Maksud diselenggarakan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan adalah dimulainya tahapan penyusunan RKPD yang dimulai dengan menyampaian rancangan awal RKPD kepada SKPD kemudian dilanjutkan dengan Musrenbang Kabupaten di Kecamatan, Forum Paparan Camat dan Forum Perangkat Daerah yang merupakan rangkaian kegiatan guna memberikan masukan bagi Perangkat Daerah untuk menyempurnakan Rancangan Renjanya. Demikian yang disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Sleman Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg saat membacakan laporan penyelenggaraan Pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2019 yang diselenggarakan di Ruang Pangripta (Aula) Bappeda Sleman, hari Kamis, tanggal 25 Januari 2018. Pembukaan Musyawarah perencanaan pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah dihadiri kurang lebih 100 orang, dengan acara Laporan Kepala Bappeda, Pengarahan Bupati Sleman sekaligus membuka Pembukaan Musrenbang, Paparan Rancangan Awal RKPD DIY oleh Kepala Bappeda DIY dan Paparan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Sleman  Tahun 2019 oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sleman. Hadir pada acara tersebut, Bupati Sleman, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Kepala Bappeda  Pemda DIY, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si, Asekda,  Kepala Perangkat Daerah (PD) dan sekretaris/Kasubag Perencaan dan Evaluasi dilingkungan Pemkab Sleman, serta Camat dan Kasubbag Perencanaan se Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Arif Setio Laksito, ST, M.Dev. Plg  mengemukakan bahwa materi yang disampaikan dalam pembukaan Musrenbang Kabupaten dalah Rancangan awal RKPD Kabupaten Sleman tahun 2019 dan jadwal pelaksanaan rangkaian penyusunan RKPD, serta rancangan awal RKPD Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2019.Acara inti dalam Pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2019 ini adalah Pengarahan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, Penyampaian Rancangan RKPD DIY Tahun  2019 oleh Kepala Bappeda DIY, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si, Penyampaian Rancangan RKPD Kabupaten Sleman Tahun 2019 oleh Kepala Bappeda Sleman, drs. Kunto Riyadi, MPPM dan Dialog.

Sementara itu Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam sambutan pembukaan Musrenbang RKPD Tahun 2019 mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan yang baik, haruslah dimulai dari perencanaan yang baik pula. Beberapa pendapat pakar pembangunan mengatakan bahwa, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan, maka semakin tinggi juga tingkat keberhasilan pembangunan yang dicapai. Musrenbang RKPD pada hari ini merupakan rangkaian proses perencanaan partisipatif yang mempunyai arti yang sangat penting. Dalam Musrenbang RKPD ini semua pemangku kepentingan dapat memberikan masukan, saran dan penajaman kepada rancangan dokumen RKPD tahun 2019.

Lebih lanjut Sri Purnomo menegaskan bahwa musrenbang yang kita laksanakan hari ini untuk merencanakan pembangunan tahun 2019 yang merupakan tahun ke 4 pelaksanaan RPJMD. Artinya kita hampir masuk pada babak akhir dalam upaya mencapai visi ”Terwujudnya Masyarakat Sleman yang Lebih Sejahtera, Mandiri, Berbudaya dan Terintegrasikannya Sistem e-Government Menuju Smart Regency Pada Tahun 2021”. Berkaitan dengan hal tersebut, diharapkan Perangkat Daerah dapat menyusun program dan kegiatan yang benar-benar mendukung pencapaian indikator tujuan, indikator sasaran dan indikator program di RPJMD 2016-2021. Capaian tersebut sangat penting karena setiap tahun harus dipertanggungjawabkan kepada DPRD maupun pemerintah Pusat melalui LAKIP dan juga yang terpenting kepada seluruh masyarakat Sleman. Selain itu program dan kegiatan di tahun 2019 nanti diharapkan dapat memperhatikan dan tetap mendukung prioritas pembangunan pusat dan provinsi.

Lebih lanjut Sri Purnomo mengatakan penyelenggaraan Musrenbang ini merupakan forum strategis untuk melakukan musyawarah membahas aktivitas pembangunan daerah Sleman tahun 2019. Perencanaan pembangunan yang baik dan berkualitas akan menjamin keberhasilan suatu program. Sebaliknya apabila perencanaan dilakukan dengan kurang cemat serta tidak mempertimbangkan kebutuhan maka bisa dipastikan kinerja program tidak optimal bahkan mengalami kegagalan. Berkaitan dengan hal itu Perencanaan pembangunan tahun 2019 hendaknya dapat dilakukan dengan lebih cermat dan terkoordinasi.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan ke depan. Menurunkan kemiskinan, menurunkan pengangguran, menurunkan ketimpangan, meningkatkan ketertiban, perbaikan pelayanan kepada masyarakat merupakan sebagian dari tantangan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu diharapkan perencanaan pembangunan tahun 2019 dapat menjadi jawaban atas berbagai hal tersebut.

Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman tahun 2019 ini mengangkat tema ”Meningkatkan pemerataan dengan mengembangkan potensi ekonomi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”. Tema yang diangkat tersebut hendaknya dapat menjadi pemacu dalam rangka menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan yang semakin komplek.

Perencanaan yang komprehensif harus diarahkan untuk dapat mendukung sektor-sektor  unggulan yang dimiliki Sleman. Hal ini penting agar sektor unggulan yang ada tersebut dapat diberdayakan demi terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Pada kesempatan ini Sleman juga berharap kepada Pemerintah Daerah DIY untuk dapat memberikan dukungan aktivitas di wilayah Kabupaten Sleman dalam rangka mendukung infrastruktur dasar di Sleman guna peningkatan pemberdayaan ekonomi lokal. Dan kepada seluruh pemangku kepentingan yang hadir dan khususnya kepada DPRD mohon dukungannya agar perencanaan dan penganggaran lebih berorientasi pada penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan tatakelola pemerintahan.  * * *  (Sekretariat)