Pada hari Rabu, tanggal 31 Januari 2018 Kecamatan Minggir melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang  RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2019. Musrenbang Kabupaten di kecamatan Minggir tersebut dikuti oleh Kades se Kecamatan Minggir,  Danramil Minggir, Kapolsek Minggir, instansi vertikal, LPMD, Karang Taruna, Forum Anak, Perwakilan Organisasi Disabilitas, PKH, BPD,  Bappeda, serta perangkat daerah dilingkungan Pemkab Sleman serta anggota DPRD Kabupaten Sleman, Untung. Dalam sambutannya Camat Minggir, Ikhsan Waluyo, S.Sos mengatakan bahwa berkaitan dengan pelaksanaan musrenbang kali ini Kecamatan Minggir sudah berusaha menyusun rencana kegiatan pembangunan untuk tahun 2019 yang dimulai dengan pelaksanaan musrenbang ditingkat dusun, musrenbang di tingkat desa dan pada kali ini musrenbang kecamatan.

Lebih lanjut, Ikhsan Waluyo, S.Sos menyampaikan bahwa dalam penyusunan kegiatan sudah diupayakan semaksimal mungkin untuk mengakomodir usulan dari dari para pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Minggir. Namun dikarenakan keterbatasan alokasi dana maka usulan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) Kecamatan Minggir sebesar Rp 2,9 M. Berkaitan dengan musrenbang tahun 2019, Kecamatan Minggir sudah berusaha untuk mengakomodir lebih 30 % anggaran untuk pembangunan non fisik. Hal tersebut sesuai dengan aturan yang menyebutkan bahwa setidaknya 25 % anggaran PUPM dipergunakan untuk kegiatan non fisik. Dengan demikian pembangunan di Kecamatan Minggir ini tidak saja pembangunan fisik, tapi juga pembangunan non fisik, yang berarti adalah membangun manusianya. Berkenaan dengan hal tersebut, Ikhsan Waluyo, S.Sos  mengucapkan terima kasih atas usulan, masukan dan saran dari seluruh stake holder di Kecamatan Minggir.

Pada kesempatan tersebut Ikhsan Waluyo, S.Sos juga menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan di Kecamatan Minggir sudah diupayakan seoptimal mungkin. Memang sudah ada yang bisa dientaskan tetapi ada juga penambahan warga miskin yang baru. Selain masalah  kemiskinan permasalahan lain yang juga dihadapi oleh Kecamatan Minggir adalah kekurangan gizi. Ini menjadi ironi bagi Kecamatan Minggir yang dikenal sebagai lumbung padinya Sleman.

Sementara itu Kepala Bappeda Sleman dalam sambutannya yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan Drs. Pranama, Msi, mengatakan bahwa pelaksanaan Msurenbang Kecamatan ini dalam rangka ingin mendengar, menyerap dan mendesain pembangunan di Sleman tahun 2019. Ada perubahan paradigma dalam pelaksanaan pembangunan di tahun 2019. Pada tahun 2019 ada  3 (tiga) tematik yang mejadi arah pelaksanaan pembangunan yang mengacu pada RPJMD Kabupaten Sleman tahun 2016-2021. Adapun tema besar yang menjadi arah pelaksanaan pembangunan di Sleman pada tahun 2019yaitu :

  1. Kemiskinan,
  2. Daya saing ekonomi lokal
  3. Ketimpangan.

Ada tiga pertanyaan mendasar yang akan kita jawab melalui pelaksanaan pembangunan ditahun 2019, yakni yang pertama bagaimana pelaksanaan pembangunan tahun 2019 mampu meningkatkan potensi ekonomi daerah. Yang kedua kenapa arah pembangunan kita di tahun 2019 kita tujukan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat menengah kebawah ? Sedangkan yang ketiga adalah adalah bagaimana pelaksanaan pembangunan di Sleman tahun 2019 dapat mewujudkan masyakat sejahtera yang berbudaya ?

Lebih lanjut Drs. Pranama, M.Si menyampaikan bahwa untuk menjawab ketiga pertanyaan tadi tentang pengembangan potensi lokal, tentang kemandirian dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbudaya, setidaknya kita harus dapat mengatasi permasalahan yang mendasar yang solusinya memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kecamatan Minggir.  Permasalahan mendasar yang dihadapi di Kecamatan Minggir adalah masalahan kemiskinan. Persentase kemiskinan di Kecamatan Minggir ini masih cukup tinggi, yakni mencapai 18,90 % atau sejumlah  2.270 an KK dengan jumlah jiwa sekitar 9000 an jiwa. Nah yang perlu kita dalami adalah kemiskinan masyarakat Minggir itu karena apa ? Apakah karena pendidikan atau karena kesehatannya? Ini Perlu kita pecahkan bersama. Selian itu di kecamatan Minggir ini angka stantingnya masih cukup tinggi. Stanting itu adalah pertumbuhan tingi badan anak yang pendek, yang disebabkan oleh penyerapan gizi yang kurang sejak ibu mengandung. Diharapkan gizi buruk jangan sampai terjadi di Kecamatan Minggir karena disini pangan cukup melimpah. Kami akan mendesain pada tahun 2019 untuk urusan kesehatan dalam meminimalisir stanting ini.

Drs. Pranama M.Si juga menegaskan bahwa untuk menekan angka kemiskinan ini kita harus melakukan intervensi. Yakni dengan mengurangi beban konsumsi masyarakat miskin. Kebutuhan biaya pendidikan, biaya kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin kita upayakan untuk kita penuhi.  Didalam  APBdes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) di wilayah Kecamatan Minggir  sudah cukup banyak prgram dan  kegiatan yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Mengingat untuk mengentaskan kemiskinan itu tidak cukup hanya dengan menanggung biaya perlindungan sosialnya seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan dan papannya, namun pendapatannya juga harus ditingkatkan. Apabila hal-hal tersebut kita lakukan secara bersama sama, maka pada tahun 2018 atau tahun 2019 angka kemiskinan dapat kita turunkan. Target dalam RPJMD bahwa di tahun 2020 kemiskinan di Sleman mencapai 8 % .

Drs. Pranama M.Si  lebih lanjut mengatakan permasalahan lain yang perlu kita cari solusinya di Sleman ini adalah tingginya angka pengangguran terdidik. Pengangguran di Sleman pada saat ini masih cukup tinggi, mencapai 34.000 orang atau sebesar 5,78 %. Potensi yang ada di Kecamatan Minggir  ini apabila dikelola dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh dapat untuk mengatasi pengangguran di wilayah ini. Skema-skema penanggulangan pengangguran cukup banyak misalnya melalui pelatihan, penguatan modal dan sebagainya. Pelatihan kewirausahaan yang bermuara pada ekonomi kreatif dapat  menjadi salah satu kunci mengatasi pengangguran.

Dalam acara musrenbang Kecamatan Minggir juga diisi dengan paparan usulan program dan kegiatan di Kecamatan Minggir dan dialog dengan para pemangku kepentingan yang hadir. * * * (Sekretariat)