TPK Kecamatan-desa-padukuhan di kabupaten Sleman sudah dibentuk sejak tahun 2012 sebagai inovasi pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Ada yang berfungsi dengan baik, ada yang belum.  Secara kelembagaan keberadaan TPK ini  diakui dan dijadikan rujukan oleh TNP2K. Dalam perjalanannya sekian tahun kiranya perlu dilakukan evaluasi eksistensi dan kinerja TPK dalam penanggulangan kemiskinan.

Bappeda (Subbid Kesehatan Sosial Bidang Sosial Pemerintahan) melakukan seminar evaluasi kelembagaan TPK pada hari rabu, 23November 2016 bertempat di RM Muara Kapuas Pendowoharjo. Seminar ini mendatangkan tenaga ahli Drs. Saptopo, MSi (UPN Veteran Yogyakarta) dan pengkaji Dr. Henry Adji Kusworo (UGM). Dengan peserta TPK kecamatan dan desa, SPKD, surveyor serta dibuka oleh Wakil Bupati Sleman dan ditutup oleh Kepala Bappeda Sleman, seminar ini cukup membuka wawasan bagaimana eksistensi dan kinerja TPK di kabupaten Sleman selama ini untuk bahan perumusan kebijakan dalam membina dan mendampingi seluruh TPK.

Hasil dari seminar tersebut antara lain cara pembentukan TPK lebih banyak dilakukan dengan penunjukan. Hal itu berarti tidak mengikuti panduan dan dapat diragukan kerelawanan orang-orangnya. Lebih dari separo TPK tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal itu berhubungan dengan kurang baiknya sosialisasi dan pembinaan / ngaruhke. Sebanyak 66,67% CAMAT; 44,44% Lurah , dan 57,38% Dukuh belum mengikuti pelatihan. Terkait kerelawanan, Lurah dan Dukuh justru menjadi pihak yang secara eksplisit menyatakan bahwa keterlibatannya dalam TPK merupakan tambahan beban. Dalam soal honor, pihak yang paling menghendaki adalah Lurah dan ketua TPK-Desa. Tentang dana operasional: terkesan tidak transparan; banyak camat, lurah, dan Dukuh yang tidak tahu jumlah dananya. Para Ketua TPK juga banyak yang tidak tahu. Upaya “ngaruhke” baru dilakukan kurang dari ½ pada masing-masing level TPK. Diperlukan pembinaan / pendampingan lebih intensif terhadap TPK-Kecamatan karena merupakan “kunci” dlm pembinaan kelembagaan TPK. * * * (Bidang Sosial Pemerintahan)