Pada tanggal 12 September 2014 lalu, Bidang Ekonomi Bappeda menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang merupakan rangkaian dari perumusan kajian Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Bagi Anak di Sleman. Acara ini dilaksanakan di Aula Bappeda Sleman dan dihadiri oleh lebih dari 50 orang yang berasal dari SKPD di lingkungan Pemkab Sleman, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Perwakilan Kecamatan di Sleman, BPS Sleman, Polres Sleman, dan beberapa LSM yang concern terhadap perlindungan anak seperti Lembaga Perlindungan Anak dan Komisi Penanggulangan Aids di Sleman.

Acara diawali dengan paparan oleh para narasumber kajian yaitu Dr. Sarimurti Widyastuti, SH, M.Hum dan Th. Agung M. Harsiwi, SE, M.Si dari Universitas Atmajaya Yogyakarta dilanjutkan dengan diskusi. Narasumber memaparkan perkembangan sementara dari hasil pengolahan data dan analisis dari data yang diperoleh mengenai jumlah dan profil pekerja anak yang bekerja di sektor terburuk yang ada di Kab. Sleman, dimana diketahui bahwa mayoritas pekerja anak bekerja sebagai buruh bangunan.

Para peserta FGD menyampaikan banyak masukan berkenaan dengan kondisi dan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan pekerja anak. Diantaranya perlu dilakukan pendataan secara menyeluruh mengenai jumlah dan profil pekerja anak yang ada di Kab. Sleman sehingga penanganannya bisa dilakukan secara intensif dan berkelanjutan mulai dari level kabupaten sampai desa, serta pentingnya mewujudkan program sekolah ramah anak yang akan mendukung program wajib belajar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan ditetapkannya Kabupaten Sleman sebagai kabupaten layak anak, maka program perlindungan terhadap anak dan pekerja anak perlu ditegakkan di Kabupaten Sleman. Untuk itu partisipasi dari seluruh elemen masyarakat dalam memberikan informasi maupun dukungan terhadap perlindungan anak dan pekerja anak sangat diperlukan. Masyarakat yang memiliki informasi mengenai anak yang bekerja di sektor – sektor terburuk seperti di pertambangan, di area lokalisasi, di jalanan, di industri dengan bahan kimia berbahaya serta bentuk eksploitasi anak lainnya diharapkan bisa memberikan informasi ke Pemerintah Daerah maupun lembaga perlindungan anak yang ada di Sleman.