Bertempat di Bappeda Kabupaten Sleman, mulai tanggal 13 Maret 2012 diselenggarakan pelatihan Anggaran Responsif Gender (ARG). Pelatihan dilaksanakan dalam 3 (tiga) angkatan. Angkatan pertama dari tanggal 13 Maret 2012 hingga 14 Maret 2012. Angkatan kedua dilaksanakan 19 Maret 2012 hingga  20 Maret 2012. Sedangkan angkatan ke tiga diadakan tanggal 27 Maret 2012 hingga 28 Maret 2012. Peserta pelatihan ini adalah dari seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Sleman, termasuk dari seluruh Kecamatan. Adapun yang bertindak sebagai instruktur adalah pesonil dari Aksara.

Dalam laporannya, kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Sleman, Drs. Pranama M.Si mengemukakan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah tercapainya implementasi ARG di semua SKPD dan peserta dapat memiliki  kemampuan, keterampilan dan pengetahuan dalam menyusun ARG. Peserta pelatihan diikuti  oleh 50 orang peserta setiap angkatan dari semua SKPD, yakni para kasubid dilingkungan Bappeda, kasubag perencanaan di SKPD dan peserta dari kecamatan. Pelaksanaan pelatihan per angkatan selama 2 (dua) hari penuh bertempat di Bappeda Sleman dari  pukul 08.00 hingga 16.00.

Lebih lanjut Drs. Pranama M.Si mengharapkan setelah pelatihan ini seluruh peserta akan memiliki pengetahuan,  keterampilan dan kemampuan dalam penyusunan ARG yang dapat diimplementasikan dalam setiap penyusunan RKA/DPA yang dilampiri Gender Analysis Pathway (GAP), TOR/KAK (Kerangka Acuan Kerja) dan Gender Budgeting Statemen (GBS)-pernyataan anggaran gender).  Sehingga diharapkan pada tahun 2013 ARG sudah dapat diimplementasikan dalam dokumen di SKPD.

Sementara itu Kepala Bappeda Sleman,  drg. Intriati Yudatiningsih, M.Kes dalam sambutan pembukaan pelatihan ARG menyampaikan bahwa mungkin sudah ada beberapa orang dari SKPD yang pernah mengikuti pelatihan penyusunan anggaran responsif gender. Namun acap kali setelah selesai pelatihan tidak ada tindak lanjutnya.  Pada saat in Bappeda menyelenggarakan pelatihan ARG ini pada waktu yang lebih awal, karena kita menghendaki bahwa apa yg didapat dari pelatihan ini dapat langsung dipraktekkan. Dalam arti kata langsung diwujudkan dalam penyusunan dokumen perencanaan anggaran ditahun 2013. Oleh karena itu diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti acara ini dengan baik dan seksama. Sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat langsung dipraktekkan dan diaplikasikan  sehingga tidak hilang. Sesuai dengan Inpres No 9 Tahun 2000 sudah diamanatkan adanya perencanaan yang responsif gender. Pada th 2009 di seluruh kementerian, usulan anggaran apabila tidak dilampiri dengan gender budgeting statement atau TOR, maka angaran tidak bisa dicairkan. Namun hal tersebut belum dilaksanakan di daerah.  Sesuai dengan pedoman umum pengarusutamaangender (PUG) di daerah dalam Kepmendagri 15 tahun 2008 dijelaskan bahwa RPJM hingga Renja harus berbasis gender. Di Kabupaten Sleman RPJMD visi dan misi sudah berbasis gender. Harapannya dengan pelatihan ARG ini bisa mendukung pencapaian visi dan misi Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut drg Intriati Yudatiningsih M.Kes mengatakan bahwa di Kabupaten Sleman saat  ini sudah memiliki Pokja pengarusutamaangender (PUG). Sehingga seharusnya di SKPD ada vocal point PUG. Vocal point ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak di SKPD dalam menyusun perencanaan yang responsif gender. * * *