menyeluruh. Jadi kegiatan survey ini  merupakan kegiatan di minggu ke tiga dalam semester ini. Di akhir semester para mahasiswa akan menyusun dokumen rencana tata ruang.* * *