Pada tanggal 2 Maret 2011 bertempat di Aula Bappeda Sleman, Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Mohammad Wahid Supriyadi menyerahkan bantuan bagi  warga UMKM Cangkringan Sleman yang menjadi korban erupsi Merapi. Kunjungan Mohammad Wahid Supriyadi ke Sleman tersebut di dampingi  oleh Usman Salam dari Jurusan Hubungan Internasional Fisipol UGM.  Kunjungan Mohammad Wahid Supriyadi diterima oleh Kepala Bappeda Sleman, drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes, Sekretaris Bappeda Dra, Tri Endah Yitnani, M.Si, Kepala Bidang Perindustrian  Dinas Perindagkop Sleman Ir. Sri Titik Rahayu Untari, MP, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop Sleman Drs. Slamet Riyadi, MM, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kab. Sleman, Ir. A. A. Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM dan Camat Cangkringan Samsul Bakri, S.IP, MM serta 20 UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) penerima bantuan.
Dalam sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Sleman, drg. Intiati Yudatiningsih, M.Kes mengucapkan selamat datang di Kabupaten Sleman kepada Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Mohammad Wahid Supriyadi, dan ucapan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Sleman yang sedang mendapatkan ujian dari Tuhan Yang Maha Esa berupa erupsi Gunung Merapi. Bantuan ini diharapkan akan memotivasi UMKM yang ada di Cangkringan untuk kembali bangkit dan menjalankan kembali usaha yang telah ditekuni sebelum terjadinya erupsi Merapi. drg. Intiati Yudatiningsih, M.Kes juga berpesan kepada para penerima bantuan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat berlipat ganda di kemudian hari.

Sementara itu dalam sambutannya Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab, Mohammad Wahid Supriyadi menyampaikan bahwa wilayah Sleman ini bukan daerah yang asing bagi dirinya karena beliau merupakan alumni UGM dan tinggal di Sleman. Jadi Sleman ini sudah seperti kampung halaman, walaupun Mohammad Wahid Supriyadi berasal dari Kebumen. Berita tentang erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu juga disiarkan di Emirat Arab hampir setiap hari. Bahkan Mohammad Wahid Supriyadi pernah diwawancarai oleh media massa Arab satu halaman penuh tentang Merapi.

{mosimage}Lebih lanjut Mohammad Wahid Supriyadi menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk simpati dari rekan-rekan yang ada di Emirat Arab. Dana bantuan yang disalurkan ini merupakan dana yang dihimpun dari kegiatan Charity Bazaar atau Bazar Amal yang merupakan inisiatif dari Dharma Wanita Kedubes RI di Uni Emirat Arab. Kegiatan Basar Amal ini merupakan agenda yang diselenggarakan setiap tahunnya dan kali ini adalah untuk yang ketiga kalinya. Basar Amal yang pertama diselenggarakan tanpa adanya bantuan dana dari KBRI Uni Emirat Arab. Melihat keberhasilan kegiatan Basar Amal tersebut, maka pada penyelenggaraan yang kedua dan ketiga kegiatan tersebut dijadikan program KBRI Uni Emirat Arab. Hal ini dikarenakan minat masyarakat setempat yang datang ke Basar Amal tersebut cukup besar bahkan pengunjungnya mencapai ribuan orang.

Dalam sambutannya Mohammad Wahid Supriyadi juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan basar tersebut kita bisa melakukan promosi kekayaan budaya Indonesia kepada warga setempat agar masyarakat Arab mengenal budaya Indonesia. Mengingat selama ini citra Indonesia di Timur Tengah umumnya kurang baik dan kurang dikenal. Namun setelah melihat penampilan budaya Indonesia dalam basar tersebut yang berupa kesenian tradisional gamelan dan kulintang warga setempat apresiasinya sangat luar biasa.  Makanan atau kuliner Indonesia juga cukup digemari di Timur Tengah. Makanan Indonesia seperti nasi goreng, sate, gado-gado, beef rendang sudah menjadi makanan kegemaran disana. Bahkan ada orang dari Jepang yang tinggal di Arab sengaja mengunjungi basar tersebut untuk mencari nasi goreng. Bantuan yang dihimpun dari basar amal dan diberikan kepada UMKM korban Merapi jumlahnya totalnya mencapai Rp 70 juta rupiah. Mohammad Wahid Supriyadi mengharapkan agar bantuan yang diberikan tersebut tidak untuk kegiatan konsumtif, melainkan untuk mendukung usaha ekonomi produktif, sehingga tidak habis tetapi justru akan semakin berkembang. Interest  investor di Emirat Arab kebanyakan adalah di pertambangan dan pertanian dalam skala yang besar, oleh karena itu Mohammad Wahid Supriyadi jarang ke Sleman.

Bantuan diberikan secara simbolis dari Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab,  Mohammad Wahid Supriyadi kepada Kepala Bappeda Sleman, drg. Intiati Yudatingisih, M. Kes dan selanjutnya langsung disampaikan kepada 20 orang UMKM penerima bantuan. * * *