Diberitahukan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman (Bappeda) mulai 1 Desember 2014 telah menerbitkan Jurnal Hasil Penelitian Kabupaten Sleman dengan nomor ISSN : 2406-7520. Jurnal tersebut merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan setiap Mei dan Nopember. Guna mendukung penerbitan selanjutnya redaksi menerima artikel ilmiah yang berupa penelitian empiris dan artikel konseptual dengan lokus maupun fokus di Kabupaten Sleman. Panjang naskah maksimal 15 halaman. Naskah yang diterima belum pernah diterbitkan di media cetak atau publikasi ilmiah lainnya berupa soft copy format pdf dan ms-word. Naskah dikirim melalui email: sppbappeda@gmail.com paling lambat tanggal 15 April dan 15 Oktober setiap tahunnya. Format Jurnal Ukuran kertas : A4 Marjin : batas kiri ;1 inchi, kanan; 0,7 inchi, atas; 0,7 inchi, bawah; 1 inchi Font : Cambria 12 Abstract : Spasi 1, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, masing-masing maksimal 12 baris (format satu kolom) Isi : terdiri dari bagian pendahuluan, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran, rekomendasi, penghargaan, spasi 1,5. Daftar pustaka, spasi 1. (format dua kolom) Tambahan : Biodata peneliti + foto, spasi 1 dalam format satu kolom JUDUL dan SUB JUDUL Tingkat 1 tanpa nomor, menggunakan huruf capital dan Bold (cambria 12) Tiap Tabel disertai dengan nomor dan keterangan di atas tabel (cambria 10) Tiap gambar disertai nomor dan keterangan dibawah gambar. (cambria 10) Penghargaan (bila dalam penelitian tersebut memperoleh bantuan penting dalam hal pemikiran, perancangan, atau pelaksanaan pekerjaan atau meperoleh bahan-bahan dari seseorang/lembaga). Contoh: JUDUL PENELITIAN/KAJIAN/ARTIKEL ILMIAH (spasi 2) Nama Penulis11, Nama Penulis22, Nama Penulis33 (spasi 1) 1 Alamat institusi penulis1 dan email, 2 Alamat institusi penulis2 dan email, 3 Alamat institusi penulis3 dan email (spasi 2) INTISARI Intisari memberikan gambaran umum tentang ringkasan seluruh tulisan, masalah, tujuan, metode, hasil analisis statistik dan kesimpulan umum sebagai guideline bagi pembaca proceeding. Intisari ditulis dengan huruf cambria 12, spasi 1 dalam format satu kolom dan tidak lebih dari 25 baris. (spasi 1) Kata Kunci: 3-5 kata. MATERI JURNAL (dan seterusnya) * * * (Bidang I).

Tulisan Kategori : Artikel

MELIHAT KEBIJAKAN PENATAAN RUANG DI KAWASAN RAWAN BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI (Sebuah Catatan Setelah Kejadian Erupsi Gunungapi Merapi 2010)

Ditulis pada : Selasa Legi, 29 September 2015 | Kategori: Artikel | Dibaca | Post Comment

Erupsi Gunungapi Merapi yang cukup besar terjadi tahun 2010 dengan jarak luncuran awan panas mencapai lebih dari 15 km dari puncak. Setelah letusan 2010 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab.) Sleman menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah bagaimana menyediakan pemukiman para korban yang terdampak langsung. Pemkab. Sleman sudah memukimkan kembali masyarakat ersebut di hunian tetap. Namun akhir-akhir ini ada permasalahan yaitu keinginan sebagian warga masyarakat yang tinggal di hunian tetap untuk kembali menempati rumah tinggalnya yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunungapi Merapi. Tentunya letusan 2010 seharusnya tidak dilewatkan hanya sebagai sebuah bencana, tanpa mengambil pelajaran bagi pembuat kebijakan di Pemkab. [...]

Selengkapnya »

APA KABAR FUNGSIONAL PERENCANA BAPPEDA SLEMAN? (Sebuah Catatan Penerapan Kegiatan Harian Kedalam Angka Kerdit bagi Fungsional Perencana)

Ditulis pada : Selasa Legi, 12 Mei 2015 | Kategori: Artikel, Berita | Dibaca | 10 Comments

Jabatan fungsional pada lingkup kerja di Pemerintah Kabupaten (Pemkab.) Sleman cukup banyak, antara lain yaitu  guru, arsiparis, pustakawan, auditor, penyuluh pertanian, penyuluh kehutanan, penyuluh perindustrian, dll. Namun yang terbaru adalah fungsional perencana. Di dalam Peraturan Bupati no. 24 tahun 2010 tentang jabatan fungsional, termaktub bahwa jabatan fungsional merupakan kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam suatu organisasi yang dalam melaksanakan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau ketrampilan tertentu serta bersifat mandiri. Sedangkan Jabatan Fungsional Perencanaan merupakan jabatan fungsional pada organisasi lingkup perencanaan yang melakukan kegiatan perencanaan. Sejak sekitar tahun 2007, Jabatan Fungsional Perencana (JFP) [...]

Selengkapnya »

MENGGAGAS PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN MENENGAH UNGGULAN DI KABUPATEN SLEMAN

Ditulis pada : Kamis Pon, 9 April 2015 | Kategori: Artikel | Dibaca | Post Comment

Berbicara mengenai perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman tentu tidak bisa lepas dari perencanaan pendidikan baik di jenjang usia dini sampai dengan jenjang pendidikan tingkat atas. Masterplan perencanaan pembangunan pendidikan yang baik akan mengawali dan berujung pada meningkatnya pemerataan kualitas pendidikan yang akan dijalani oleh anak didik. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya didasarkan pada unsur kualitas mutu tenaga pengajar atau pendidik, kurikulum maupun fasilitas yang disediakan oleh sekolah, tetapi yang tak kalah penting adalah input yang didapat oleh sekolah itu yaitu siswa yang akan menuntut ilmu di sekolah tersebut. Kualitas input yang baik bila ditunjang dengan guru, kurikulum, dan fasilitas [...]

Selengkapnya »

Bappeda Sleman menyelenggarakan Workshop Penanganan Masalah Anak Jalanan

Ditulis pada : Jumat Wage, 4 Juli 2014 | Kategori: Artikel | Dibaca | 2 Comments

    Bertempat di Ruang Rapat A Bappeda Sleman, hari Rabu, tanggal 30 April 2014 diselenggarakan Workshop Penanganan Masalah Anak Jalanan kegiatan Perencanaan Pengembangan Sosial dalam rangka mewujudkan koordinasi dan kesepahaman antar SKPD dalam menangani anak jalanan. Acara ini diikuti oleh Balai Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kab. Sleman, Dinas Sosial DIY, Satuan Polisi Pamong Praja, Polres Sleman, Kecamatan Depok, Kecamatan Gamping, Kecamatan Kalasan, Kecamatan Mlati, Rumah Singgah Anak Mandiri, Lembaga Perlindungan Anak DIY, Girlan, Lembaga Kesejahteraan Sosial, LKSA hamba, Yayasan Domore, Polres Sleman, Rumah Singgah dan Belajar Diponegoro, RSA Ahmad Dahlan,

[...]

Selengkapnya »

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2012

Ditulis pada : Senin Wage, 5 Mei 2014 | Kategori: Artikel, Berita, Pendidikan, Sosial, & Budaya | Dibaca | 2 Comments

    Tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga keberhasilan pembangunan diukur dari seberapa sejahtera masyarakat suatu daerah. Salah satu tolak ukur untuk mngetahui tingkat keberhasilan pembangunan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang komponennya terdiri dari aspek pendidikan, kesehatan dan pendapatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dikembangkan sebagai salah satu alat evaluasi aspek pemberdayaan penduduk dalam konteks pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat.

    Secara umum dapat dikatakan bahwa kualitas sumber daya manusia Kabupaten Sleman pada tahun 2012 sudah semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dari nilai IPM Kabupaten Sleman pada tahun 2012 yang tercatat sebesar

[...]

Selengkapnya »

INDEKS PEMBANGUNAN GENDER KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2012

Ditulis pada : Senin Wage, 5 Mei 2014 | Kategori: Artikel, Berita, Pendidikan, Sosial, & Budaya | Dibaca | Post Comment

    Kesetaraan gender menjadi isu yang sangat penting dalam pembangunan manusia yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia tanpa membedakan jenis kelamin (laki – laki dan perempuan). Hal ini juga sudah menjadi komitmen masyarakat internasional, khususnya Negara sedang berkembang yang tercakup dalam Millenium Development Goals (MDGs) terkait butir – butir yang berhubungan dengan gender. Dalam butir – butir tersebut antara lain adalah dapat menghilangkan kesenjangan gender dalam pendidikan dasar (butir tujuan kedua), mendorong adanya kesetaraan gender dalam pendidikan dasar (butir tujuan kedua), mendorong adanya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan (butir tujuan ketiga), dan meningkatkan kesehatan ibu

[...]

Selengkapnya »