Bertempat di Ruang Gadri di Kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, pada tanggal 7 November 2016 pukul; 12.15 WIB, Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan presentasi atau paparan tentang usulan Danais 2018 di hadapan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Dalam  kesempatan tersebut Bupati Sleman didampingi oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Iswoyo Hadiwarno, Asisten Bidang Pembangunan Dra. Suyamsih, M.Pd, Kepala Bappeda Kabupaten Sleman drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes, Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra. Tri Endah Yitnani, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabulaten Sleman Ir. A. A. Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM, Kepala Bidang Bina Marga  Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Mirza Anfansury, ST, MT. Sedangkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X di damping oleh Asisten Keistimewaan Dr. Ir. Didik Purwadi, M.Ec,  Kepala Bappeda Pemda DIY, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan Pemda DIY Drs. Umar Priyono, M.Pd,  Kepala Sub Bidang Perencanaan Sektoral Danang Setiadi, SIP, MT.

Dalam paparannya Sri Purnomo menyampaikan rencana penataan Kabupaten  Sleman dalam kerangka keistimewaan DIY yang meliputi pengembangan  kawasan Merapi – Kaliurang, penataan kawasan pintu masuk Ke wilayah Sleman di Tempel dan Penataan Kawasan pintu masuk DIY dari Prambanan. Penataan kawasan Merapi-Kaliurang yang dilakukan adalah pengembangan open museum erupsi Merapi di Bakalan Cangkringan. Pengembangan open museum  Bakalan merupakan kelanjutan dari Program City on Volcano” (COV) 2014 telah menghasilkan dibangunnya “Tetenger Erupsi Merapi” di dusun Bakalan, Argomulyo, Cangkringan. Tetenger“ yang ada pada saat ini berupa monumen berbentuk segitiga bercabang tersebut menggambarkan gunung dan warna merah pada tugu menjelaskan suatu lubang keluarnya magma yang dapat keluar ke arah mana saja deng tulisan `Sirna Jalma Lenaning Paningal` yang diartikan bencana itu datang pada saat manusia lengah. Open museum Bakalan tersebut merupakan museum lapangan Museum Gunungapi Merapi (MGM). Sedangkan penataan kawasan pintu masuk DIY dari Tempel merupakan upaya untuk mendukung RTR Tempel-Parangtritis yang telah disusun Pemda DIY. Penataan yang dilakukan di Kawasan Tempel meliputi 5 zona, yaitu :

  1. Zona Kawasan Pasar Tempel dan sub terminal agribisnis (STA)
  2. Zona Pergudangan
  3. Zona Kawasan Kuliner, & Rest Area dan Land Mark Pintu Masuk
  4. Zona Perkantoran (Kecamatan, Koramil, Polsek, Kantor Desa, dll.)
  5. Zona Open Space (ruang terbuka)

Kontribusi  APBD Sleman Rp. 1, 11 Milyar (Feasibility study  atau Studi Kelayakan, Detail Engineering Design (DED) dan Amdal Lalin) adapun usulan ke danais meliputi pengadaan tanah sebesar Rp. 63,5 Milyar, pembangunan konstruksi sebesar Rp. 95 Milyar.

Sedangkan penataan kawasan pintu masuk DIY dari Prambanan dengan konsep integrasi wisata candi dengan pasar tradisional. Penataan Kawasan ini masuk dalam kawasan koridor ekonomi (memperkuat aktifitas perekonomian dan sosial kawasan Borobudur/Magelang – Prambanan/Sleman – XT Umbulharjo/Yogya – Ngarsopuro/Solo – Sangiran/Sragen). Selain itu juga sebagai salah satu upaya memperpanjang length of stay wisatawan yang berkunjung ke kawasan Prambanan. Kegiatan penataan kawasan pintu masuk DIY dari Prambanan ini diantaranya pembangunan pasar prambanan yang sudah dilaksanakan. Kontribusi  APBD Sleman dalam pembangunan pasar tersebut sebesar Rp. 114, 16 Milyar dan bantuan dari Pemda DIY sebesar Rp 9,775 Milyar.

 

Tahun APBD DIY APBD Sleman
2013 4.775.000.000 3.500.000.000
2014 5.000.000.000 21.665.180.000
2015 5.000.000.000 25.000.000.000
2016 45.000.000.000
2017 19.000.000.000
14.775.000.000 114.165.180.000
Total 123.940.180.000

 

Konsep integrasi ini juga termasuk  merevitalisasi pasar unggas Prambanan. Kontribusi  APBD SLEMAN dalam pembangunan pasar unggas Prambanan sebesar Rp. 8,60 Milyar (Pengadaan Tanah, FS, DED, dan Kajian Lingkungan). Adapun Usulan Danais untuk pembangunan konstruksi pasar unggas Prambanan  sebesar Rp 18.000.000.000.

Kabupaten Sleman juga menyiapkan penataan fasilitas pendukung pariwisata di kawasan pintu masuk disekitar Taman Perdamaian. Dengan  mengadakan lomba desain kawasan ditahun 2013. Kegiatan tersebut memunculkan banyak ide-ide pengembangan.

Selain itu dalam pengembangan dan penataan Kawasan Prambanan Pemkab Sleman telah mendapatkan tawaran dari pihak ketiga tentang usulan pembangunan
stasiun/POS CABLE CAR oleh investor PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko. Cable Car tersebut akan menghubungkan Candi Prambanan dan Candi Boko. Sebagai langkah awal telah dilakukan kajian awal pembangunan Cable Car Prambanan – Boko. Panjang jalur Cable Car lebih kurang 2 Km dengan Melintasi badan jalan. Pembangunan Cable Car  tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata.

Rekapitulasi usulan kegiatan danais Kabupaten Sleman pada tahun 2018 diantaranya meliputi Pengadaan tanah untuk open museum erupsi (1,5 Ha), Pengadaan tanah kawasan pasar Tempel, Pembangunan konstruksi kawasan pasar Tempel, Pembangunan konstruksi Pasar Unggas Prambanan, Pengadaan tanah untuk Rumah Sakit di Prambanan, Usulan kegiatan reguler (seni, tradisi, pengelolaan Sultan Ground dan Tata ruang).

Summary Usulan Anggaran Yang Menjadi DPA Keistimewaan adalah sebagai berikut :

Tahun Usulan (Rp) Menjadi DPA Realisasi DPA (Rp/%) Ket
2015 226.208.934.000 10.758.631.200 9.419.811.475 (91,10)
2016 128.116.395.000 6.049.875.000 4.277.810.950 (51,38) HinggaTW 3
2017 39.207.152.000
2018 314.530.991.000 Proses Pembahasan

 

Menanggapi paparan Bupati Sleman, Sri Sultan HB X menyampaikan bahwa usulan dari Pemkab Sleman akan dibahas secara lebih detail oleh Pemda DIY sehingga nantinya akan muncul kegiatan danais yang dapat dilaksanakan oleh Kabupaten Sleman. Selain itu hendaknya dalam merencanakan suatu kegiatan perlu dikoordinasikan dengan pihak lain, baik di dengan Pemda DIY maupun dengan Pemerintah Pusat.

Sementara itu Drs. Tavip Rayanto, M.Si menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan Danais ini perlu koordinasi yang lebih matang lagi dengan seluruh kabupaten/kota di DIY. Dengan demikian selain akan tercipta sinergitas dan harmonisasi juga akan tercipta kesamaan langkah dalam melaksanakan kegiatan Danais. * * * (Sekretariat)